Bela Palestina, Vladimir Putin Bicara Ketidakadilan Hingga Hukum Internasional

Andi Ahmad S Suara.Com
Jum'at, 25 Oktober 2024 | 01:03 WIB
Bela Palestina, Vladimir Putin Bicara Ketidakadilan Hingga Hukum Internasional
Vladimir Putin [Xinhua]

Suara.com - Sejumlah negara terus menyerukan dukungannya kepada Palestina agar merdeka ditengah gempuran tak henti yang dilakukan Israel.

Bahkan, hal itu turut menyulut hati Presiden Rusia Vladimir Putin. Informasi dari media setempat juga musuh Ukraina ini berbicara soal ketidakadilan.

Bahkan, Putin juga menyerukan perlunya mengoreksi ketidakadilan historis terhadap warga Palestina.

Pasalnya, untuk penyelesaian konflik Israel-Palestina harus didasarkan pada hukum internasional yang diakui secara umum.

"Memperbaiki ketidakadilan historis terhadap rakyat Palestina dapat menjamin perdamaian di Timur Tengah. Hingga masalah ini terselesaikan, lingkaran setan kekerasan tidak akan terputus. Orang-orang akan terus hidup dalam krisis permanen, dengan kekerasan skala besar yang tak terelakkan," kata Putin dalam pidatonya di pertemuan BRICS di Kazan, Rusia, Kamis.

Pemimpin Rusia itu menegaskan bahwa penerapan solusi dua negara yang telah disetujui oleh Dewan Keamanan PBB dan resolusi Majelis Umum PBB sangat penting untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di wilayah Palestina.

Dalam kesempatan itu, Putin juga menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dengan konflik di Gaza sebagai "salah satu yang paling berdarah dalam serangkaian bentrokan panjang" antara Israel dan Palestina.

"Pertempuran di Gaza dimulai setahun lalu dan kini telah menyebar ke Lebanon. Negara-negara lain di kawasan itu juga terkena dampaknya. Konflik antara Israel dan Iran juga meningkat. Semua ini menyerupai reaksi berantai, yang membawa seluruh Timur Tengah ke ambang perang besar-besaran," katanya, memperingatkan.

Putin pun menyoroti memburuknya situasi kemanusiaan di Gaza, dengan jumlah pengungsi dan warga Palestina yang mengungsi di dalam negeri telah melampaui 1,5 juta.
"Kerusakan besar telah terjadi pada infrastruktur dan bangunan tempat tinggal, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas sosial—dan kehancuran terus berlanjut," katanya.

Baca Juga: "Malaikat Penjaga Kyiv", Seniman Abadikan Pahlawan Perang Ukraina dalam Mural Menyentuh

Rusia, ujarnya, telah terlibat aktif dalam upaya penyelesaian konflik sejak awal eskalasi di Timur Tengah.

Kelompok ekonomi BRICS, di mana Rusia adalah salah satu pendirinya, juga telah menggelar pertemuan darurat pada November tahun lalu untuk membahas situasi di Gaza.

"Tugas yang mendesak, tentu saja, adalah meluncurkan proses politik untuk menyelesaikan masalah Timur Tengah secara menyeluruh. Kekerasan harus dihentikan, bantuan diberikan kepada para korban, dan penderitaan mereka harus diringankan," tegasnya. (Antara).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI