UNIFIL Gagal di Lebanon? Utusan PBB Serukan Tindakan Tegas Dewan Keamanan

Aprilo Ade Wismoyo

Selasa, 29 Oktober 2024 | 15:23 WIB
UNIFIL Gagal di Lebanon? Utusan PBB Serukan Tindakan Tegas Dewan Keamanan
Ilustrasi UNIFIL, Pasukan perdamaian PBB. (ANTARA/Anadolu/py)

Suara.com - Perwakilan Tetap Lebanon untuk PBB di Jenewa, Salim Baddourah, menyatakan dalam wawancara dengan RIA Novosti bahwa Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) tidak dapat menjalankan mandatnya, dan Dewan Keamanan PBB perlu menarik kesimpulan yang tepat.

Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi 1701 setelah Perang Israel-Lebanon pada tahun 2006. Resolusi ini melarang keberadaan formasi paramiliter di selatan Sungai Litani, kecuali yang berasal dari angkatan bersenjata Lebanon atau pasukan PBB.

Namun, Hizbullah telah memperkuat kantong kekuatannya di selatan Lebanon, sementara angkatan bersenjata Israel melancarkan serangan udara dan laut hampir setiap hari, melanggar kedaulatan Lebanon dan menguasai beberapa wilayahnya.

Baddourah mengutuk serangan Israel terhadap UNIFIL dan anggota pasukannya, menekankan bahwa UNIFIL telah gagal dalam menjalankan mandatnya karena Israel terus-menerus melanggar Resolusi 1701 dan kedaulatan Lebanon.

Dia menegaskan pentingnya Dewan Keamanan untuk bertindak bertanggung jawab, mengingat mereka yang memberikan mandat kepada UNIFIL, serta untuk mengidentifikasi ancaman yang ada dan menarik kesimpulan yang sesuai.

Baddourah juga mencatat bahwa hubungan antara pemerintah Lebanon, Angkatan Bersenjata Lebanon, dan UNIFIL selalu baik, berdasar pada kepercayaan dan kolaborasi.

Dia menjelaskan bahwa masalah utama bukanlah mandat itu sendiri, tetapi pelanggaran kedaulatan Lebanon oleh Israel, permusuhannya, ancaman yang konstan, dan niat ekspansionis terhadap wilayah Lebanon.

Dia menilai bahwa meskipun Resolusi 1701 merupakan alat yang berguna, implementasinya harus dipatuhi secara penuh untuk mengakhiri permusuhan, yang hanya akan tercapai jika Israel berkomitmen dan ada jaminan internasional yang mendukung.

Menurut Baddourah, Lebanon berupaya meningkatkan kesadaran di kalangan badan-badan PBB mengenai pelanggaran yang dilakukan oleh Israel dan berusaha untuk menuntut pengutukan terhadap pelanggaran ini serta kepatuhan pada hukum kemanusiaan internasional dan gencatan senjata.

Sementara itu, Baddourah menekankan pentingnya organisasi internasional dalam menggalang dana dan bantuan untuk krisis kemanusiaan yang terus berlangsung.

Pada 13 Oktober, laporan dari pasukan penjaga perdamaian UNIFIL mencatat bahwa dua tank Merkava Israel menghancurkan gerbang ke kompleks PBB dan memasuki area tersebut. Meskipun tank-tank tersebut mundur setelah 45 menit, pasukan penjaga perdamaian kemudian mengalami tembakan dan iritasi akibat asap.

Sejak 1 Oktober, Israel telah melancarkan operasi darat melawan Hizbullah di selatan Lebanon dan melakukan serangan udara yang menyebabkan lebih dari 2.600 kematian, termasuk pemimpin Hizbullah, serta jutaan pengungsi.

Meskipun mengalami kerugian, Hizbullah terus melawan dan meluncurkan roket ke wilayah Israel. Tujuan utama dari kampanye militer Israel dikatakan adalah menciptakan kondisi untuk mengembalikan 60.000 penduduk utara yang dievakuasi akibat serangan Hizbullah setahun lalu yang mendukung Hamas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran-Israel Saling Tuding jadi Biang Kerok Konflik di Timur Tengah

Iran-Israel Saling Tuding jadi Biang Kerok Konflik di Timur Tengah

News | Selasa, 29 Oktober 2024 | 14:16 WIB

Larang UNRWA Beroperasi di Negaranya, PBB: Hentikan Pasokan Senjata dan Amunisi Untuk Israel

Larang UNRWA Beroperasi di Negaranya, PBB: Hentikan Pasokan Senjata dan Amunisi Untuk Israel

News | Selasa, 29 Oktober 2024 | 13:55 WIB

Jerman Kecam Keras UU Israel yang Ancam Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina

Jerman Kecam Keras UU Israel yang Ancam Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina

News | Selasa, 29 Oktober 2024 | 08:54 WIB

Israel Larang Badan Pengungsi PBB UNRWA Beroperasi di Wilayahnya, Begini Respons Dunia Internasional

Israel Larang Badan Pengungsi PBB UNRWA Beroperasi di Wilayahnya, Begini Respons Dunia Internasional

News | Selasa, 29 Oktober 2024 | 08:49 WIB

Tegang! DK PBB Bahas Dugaan Pasukan Korea Utara di Rusia, Putin Beri Bantahan

Tegang! DK PBB Bahas Dugaan Pasukan Korea Utara di Rusia, Putin Beri Bantahan

News | Selasa, 29 Oktober 2024 | 04:50 WIB

10 Tahun Jokowi, Diplomasi Luar Negeri Indonesia Tuai Sukses: Menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

10 Tahun Jokowi, Diplomasi Luar Negeri Indonesia Tuai Sukses: Menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

News | Senin, 28 Oktober 2024 | 13:15 WIB

Terkini

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 22:10 WIB

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:50 WIB

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:31 WIB

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:27 WIB

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:20 WIB

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:17 WIB

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:14 WIB

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:02 WIB

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:55 WIB

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:44 WIB