Lapas Overkapasitas 89 Persen, DPR Desak Pemerintah Tambah Fasilitas dan Berantas Pungli

Chandra Iswinarno, Dea Hardiningsih Irianto

Sabtu, 09 November 2024 | 13:03 WIB
Lapas Overkapasitas 89 Persen, DPR Desak Pemerintah Tambah Fasilitas dan Berantas Pungli
Ilustrasi Lapas Kedungpane Semarang. [ANTARA/ HO-Lapas Semarang]

Suara.com - Anggota DPR RI Komisi XIII dari Fraksi Partai Demokrat Raja Faisal Manganju Sitorus mendorong pemerintah untuk menambah fasilitas lembaga pemasyarakatan (lapas) dalam menangani overkapasitas dan praktik pungutan liar.

Awalnya, Raja Faisal menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi lapas dan rumah tahanan (rutan) di Indonesia yang terus menghadapi masalah overkapasitas, pungutan liar, dan peredaran narkoba.

Dia menilai, kondisi lapas saat ini jauh dari ideal dan perlu segera diperbaiki agar lebih manusiawi dan aman.

Raja Faisal juga mengungkapkan bahwa data menunjukkan Indonesia memiliki 531 lapas dan rutan dengan kapasitas ideal sebanyak 140.424 orang. Namun, jumlah penghuni sudah mencapai 265.346 orang, yang artinya terjadi tingkat overkapasitas hingga 89 persen.

Dia menyebut salah satu lapas dengan kondisi memprihatinkan adalah Lapas Kedungpane di Semarang, yang kapasitasnya seharusnya hanya 674 orang, tetapi kini dihuni 1.764 warga binaan.

“Overkapasitas ini tidak hanya menimbulkan masalah ruang gerak yang terbatas, tetapi juga dapat memicu ketegangan serta gesekan antar warga binaan. Belum lagi, adanya titipan tahanan dari Polres dan Kejaksaan yang semakin menambah beban lapas dan rutan,” kata Raja Faisal dalam keterangannya, Sabtu (9/11/2024).

Selain masalah overkapasitas, Raja Faisal juga menyoroti maraknya dugaan pungutan liar dan transaksi narkoba yang masih terjadi di dalam lapas.

Dia menegaskan bahwa masalah ini merusak integritas lembaga pemasyarakatan dan menghambat proses pembinaan serta rehabilitasi warga binaan.

“Masalah ini tidak hanya merusak integritas lembaga pemasyarakatan tetapi juga menghambat proses pembinaan dan rehabilitasi bagi warga binaan,” ujar Raja.

baca juga

Untuk itu, Raja Faisal mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) untuk menambah jumlah lapas di kota-kota dengan tingkat overkapasitas tinggi, termasuk di Semarang.

Menurutnya, penambahan lapas atau perluasan kapasitas pada lapas yang sudah ada bisa menjadi solusi jangka pendek untuk mengurangi beban dan menciptakan lingkungan yang lebih layak bagi pembinaan warga binaan.

“Kita perlu bersama-sama memikirkan solusi jangka panjang atas masalah ini, termasuk pengalokasian anggaran untuk pembangunan lapas tambahan serta penguatan sistem pengawasan guna memberantas pungutan liar dan peredaran narkoba di lapas dan rutan,” tutur Raja.

Melalui langkah-langkah tersebut, dia berharap lapas dan rutan di Indonesia bisa berfungsi sebagai tempat pembinaan yang efektif dan mendukung rehabilitasi warga binaan tanpa dibayangi masalah yang menghambat proses tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Depan DPR, Menkumham Yasonna Lapor Over Kapasitas Lapas Sudah 89%

Di Depan DPR, Menkumham Yasonna Lapor Over Kapasitas Lapas Sudah 89%

News | Rabu, 12 Juni 2024 | 20:07 WIB

Razia Dadakan Lapas Cianjur, Petugas Temukan Ratusan Benda Terlarang, 3 Tahanan Positif Benzo

Razia Dadakan Lapas Cianjur, Petugas Temukan Ratusan Benda Terlarang, 3 Tahanan Positif Benzo

News | Minggu, 07 April 2024 | 02:20 WIB

10 Terpidana Korupsi Tukin ESDM Dijebloskan Ke Lapas Sukamiskin, Ini Nama-namanya

10 Terpidana Korupsi Tukin ESDM Dijebloskan Ke Lapas Sukamiskin, Ini Nama-namanya

News | Sabtu, 06 April 2024 | 14:55 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Warna Hijau yang Tidak Norak untuk Cat Tembok Rumah, Beri Kesan Elegan dan Estetik

3 Rekomendasi Warna Hijau yang Tidak Norak untuk Cat Tembok Rumah, Beri Kesan Elegan dan Estetik

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:06 WIB

Puting Beliung Terjang Padalarang, 520 Rumah dan 9 Fasilitas Umum Rusak

Puting Beliung Terjang Padalarang, 520 Rumah dan 9 Fasilitas Umum Rusak

Jabar | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Hutan Menjadi Neraka: Nasib Satwa Liar yang Kehilangan Tempat Berlindung

Hutan Menjadi Neraka: Nasib Satwa Liar yang Kehilangan Tempat Berlindung

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:00 WIB

2 Tahun Prabowo - Gibran, Mahfud MD: Hukum Dibuat untuk Benarkan Kehendak yang Salah

2 Tahun Prabowo - Gibran, Mahfud MD: Hukum Dibuat untuk Benarkan Kehendak yang Salah

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:59 WIB

MAKI Sebut KPK Panggil Nusron Wahid Besok

MAKI Sebut KPK Panggil Nusron Wahid Besok

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:59 WIB

Terkam CCTV! Perawat Puskesmas Kwanyar Laporkan Kades ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan

Terkam CCTV! Perawat Puskesmas Kwanyar Laporkan Kades ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Hadapi Lonjakan Kebutuhan AI, NeutraDC Ungkap Strategi di Sovereign Tech Summit 2026

Hadapi Lonjakan Kebutuhan AI, NeutraDC Ungkap Strategi di Sovereign Tech Summit 2026

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Dukung LKPP, Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Melalui SPSE V5

Dukung LKPP, Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Melalui SPSE V5

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Salah Kaprah Budaya Nrimo dan Hilangnya Kesadaran atas Hak Hidup Layak

Salah Kaprah Budaya Nrimo dan Hilangnya Kesadaran atas Hak Hidup Layak

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:45 WIB

Hair Removal Device vs Alat Cukur Elektrik: Mana yang Lebih Worth To Buy untuk Self Treatment?

Hair Removal Device vs Alat Cukur Elektrik: Mana yang Lebih Worth To Buy untuk Self Treatment?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 13:43 WIB

×