PBB: Krisis Kemanusiaan Gaza Memuncak, Israel Dituding Langgar Hukum Internasional

Bella

Jum'at, 15 November 2024 | 04:15 WIB
PBB: Krisis Kemanusiaan Gaza Memuncak, Israel Dituding Langgar Hukum Internasional
Kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, pada Senin (7/10/2024) menggambarkan situasi di Gaza sebagai "terjun bebas ke dalam barbarisme," menyoroti kebutuhan mendesak akan diplomasi dan penghentian kekerasan. /ANTARA/Anadolu/py

Suara.com - Komite Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam laporan terbarunya menyuarakan keprihatinan mendalam atas situasi kritis yang dihadapi warga Palestina di Gaza. Laporan tersebut merinci dampak bencana yang ditimbulkan dari pengepungan Israel, serangan udara yang meluas, serta kondisi kehidupan yang memburuk secara drastis sejak serangan Hamas pada 7 Oktober tahun lalu hingga Juli tahun ini.

Dalam pernyataannya, Komite PBB menuding Israel dengan sengaja menimbulkan kematian dan penderitaan warga sipil.

"Melalui pengepungan Gaza, penghalangan bantuan kemanusiaan, dan serangan yang menargetkan warga sipil serta pekerja kemanusiaan, Israel secara sengaja menyebabkan kelaparan, cedera parah, dan kematian," tegas pernyataan itu, menyoroti bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan berbagai seruan PBB, perintah Mahkamah Internasional, dan resolusi Dewan Keamanan.

Tuduhan Tindakan Genosida

Laporan ini mempertegas bahwa praktik militer Israel di Gaza memiliki ciri-ciri yang sesuai dengan definisi genosida.

"Penggunaan kelaparan sebagai metode perang dan pemberian hukuman kolektif kepada populasi Palestina sangat mengkhawatirkan," tulis Komite. Penilaian yang didukung PBB pekan lalu bahkan memperingatkan bahwa bencana kelaparan dapat segera terjadi di Gaza utara.

Kerusakan infrastruktur akibat serangan bom besar-besaran telah melumpuhkan layanan penting seperti air bersih, sanitasi, dan distribusi makanan, menciptakan bencana lingkungan yang berdampak panjang. Hingga Februari tahun ini, laporan mencatat bahwa lebih dari 25.000 ton bahan peledak digunakan oleh pasukan Israel di Gaza, setara dengan dua bom nuklir.

Teknologi AI dalam Operasi Militer

Yang lebih mencengangkan, laporan mengungkap penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) oleh militer Israel dalam menargetkan serangan. Sistem ini diduga beroperasi dengan pengawasan manusia yang minim, meningkatkan risiko korban sipil.

"Penggunaan AI untuk mengidentifikasi dan menandai target secara otomatis, ditambah dengan bom berat, mencerminkan pelanggaran kewajiban Israel untuk melindungi warga sipil," ungkap laporan itu.

Komite juga menyoroti dugaan perubahan pedoman yang menurunkan standar untuk pemilihan target dan memperbolehkan rasio korban sipil yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Teknologi AI ini konon memungkinkan militer mengidentifikasi puluhan ribu target dalam waktu singkat, bahkan melacak target hingga ke rumah mereka di malam hari, saat keluarga berkumpul untuk berlindung.

baca juga

Seruan untuk Tindakan Internasional

Dalam kesimpulannya, Komite PBB menekankan pentingnya keterlibatan komunitas internasional untuk segera menghentikan pertumpahan darah.

"Negara-negara lain memiliki kewajiban untuk bertindak, tetapi keengganan mereka untuk meminta pertanggungjawaban Israel, serta dukungan militer yang terus diberikan, memperburuk situasi," tutup laporan itu.

Dunia kini menghadapi tantangan besar untuk merespons krisis ini, sementara suara warga Gaza terus tenggelam dalam hiruk-pikuk konflik yang semakin memburuk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HRW Sebut Pengusiran Warga Palestina oleh Israel sebagai Kejahatan Perang dan Kemanusiaan

HRW Sebut Pengusiran Warga Palestina oleh Israel sebagai Kejahatan Perang dan Kemanusiaan

News | Kamis, 14 November 2024 | 20:54 WIB

Libatkan Donald Trump, Israel Berupaya Capai Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

Libatkan Donald Trump, Israel Berupaya Capai Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon

News | Kamis, 14 November 2024 | 20:37 WIB

Soroti Konflik di Timur Tengah, Prabowo ke Menlu AS: Bagaimana dengan Palestina, Apakah Anda Bisa Lakukan Sesuatu?

Soroti Konflik di Timur Tengah, Prabowo ke Menlu AS: Bagaimana dengan Palestina, Apakah Anda Bisa Lakukan Sesuatu?

News | Kamis, 14 November 2024 | 18:38 WIB

Turki Kecam Rencana Aneksasi Tepi Barat Israel: "Tujuan Akhirnya Menguasai Palestina!"

Turki Kecam Rencana Aneksasi Tepi Barat Israel: "Tujuan Akhirnya Menguasai Palestina!"

News | Kamis, 14 November 2024 | 16:25 WIB

Israel Hadapi Gugatan Genosida, AS Tekan Akhiri Perang Gaza Segera

Israel Hadapi Gugatan Genosida, AS Tekan Akhiri Perang Gaza Segera

News | Kamis, 14 November 2024 | 15:01 WIB

Peringatan Keras Lebanon: Agresi Israel Picu Eskalasi, Bukan Kemenangan

Peringatan Keras Lebanon: Agresi Israel Picu Eskalasi, Bukan Kemenangan

News | Kamis, 14 November 2024 | 14:37 WIB

Serangan Beruntun! Hizbullah Bombardir Markas Militer Israel Dua Kali dalam Sehari

Serangan Beruntun! Hizbullah Bombardir Markas Militer Israel Dua Kali dalam Sehari

News | Kamis, 14 November 2024 | 13:16 WIB

Bertemu Menhan AS, Prabowo Ungkap Sikap RI soal Konflik Palestina-Israel: Kami Minta Gencatan Senjata Segera

Bertemu Menhan AS, Prabowo Ungkap Sikap RI soal Konflik Palestina-Israel: Kami Minta Gencatan Senjata Segera

News | Kamis, 14 November 2024 | 10:56 WIB

6 Tentara Israel Tewas, Hari Paling Mematikan dalam Serangan Darat di Lebanon

6 Tentara Israel Tewas, Hari Paling Mematikan dalam Serangan Darat di Lebanon

News | Kamis, 14 November 2024 | 10:22 WIB

Hizbullah Serang Tel Aviv dengan Drone, Israel Bungkam

Hizbullah Serang Tel Aviv dengan Drone, Israel Bungkam

News | Kamis, 14 November 2024 | 05:05 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×