Cerita Luhut Utus 2 Prajurit Gultor Kopassus Kawal Mahfud MD saat Kasus Cicak Buaya

Wakos Reza Gautama

Sabtu, 16 November 2024 | 09:10 WIB
Cerita Luhut Utus 2 Prajurit Gultor Kopassus Kawal Mahfud MD saat Kasus Cicak Buaya
Cerita Mahfud MD dan Luhut. [Youtube Mahfud MD Official]

Suara.com - Mahfud MD dan Luhut Binsar Pandjaitan sudah bersahabat kurang lebih 24 tahun. Mereka kenal ketika sama-sama menjadi menteri di era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. 

Di kabinet Gus Dur, Mahfud adalah Menteri Pertahanan dan Luhut dipercaya menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag).

Sejak itu mereka menjadi dekat dan sering tukar pikiran. Walau terkadang berbeda pilihan politik, tidak membuat Mahfud dan Luhut menjadi musuh. 

Ada satu pengalaman yang paling diingat Mahfud MD dari seorang Luhut. Yaitu saat pria asli Madura ini menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). 

Mahfud bercerita saat itu ia berkonflik dengan Polri gara-gara kasus cicak buaya. Mahfud menyatakan pimpinan KPK, Chandra-Bibit, tidak bersalah. 

"Ketika saya jadi Ketua MK, saya kan ribut dengan Polri, ketika kasus cicak buaya. Sampai pengawal-pengawal lari. Saya sendirian loh pejabat tinggi negara ke mana-mana nggak ada yang ngawal," ujar Mahfud dikutip dari Youtube Mahfud MD Official. 

Menurut Mahfud, ajudan dan pengawalnya berjumlah 12 orang yang merupakan anggota Polri itu mengundurkan diri. Secara aturan, kata Mahfud, polisi yang mengundurkan diri itu disersi dan harus dipecat. Tapi kenyataan saat itu, mereka tidak ada yang dipecat. 

"Mereka mengundurkan diri ramai-ramai sebagai pengawal saya, penjaga rumah, penjaga kantor, pergi, 12 orang. Semua serentak mengundurkan diri ketika dirinya menyatakan Chandra Hamzah dan Bibit tidak bersalah," ujar Mahfud.

Di momen itu, Mahfud ingat Luhut. Ia menghubungi sahabatnya itu menceritakan kondisinya tanpa pengawalan polisi karena ditarik institusinya. Luhut terkejut. Tak tinggal diam, Luhut lalu mengutus dua pengawalnya dari Satuan Penanggulangan Teror (Gultor) Kopassus untuk mengawal Mahfud. 

baca juga

Menurut Mahfud, ketika dirinya kunjungan ke Yogyakarta, tiba-tiba didatangi satu orang tak dikenal. Orang itu berbisik ke Mahfud mengatakan dia orangnya Luhut meminta Mahfud tenang karena dikawal dirinya. 

"Ya ga benar juga masa Pak Mahfud digitukan. Ketua MK waktu itu. Ga fair juga dong. Saya suruh pengawal saya pergi mengawal Mahfud," ujar Luhut menimpali. 

Luhut mengatakan menelepon Kapolda DIY memberitahu bahwa tindakannya tidak benar karena memperlakukan Ketua MK tidak pantas. 

Mahfud mengatakan, pengawal Mahfud itu terus mengikuti dirinya. Bahkan ketika dirinya makan bersama istri, prajurit Kopassus itu tetap memantau.  

 Masalah ini hanya terjadi dua hari saja. Setelah itu Polri meminta maaf ke Mahfud dan siap memberikan pengawal terbaiknya untuk Mahfud. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dipertemukan Gus Dur, Rahasia Persahabatan 24 Tahun Mahfud MD dan Luhut yang Tidak Pernah Retak

Dipertemukan Gus Dur, Rahasia Persahabatan 24 Tahun Mahfud MD dan Luhut yang Tidak Pernah Retak

News | Jum'at, 15 November 2024 | 20:47 WIB

Luhut Yakin Prabowo Bisa Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%, Ini Strateginya

Luhut Yakin Prabowo Bisa Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%, Ini Strateginya

Bisnis | Kamis, 14 November 2024 | 19:19 WIB

Mahfud MD Unggah Tulisan Sukidi, Sindir Oknum Aparat Lindungi Judi

Mahfud MD Unggah Tulisan Sukidi, Sindir Oknum Aparat Lindungi Judi

Tekno | Rabu, 13 November 2024 | 19:51 WIB

Respons Menohok Mahfud MD Soal 'Lapor Mas Wapres' Gibran Rakabuming: Gimmick Aja

Respons Menohok Mahfud MD Soal 'Lapor Mas Wapres' Gibran Rakabuming: Gimmick Aja

Lifestyle | Rabu, 13 November 2024 | 15:52 WIB

Terkini

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

×