Puluhan Staf Rumah Sakit Terseret dalam Kasus Penipuan Jaminan Sosial yang Merenggut Nyawa Bayi di Turki

Bella | Suara.com

Selasa, 19 November 2024 | 05:10 WIB
Puluhan Staf Rumah Sakit Terseret dalam Kasus Penipuan Jaminan Sosial yang Merenggut Nyawa Bayi di Turki
Ilustrasi bayi. [Dok.Antara]

Suara.com - Sebuah persidangan besar dimulai di Istanbul pada hari Senin, di mana puluhan tersangka akan diadili terkait dengan skandal penipuan jaminan sosial yang melibatkan kematian sedikitnya 10 bayi baru lahir. Skandal ini telah mengguncang dunia medis dan menjadi salah satu krisis kesehatan terbesar yang melanda Turki dalam beberapa tahun terakhir.

Sidang yang disebut-sebut sebagai “perkara geng bayi baru lahir” ini dipenuhi oleh keluarga korban dan jurnalis yang ingin mengetahui lebih jauh tentang kasus yang mencengangkan ini. Sejumlah 47 tersangka dijadwalkan untuk memberikan kesaksian selama beberapa minggu ke depan.

Para tersangka terdiri dari staf rumah sakit swasta, termasuk manajer, dokter, operator ambulans, hingga sopir ambulans, yang diduga terlibat dalam jaringan penipuan yang memanfaatkan bayi-bayi sehat untuk mendapatkan keuntungan finansial.

(Dok: Istimewa)
(Dok: Istimewa)

Para tersangka diduga telah memberikan alasan medis palsu kepada orangtua bayi untuk memindahkan bayi mereka ke ruang perawatan intensif neonatal yang tidak diperlukan. Beberapa bayi bahkan dirawat tanpa alasan medis yang jelas selama berhari-hari, bahkan minggu, sementara bayi lain yang benar-benar membutuhkan perawatan khusus justru tidak mendapatkannya.

Tujuan utama dari penipuan ini adalah untuk mendapatkan pembayaran jaminan sosial sebesar 8.000 lira Turki (sekitar $230) per hari yang diberikan kepada rumah sakit swasta yang merawat bayi baru lahir, di luar biaya yang dibayar oleh orang tua.

Indiktimen yang mencapai hampir 1.400 halaman ini mengungkapkan bahwa setidaknya 10 bayi meninggal dunia akibat kelalaian dan perawatan yang tidak memadai selama beberapa tahun terakhir. Investigasi dimulai pada Mei 2023 dan pada akhir Oktober 2023, penyelidik telah menerima lebih dari 350 laporan pengaduan terkait kasus ini.

Salah satu korban, Nazli Ahi, menceritakan pengalamannya ketika melahirkan di sebuah rumah sakit swasta di Istanbul pada April 2023.

"Malam saya melahirkan, bayi saya baik-baik saja, sehat. Namun, keesokan harinya, mereka mengatakan bahwa bayi saya menderita tiga pembekuan darah, tekanan darah tinggi, dan kesulitan bernapas," ujar Nazli.

"Kemudian mereka mengatakan bayi saya akan dipindahkan ke unit perawatan intensif di rumah sakit lain. Beberapa hari kemudian, bayi saya dinyatakan meninggal dunia," tambahnya dengan suara gemetar.

Kasus ini semakin memanas ketika diketahui bahwa beberapa rumah sakit yang terlibat dalam skandal ini berada di bawah pengawasan ketat pemerintah, termasuk sebuah rumah sakit yang pernah dikelola oleh mantan Menteri Kesehatan yang merupakan anggota partai AKP yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Pihak berwenang Turki telah menutup sembilan rumah sakit swasta di Istanbul dan provinsi sekitarnya, serta menyelidiki sembilan pusat kesehatan lainnya. Para tersangka kini dihadapkan pada berbagai dakwaan serius, termasuk pembunuhan kelalaian yang disengaja, konspirasi untuk menipu institusi publik, dan mendirikan organisasi untuk melakukan kejahatan. Jika terbukti bersalah, mereka berisiko dijatuhi hukuman penjara hingga ratusan tahun.

Presiden Erdogan, yang mengaku mengikuti perkembangan kasus ini dengan seksama, berjanji akan memberikan hukuman yang paling berat bagi mereka yang bertanggung jawab atas kekejaman ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turki Desak PBB Bekukan Keanggotaan Israel, Sebut Gaza Alami Genosida Terburuk Sepanjang Sejarah

Turki Desak PBB Bekukan Keanggotaan Israel, Sebut Gaza Alami Genosida Terburuk Sepanjang Sejarah

News | Sabtu, 16 November 2024 | 03:10 WIB

Penyebab Dan Gejala Cacar Air yang Kerap Menjangkiti Anak-anak Dan Dewasa Belum Tervaksin

Penyebab Dan Gejala Cacar Air yang Kerap Menjangkiti Anak-anak Dan Dewasa Belum Tervaksin

Health | Selasa, 12 November 2024 | 15:50 WIB

Bahaya PCOS dan Obesitas saat Hamil: Bayi Berisiko Lahir dengan Berat Badan Rendah!

Bahaya PCOS dan Obesitas saat Hamil: Bayi Berisiko Lahir dengan Berat Badan Rendah!

Health | Kamis, 07 November 2024 | 07:15 WIB

5 Kesalahan Orang Tua yang Bikin Bayi Susah Tidur, Kenali Penyebab dan Solusinya!

5 Kesalahan Orang Tua yang Bikin Bayi Susah Tidur, Kenali Penyebab dan Solusinya!

Health | Selasa, 05 November 2024 | 18:50 WIB

Ide Nama Anak Perempuan yang Lahir pada Bulan November

Ide Nama Anak Perempuan yang Lahir pada Bulan November

Lifestyle | Selasa, 05 November 2024 | 17:31 WIB

Alasan Memilih Bayi Tabung untuk Keberhasilan Program Kehamilan

Alasan Memilih Bayi Tabung untuk Keberhasilan Program Kehamilan

Health | Selasa, 05 November 2024 | 15:08 WIB

Viral! Moo Deng Si Bayi Kuda Nil Ramal Hasil Pilpres AS, Trump atau Harris?

Viral! Moo Deng Si Bayi Kuda Nil Ramal Hasil Pilpres AS, Trump atau Harris?

News | Selasa, 05 November 2024 | 13:09 WIB

Bayi Dijual di Facebook, Ibu 21 Tahun Ditangkap Usai Tawar Menawar di Medsos

Bayi Dijual di Facebook, Ibu 21 Tahun Ditangkap Usai Tawar Menawar di Medsos

News | Senin, 04 November 2024 | 13:16 WIB

Turki Pimpin Koalisi Global Stop Pasokan Senjata ke Israel

Turki Pimpin Koalisi Global Stop Pasokan Senjata ke Israel

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 16:35 WIB

Seorang Mahasiswi Masuk Bui karena Membunuh Bayi Perempuannya dan Menyembunyikannya dalam Kotak Sereal

Seorang Mahasiswi Masuk Bui karena Membunuh Bayi Perempuannya dan Menyembunyikannya dalam Kotak Sereal

News | Rabu, 30 Oktober 2024 | 05:10 WIB

Terkini

Mendagri Sebut WFH 1 Hari Sepekan Tak Masalah, Kini Tinggal Tunggu Arahan Prabowo

Mendagri Sebut WFH 1 Hari Sepekan Tak Masalah, Kini Tinggal Tunggu Arahan Prabowo

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:24 WIB

Cerdas! Iran Mau Hancurkan Pusat Desalinasi Air Punya Israel, Warga Timur Tengah Bisa Mati Kehausan

Cerdas! Iran Mau Hancurkan Pusat Desalinasi Air Punya Israel, Warga Timur Tengah Bisa Mati Kehausan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:16 WIB

Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak

Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 14:03 WIB

Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:55 WIB

Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin

Diperiksa Penyidik Usai Kembali ke Rutan KPK, Yaqut: Mohon Maaf Lahir Batin

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:49 WIB

Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan

Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39 WIB

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

Gubernur DKI Tunggu Keputusan Pusat soal WFH ASN untuk Efisiensi BBM

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:30 WIB

Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran

Australia Lumpuh, SPBU Kehabisan BBM Imbas Perang Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:26 WIB

KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?

KPK Panggil Ulang Gus Yaqut Hari Ini, Ada Apa Setelah Status Penahanan Kembali ke Rutan?

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:03 WIB

Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran

Iran Ajak Negara Arab Bersatu Bentuk Pakta Pertahanan Berbasis Al Quran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 13:02 WIB