Masjid Barahat Jadi Pusat Ketegangan Antar Agama di India, Warga Muslim Dituding Lakukan Jihad Cinta

Bella

Jum'at, 20 Desember 2024 | 15:28 WIB
Masjid Barahat Jadi Pusat Ketegangan Antar Agama di India, Warga Muslim Dituding Lakukan Jihad Cinta
Rumah sakit dan fasilitas medis yang kewalahan telah menemukan sekutu dalam kelompok dan individu Muslim yang membantu pasien kritis dengan pasokan oksigen dan ruang tempat tidur yang penting. (AFP)

Suara.com - Ketegangan melanda Uttarkashi pada Minggu (1/12) setelah sebuah mahapanchayat yang diselenggarakan oleh kelompok-kelompok sayap kanan Hindu, menyerukan penggusuran masjid yang telah berdiri selama hampir lima dekade di kota tersebut. Aksi ini memicu protes dari berbagai pihak dan meningkatkan ketegangan yang telah meruncing dalam dua bulan terakhir terkait masalah hukum masjid tersebut.

Mahapanchayat yang digelar di Ramlila Maidan ini dihadiri sekitar 500 orang dan dijaga ketat oleh aparat keamanan. Dalam acara ini, beberapa legislator dari Bharatiya Janata Party (BJP) turut memberikan pidato.

Salah satu yang mencolok adalah T Raja Singh, anggota legislatif dari Telangana, yang mengkritik Pemerintah Negara Bagian Uttarakhand yang dipimpin oleh Pushkar Singh Dhami. Menurut Singh, Dhami seharusnya mengambil inspirasi dari Yogi Adityanath, Ketua Menteri Uttar Pradesh, dalam mengatasi isu yang disebutnya sebagai “land jihad” dengan menggunakan bulldozer untuk membongkar struktur yang dianggap ilegal.

Protes umat Muslim India akibat larangan pemakaian jilbab. (AP)
Protes umat Muslim India akibat larangan pemakaian jilbab. (AP)

“Kami tidak akan membiarkan jihadis menguasai tanah di Uttarakhand. Hindu di negara ini sedang melihat bagaimana orang-orang Uttarakhand memberikan pelajaran pada mereka. Ini bukan hanya masalah Uttarkashi, tapi masalah seluruh negara,” ujarnya.

Pemakaian istilah “land jihad” dan “love jihad” oleh kelompok sayap kanan Hindu telah memperburuk ketegangan antar kelompok agama di India. Istilah “land jihad” merujuk pada klaim bahwa orang Muslim membeli tanah secara ilegal, sementara “love jihad” mengacu pada narasi yang mengklaim adanya upaya orang Muslim untuk menikahi wanita Hindu dengan tujuan untuk mengubah agama mereka.

Dalam mahapanchayat tersebut, beberapa pemimpin BJP seperti Suresh Singh Chauhan yang juga anggota legislatif dari Gangotri menyerukan agar Uttarkashi tetap dipertahankan sebagai kota religi. Chauhan juga meminta agar toko-toko yang menjual daging dan alkohol dilarang.

“Kami tidak menciptakan suasana ketakutan, tetapi ini adalah kota agama,” kata Chauhan.

Pada acara tersebut, Anuj Walia, Presiden Vishva Hindu Parishad (VHP) negara bagian Uttarakhand, mengumumkan bahwa mahapanchayat berikutnya akan diadakan dalam waktu satu bulan. Mereka juga berencana untuk menggelar protes di seluruh distrik menentang keberadaan masjid tersebut, yang dianggap ilegal oleh mereka.

“Ini baru awal perjuangan kami,” ujar Walia.

baca juga

Meski pemerintah negara bagian memastikan bahwa mereka telah memberikan perlindungan bagi masjid dan tidak akan membiarkan siapa pun mengambil tindakan sepihak, ketegangan tetap tinggi. Pemerintah negara bagian menyatakan bahwa mereka tidak memberikan izin untuk acara tersebut, tetapi mahamapanchayat tetap berlangsung.

Kontroversi ini bermula pada 9 September, ketika beberapa organisasi Hindu mengajukan petisi kepada Pejabat Distrik Uttarkashi, Meharban Singh Bisht, dengan permintaan agar masjid di Barahat dihancurkan. Mereka mengklaim bahwa masjid tersebut tidak terdaftar dalam catatan resmi.

Untuk menyelidiki klaim ini, Pemerintah Distrik membentuk sebuah tim yang menyimpulkan bahwa masjid tersebut sah dan tanah tempatnya berdiri terdaftar atas nama warga Muslim.

Namun, meskipun hasil investigasi menunjukkan bahwa masjid tersebut legal, kelompok-kelompok Hindu tetap mengadakan aksi protes, yang berujung pada kerusuhan pada 24 Oktober, di mana bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat polisi menyebabkan sejumlah orang terluka.

Sementara itu, anggota komunitas Muslim setempat merasa cemas dan banyak yang memilih tetap berada di rumah mereka pada hari mahapanchayat tersebut.

Ishtiak Ahmed, salah satu warga yang tinggal di Uttarkashi, menyatakan bahwa keluarganya hidup dalam ketakutan dan khawatir dengan penyebaran kebencian yang semakin meluas.

"Kata-kata kebencian seperti ini menyebar dengan cepat. Pemerintah daerah seharusnya tidak mengizinkan acara tersebut,” ujar Ahmed, yang juga salah satu penggugat yang membawa kasus ini ke Pengadilan Tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ogah Bulan Madu ke Mekkah, Pria India Disiram Mertua dengan Air Keras

Ogah Bulan Madu ke Mekkah, Pria India Disiram Mertua dengan Air Keras

News | Jum'at, 20 Desember 2024 | 13:07 WIB

Apa Agama Mayoritas di Betlehem?

Apa Agama Mayoritas di Betlehem?

News | Jum'at, 20 Desember 2024 | 12:24 WIB

Film Chennai Express: Putri Mafia yang Jatuh Cinta dengan Penjual Manisan

Film Chennai Express: Putri Mafia yang Jatuh Cinta dengan Penjual Manisan

Your Say | Jum'at, 20 Desember 2024 | 09:10 WIB

Lucky Baskhar: Film Genre Drama Kriminal India Penuh Aksi dan Kritik Sosial

Lucky Baskhar: Film Genre Drama Kriminal India Penuh Aksi dan Kritik Sosial

Your Say | Kamis, 19 Desember 2024 | 16:21 WIB

Kapal Perang India Tabrak Feri Rombongan Wisatawan , 13 Orang Dilaporkan Tewas

Kapal Perang India Tabrak Feri Rombongan Wisatawan , 13 Orang Dilaporkan Tewas

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 14:30 WIB

Wabah Misterius Serang Sebuah Desa di India, Hingga Kini 8 Orang Dilaporkan Meninggal

Wabah Misterius Serang Sebuah Desa di India, Hingga Kini 8 Orang Dilaporkan Meninggal

News | Kamis, 19 Desember 2024 | 13:47 WIB

Sinopsis Girls Will Be Girls, Film Terbaru Preeti Panigrahi di Prime Video

Sinopsis Girls Will Be Girls, Film Terbaru Preeti Panigrahi di Prime Video

Your Say | Rabu, 18 Desember 2024 | 18:49 WIB

Seorang Pria di India Ditangkap Usai Menyamar sebagai Menteri Dalam Negeri

Seorang Pria di India Ditangkap Usai Menyamar sebagai Menteri Dalam Negeri

News | Rabu, 18 Desember 2024 | 17:24 WIB

Kepergok Tidur dengan Istri Orang, Pria India Tewas Dianiaya Hingga Kuku Dicabut

Kepergok Tidur dengan Istri Orang, Pria India Tewas Dianiaya Hingga Kuku Dicabut

News | Selasa, 17 Desember 2024 | 17:01 WIB

3 Film Action India yang Dibintangi Arjun Kapoor, Terbaru Ada Singham Again

3 Film Action India yang Dibintangi Arjun Kapoor, Terbaru Ada Singham Again

Your Say | Senin, 16 Desember 2024 | 12:51 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×