"Eksekutornya PKH dan Kartu Sembako adalah Kementerian Sosial, tapi kalau bantuan pangan berupa beras eksekutornya Bapanas tapi datanya harus sesuai dengan yang disepakati," katanya.
Bansos Lahan Basah Politisasi
Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi alias Awiek mengomentari aksi Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi yang tampak asik membagikan bantuan sosial atau bansos kesejumlah masyarakat yang ia kunjungi tanpa melibatkan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang merupakan penanggung jawab pemberian bansos.
Menurutnya, hal itu memang telah menjadi kekhawatiran PPP terlebih pihak paslon nomor urut 3 Ganjar-Mahfud.
"Itulah yang kita khawatirkan sebenarnya bahwa bansos menjadi lahan politisisasi," kata Awiek saat dihubungi, Rabu (31/1/2024).

Sementara itu, Juru Bicara Anies-Muhaimin, Tatak Ujiyati juga melihat adanya aksi Jokowi tersebut dianggap menguntungkan pasangan Prabowo-Gibran.
"Jadi kita lihat ini memang menguntungkan paslon 02, karena asosiasi beliau ini adalah ayah dari Mas Gibran," kata Tatak, (31/1/2024).
Menanggapi hal itu, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara terkait kritikan terhadap Presiden Jokowi yang rajin bagi-bagi bansos. Menurut Luhut hal itu tidak perlu diributkan karena memang sudah diputuskan sebelumnya.
"Kalau orang bagi-bagi sembako presiden, orang terus ribut, menurut saya ngapain sih ribut? itu sudah dibuat putusin DPR kok, APBN kok," ungkap Luhut,Minggu (11/2/2024).
Prabowo-Gibran Unggul 58 Persen
Lalu Tiba lah hari pencoblosan Pilpres 2024 pada 14 Februari 2024. Hasil hitung cepat memperlihatkan, Prabowo-Gibran unggul telak dari kompetitornya dengan rataan perolehan suara 58 persen.
Adapun pasangan Anies-Muhaimin hanya bertengger di urutan ke dua dengan perolehan suara dari hasil hitung cepat dengan angka 25 persen. Sementara Ganjar-Mahfud hanya memperoleh rataan suara 16 persen saja.
Tak lama berselang Komisi Pemilihan Umum (KPU) akhirnya menetapkan pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang Pilpres 2024 dengan perolehan 96.214.691 suara atau 58,6 persen. Hasil itu tak jauh dari hasil hitung cepat.
Hasil Pilpres Digugat ke MK
Hasil yang diumumkan oleh KPU tersebut pun akhirnya digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin.
Tim Pemenangan Nasional (TPN) paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, akan mengajukan gugatan hasil penghitungan suara Pemilu 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK), pada 24 Maret 2024.
Sementara Anies-Muhaimin dan timnya mengajukan ke MK pada 21 Maret 2024.
Adanya abuse of power atau penyalahgunaan kekuasaan jadi materi gugatan utama tim Ganjar-Mahfud,. Tim hukum Ganjar-Mahfud melihatnya dalam bentuk kebijakan yang dilakukan dengan cara mempolitisasi bantuan sosial (bansos). Dan mendesak agar pasangan Prabowo-Gibran didiskualifikasi dari kemenangannya di Pilpres 2024.
Sementara tim Anies-Muhaimin isi gugatannya juga hampir kurang lebih sama yakni meminta MK mendiskualifikasi Prabowo-Gibran dan meminta MK agar memperingatkan Jokowi tak cawe-cawe.

Sidang pun berjalan pada April 2024. Keputusannya MK menolak gugatan dari Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin.
Namun dalam keputusan itu ada tiga hakim konstitusi, yakni Saldi Isra, Enny Nurbaningsih, dan Arief Hidayat menyampaikan pendapat berbeda atau dissenting opinion.
Anggota Majelis Hakim Konstitusi Saldi Isra menyampaikan dissenting opinion atau pendapat berbeda dari putusan MK dalam sidang putusan sengketa Pilpres 2024 yang dilayangkan pasangan capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan-Cak Imin (AMIN).
Salah satu pendapatnya, Saldi menyatakan jika adanya sejumlah Penjabat Gubernur (PJ) tak netral di Pilpres 2024.
Anggota Majelis Hakim Konstitusi Arief Hidayat menjadi salah satu hakim yang juga menyatakan pendapat berbeda atau dissenting opinion terhadap putusan MK soal sengketa Pilpres 2024 yang diajukan paslon nomor urut 1 Anies-Muhaimin.
Arief dalam penyampaian dissentingnya menyinggung soal demokrasi saat ini dinilai telah alami defisit. Meski begitu, dengan adanya putusan MK tersebut, akhirnya Prabowo-Gibran dinyatakan sebagai pemenang Pilpres 2024.
Berkali-kali Kalah, Akhirnya Menang Juga
Prabowo pun kemudian menyampaikan pidatonya usai ditetapkan sebagai pemenanggg Pilpres 2024. Ia menyampaikan jika pertandingan sudah selesai dan meminta semua pihak ke depan harus bekerja sama.
"Pertandingan selesai, pertandingan yang sangat penting, kontestasi yang sangat penting, ini yang diminta rakyat, rakyat membutuhkan pilihan. Setelah ini rakyat menuntut semua unsur pimpinan harus bekerja sama, harus kolaborasi, untuk membawa kebaikan untuk membawa kesejahteraan, untuk membawa kemakmuran untuk menghilangkan kemiskinan, untuk menghilangkan kelaparan, untuk menghilangkan korupsi di bangsa Indonesia," kata Prabowo dalam pidatonya di kantor KPU RI, Rabu (24/4/2024).
Ini jadi kemenangan yang ditunggu-tunggu usai Prabowo beberapa kali tercatat mencoba bertarung di Pilpres 2024. Pertama, Prabowo mencoba peruntungan untuk bertarung di Pilpres 2004 dengan mengikuti kovensi calon presiden Partai Golkar namun gagal.
Kemudian Prabowo mencoba peruntungannya dengan maju sebagai cawapres dari Megawati Soekarnoputri di Pilpres 2009. Hal itu dilakukan usain dirinya mendirikan Partai Gerindra.
Kalah di 2009, Prabowo kemudian majub di Pilpres 2014 sebagai capres dengan cawapresnya Hatta Rajasa. Dia kalah dari Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla alias JK.
Lalu Prabowo mencoba lagi sebagai capres di Pilpres 2019 berpasangan dengan Sandiaga Uno. Namun dia lagi-lgi kalah dari Jokowi yang kali ini berpasangan dengan KH Maruf Amin.
Prabowo Sah Presiden RI
Ketua MPR RI Ahmad Muzani atas nama lembaganya menyampaikan selamat usai Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka resmi dilantik atau menganbil sumpah jabatan sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029.
Hal itu disampaikan Muzani usai prosesi pengambilan sumpah jabatan dilakukan. Muzani sendiri bertindak sebagai pimpinan sidang paripurna di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024).
![Presiden Prabowo Subianto melintas dan menyapa warga di Bundaran HI, Jakarta, pada Minggu (20/10/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/10/20/56058-pelantikan-prabowo-gibran-prabowo-subianto-prabowo-sapa-warga-di-bundaran-hi.jpg)
"Atas nama Pimpinan dan Anggota Majelis, serta seluruh rakyat Indonesia, kami menyampaikan selamat kepada Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Gibran Rakabuming Raka yang telah memperoleh kepercayaan rakyat Indonesia sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk melaksanakan amanah rakyat, bangsa, dan negara dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan, yakni terhitung sejak 20 Oktober 2024 sampai dengan 20 Oktober 2029 yang akan datang," kata Muzani.
Usai dilantik Prabowo pun menyampaikan pidato poltiknya perdana setelah dikukuhkan sebagai Presiden ke-8 RI. Ia menekankan soal pentingnya swasembada pangan, lalu mengenai korupsi, dan persoalan demokrasi.
Prabowo hanya menegaskan, bahwa pemimpin harus bekerja untuk rakyat, bukan untuk kerabat atau diri sendiri.
"Kita harus selalu ingat setiap pemimpin dalam setiap tingkatan harus selalu ingat pekerjaan kita harus untuk rakyat. Bukan, bukan, bukan kita bekerja untuk diri kita sendiri, bukan kita bekerja untuk kerabat kita, bukan kita bekerja untuk pemimpin-pemimpin kita pemimpin yang harus bekerja untuk rakyat," ujarnya.
Menurutnya, rakyat belum menikmati hasil kemerdakaan. Pasalnya, masih banyak rakyat yang berada di bawah garis kemiskinan.
"Terlalu banyak anak-anak kita yang berangkat sekolah tidak makan pagi, terlalu banyak anak-anak kita yang tidak punya pakaian untuk berangkat sekolah saudara-saudara sekalian, kita sebagai pemimpin politik jangan kita terlalu senang melihat angka-angka statistik yang membuat kita terlalu cepat gembira, terlalu cepat puas," ujarnya.
Kemudian Prabowo hanya berjanji ke depan dibawah kepemimpinannya akan membuat lumbung pangan dunia.
Ia sama sekali tak menyinggung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).