Ukraina Gempur Pabrik dan Fasilitas Energi di Rusia, Moskow Janji Balas

Bella

Rabu, 15 Januari 2025 | 07:40 WIB
Ukraina Gempur Pabrik dan Fasilitas Energi di Rusia, Moskow Janji Balas
Ilustrasi ledakan bom. (Shutterstock)

Suara.com - Ukraina melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone terhadap pabrik serta fasilitas energi di Rusia pada Selasa (16/1) dini hari. Serangan ini memicu kebakaran di berbagai lokasi yang berjarak ratusan kilometer dari garis depan, menurut sumber dari dinas keamanan Ukraina (SBU).

Militer Rusia menuduh Ukraina menggunakan rudal yang dipasok oleh Amerika Serikat dan Inggris dalam serangan ini. Moskow pun berjanji akan memberikan respons terhadap serangan yang disebutnya sebagai "tidak akan dibiarkan begitu saja."

Akibat serangan ini, sekolah-sekolah di wilayah Saratov, Rusia, terpaksa ditutup. Selain itu, setidaknya sembilan bandara di bagian tengah dan barat Rusia sempat menghentikan aktivitas penerbangan, menurut pejabat Rusia.

Ketegangan antara Rusia dan Ukraina meningkat menjelang pelantikan Presiden AS terpilih, Donald Trump, pekan depan. Kedua belah pihak berupaya memperkuat posisi mereka dalam potensi negosiasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun.

Serangan ke Pabrik dan Kilang Minyak

Sumber dari SBU menyatakan bahwa ledakan terjadi di "pabrik kimia, kilang minyak, dan gudang" di Rusia. Di antara target yang diserang pada Selasa dini hari adalah pabrik kimia di wilayah Tula dan Bryansk, Rusia barat.

Di Saratov, yang berjarak lebih dari 600 kilometer dari Moskow, Ukraina menghantam kilang minyak dan gudang senjata. Gubernur Saratov, Roman Busargin, menyebut skala serangan ini sebagai "massif." Sekolah-sekolah di Saratov dan Engels pun beralih ke pembelajaran daring akibat serangan ini.

Sementara itu, di wilayah Tatarstan yang kaya energi, sebuah drone menghantam tangki penyimpanan gas, menyebabkan kobaran api dan asap tebal di dekat kota Kazan. Media lokal menyebut serangan itu mengenai pangkalan penyimpanan gas cair dan membagikan gambar asap hitam yang membumbung tinggi.

Pukulan Menyakitkan bagi Rusia

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh enam rudal ATACMS buatan AS dan enam rudal jelajah Storm Shadow buatan Inggris yang ditembakkan Ukraina ke wilayah perbatasan Bryansk.

Militer Ukraina sebelumnya mengklaim berhasil menghantam sebuah pabrik kimia di Bryansk yang memproduksi bahan bakar roket dan bahan peledak untuk tentara Rusia. "Drone berhasil mengalihkan perhatian sistem pertahanan udara Rusia, sehingga rudal dapat mengenai target utama," kata Pasukan Sistem Tak Berawak Ukraina.

Ukraina secara rutin menargetkan situs militer dan energi di Rusia sebagai bentuk balasan atas serangan berulang Rusia terhadap jaringan energi Ukraina sejak invasi dimulai pada Februari 2022.

"Setiap depot amunisi, kilang minyak, atau pabrik kimia yang rusak adalah pukulan menyakitkan bagi kemampuan Rusia untuk berperang di Ukraina," ujar sumber dari SBU.

Seorang blogger Ukraina, Nikolayevski Vanyok, menyebut serangan semalam sebagai "mungkin salah satu yang paling efektif" dalam perang ini, dengan jangkauan serangan yang lebih luas dari biasanya.

Di sisi lain, angkatan udara Ukraina melaporkan telah menembak jatuh 58 drone buatan Iran yang diluncurkan oleh Rusia. Sebanyak 21 lainnya berhasil dilumpuhkan melalui sistem gangguan elektronik atau jatuh sebelum mencapai target.

Situasi Memanas Jelang Pelantikan Trump

Sementara serangan udara terus berlanjut, pasukan Ukraina mengalami kesulitan di garis depan, terutama di wilayah timur Donetsk. Pejabat di Pokrovsk, kota yang menjadi target utama Rusia di wilayah itu, kembali mengimbau warga yang tersisa untuk segera meninggalkan kota tersebut.

Moskow mengklaim telah merebut kembali dua desa di Donetsk, yakni Neskuchne dan Terny, yang sebelumnya sempat direbut oleh Ukraina. Keberhasilan ini menjadi simbolis bagi militer Rusia di tengah kesulitan Ukraina mempertahankan wilayahnya.

Pertempuran sengit terus berlangsung menjelang pelantikan Donald Trump pada 20 Januari. Trump sebelumnya menyatakan ingin mengakhiri konflik ini dalam "24 jam" setelah menjabat, yang memunculkan kekhawatiran di Kyiv bahwa Ukraina mungkin dipaksa untuk membuat konsesi teritorial sebagai syarat perdamaian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rusia Tanggapi Sanksi AS yang Serang Sektor Energi, Ancaman Ketidakstabilan Global

Rusia Tanggapi Sanksi AS yang Serang Sektor Energi, Ancaman Ketidakstabilan Global

News | Selasa, 14 Januari 2025 | 15:25 WIB

Daftar Anggota BRICS Terbaru: Indonesia, Iran, dan Arab Saudi Resmi Bergabung

Daftar Anggota BRICS Terbaru: Indonesia, Iran, dan Arab Saudi Resmi Bergabung

Bisnis | Senin, 13 Januari 2025 | 18:02 WIB

300 Tentara Korea Utara Tewas Jadi 'Umpan Meriam' Rusia di Ukraina

300 Tentara Korea Utara Tewas Jadi 'Umpan Meriam' Rusia di Ukraina

News | Senin, 13 Januari 2025 | 17:14 WIB

Zelenskyy Ajak Kim Jong Un Tukar Tentara Korea Utara dengan Prajurit Ukraina di Rusia

Zelenskyy Ajak Kim Jong Un Tukar Tentara Korea Utara dengan Prajurit Ukraina di Rusia

News | Senin, 13 Januari 2025 | 17:01 WIB

Ingin Selesaikan Konflik Rusia-Ukraina, Putin Disebut Siap Bertemu Trump

Ingin Selesaikan Konflik Rusia-Ukraina, Putin Disebut Siap Bertemu Trump

Video | Selasa, 14 Januari 2025 | 11:00 WIB

AS Beri Sanksi untuk Rusia, Harga Minyak Dunia Bakal Ngamuk

AS Beri Sanksi untuk Rusia, Harga Minyak Dunia Bakal Ngamuk

Bisnis | Senin, 13 Januari 2025 | 15:57 WIB

Korsel: Korut Perintahkan Tentaranya Bunuh Diri daripada Ditangkap Hidup-hidup di Ukraina

Korsel: Korut Perintahkan Tentaranya Bunuh Diri daripada Ditangkap Hidup-hidup di Ukraina

News | Senin, 13 Januari 2025 | 13:27 WIB

Putin dan Trump Akan Bertemu, Dapatkah Mereka Meredakan Ketegangan Global?

Putin dan Trump Akan Bertemu, Dapatkah Mereka Meredakan Ketegangan Global?

News | Senin, 13 Januari 2025 | 11:56 WIB

Perankan Sosok Vladimir Putin di Film, Jude Law Merasa Terbebani?

Perankan Sosok Vladimir Putin di Film, Jude Law Merasa Terbebani?

Your Say | Senin, 13 Januari 2025 | 10:15 WIB

2 Tentara Korut Tertangkap di Ukraina, Dikira Hanya Ikut Latihan Militer Bukan Perang

2 Tentara Korut Tertangkap di Ukraina, Dikira Hanya Ikut Latihan Militer Bukan Perang

News | Minggu, 12 Januari 2025 | 21:55 WIB

Terkini

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:29 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:19 WIB

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:53 WIB

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:44 WIB

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:35 WIB

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:10 WIB

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:04 WIB

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:45 WIB