Hampir 40 Orang Tewas Akibat Penyerbuan di India

Bella | Suara.com

Kamis, 30 Januari 2025 | 05:15 WIB
Hampir 40 Orang Tewas Akibat Penyerbuan di India
Ilustrasi jenazah. (Unsplash)

Suara.com - Hampir 40 jenazah telah dibawa ke kamar mayat rumah sakit setelah insiden penyerbuan di Maha Kumbh Mela, India utara, pada Rabu (29/1). Tragedi ini terjadi saat puluhan juta orang berkumpul untuk mandi di sungai suci pada hari paling sakral dari festival yang berlangsung selama enam minggu.

Menurut tiga sumber kepolisian yang berbicara kepada Reuters, jenazah terus berdatangan ke kamar mayat Rumah Sakit Moti Lal Nehru Medical College lebih dari 12 jam setelah insiden terjadi. Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan jumlah korban secara resmi.

"Lebih banyak jenazah berdatangan. Kami memiliki hampir 40 jenazah di sini. Kami juga memindahkan mereka keluar dan menyerahkannya kepada keluarga satu per satu," ujar salah satu sumber kepolisian.

Perwira polisi senior Vaibhav Krishna menolak memberikan jumlah korban secara resmi, dengan alasan bahwa petugas masih sibuk mengelola situasi di lapangan.

Sementara itu, keluarga korban yang putus asa mengantre untuk mengidentifikasi kerabat mereka yang tewas akibat desak-desakan. Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa insiden ini terjadi karena kepadatan yang luar biasa saat para penyembah berbondong-bondong menuju pertemuan tiga sungai suci. Penutupan rute ke air juga menyebabkan kepanikan, membuat banyak orang terhenti dan pingsan karena sesak napas.

"Terjadi keributan, semua orang mulai mendorong, menarik, dan memanjat satu sama lain. Ibu saya pingsan... lalu saudara ipar saya. Orang-orang menabrak mereka," ujar Jagwanti Devi, seorang penyintas berusia 40 tahun.

Di Rumah Sakit SRN Prayagraj, tempat beberapa korban luka dirawat, seorang pejabat menyebutkan bahwa banyak korban meninggal karena serangan jantung atau penyakit penyerta seperti diabetes.

"Orang-orang datang dengan patah tulang, fraktur... Beberapa pingsan di tempat dan dibawa dalam keadaan meninggal," kata pejabat tersebut yang enggan disebutkan namanya.

Perdana Menteri India, Narendra Modi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menyatakan bahwa pejabat setempat telah dikerahkan untuk membantu para penyintas. Namun, ia tidak menyebutkan jumlah pasti korban tewas.

Sementara itu, Yogi Adityanath, Kepala Menteri Negara Bagian Uttar Pradesh, menjelaskan bahwa penyerbuan terjadi ketika beberapa penyembah mencoba melompati barikade yang dipasang untuk mengendalikan kerumunan. Insiden tersebut terjadi antara pukul 01.00 hingga 02.00 dini hari waktu setempat.

Di lokasi kejadian, suasana haru terlihat jelas. Beberapa orang terduduk di tanah sambil menangis, sementara yang lain melangkahi barang-barang yang ditinggalkan oleh mereka yang berusaha melarikan diri dari kepanikan massa. Tragedi ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya manajemen massa dalam acara keagamaan berskala besar seperti Maha Kumbh Mela.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Desak-desakan Maut di Kumbh Mela India, 15 Jemaah Tewas Terinjak-injak

Desak-desakan Maut di Kumbh Mela India, 15 Jemaah Tewas Terinjak-injak

News | Rabu, 29 Januari 2025 | 17:53 WIB

Panggung Kayu Runtuh Saat Pertemuan Keagamaan di India, Lima Orang Tewas dan Puluhan Terluka

Panggung Kayu Runtuh Saat Pertemuan Keagamaan di India, Lima Orang Tewas dan Puluhan Terluka

News | Selasa, 28 Januari 2025 | 17:15 WIB

Jens Raven Berharap Dapat Menit Bermain Lebih saat Lawan India

Jens Raven Berharap Dapat Menit Bermain Lebih saat Lawan India

Bola | Selasa, 28 Januari 2025 | 15:11 WIB

Pesona Tesla Model 3 Jadi Mobil Jenazah, Interiornya Mewah

Pesona Tesla Model 3 Jadi Mobil Jenazah, Interiornya Mewah

Otomotif | Selasa, 28 Januari 2025 | 15:45 WIB

Jenazah WNI yang Tewas Ditembak Aparat Malaysia Segera Dipulangkan ke Riau

Jenazah WNI yang Tewas Ditembak Aparat Malaysia Segera Dipulangkan ke Riau

News | Selasa, 28 Januari 2025 | 14:46 WIB

Mengapa Orang Indonesia Sangat Suka Film dan Lagu-Lagu Kuch Kuch Hota Hai?

Mengapa Orang Indonesia Sangat Suka Film dan Lagu-Lagu Kuch Kuch Hota Hai?

Entertainment | Selasa, 28 Januari 2025 | 12:50 WIB

Pekerja Tewas Tertimpa Tower Musala di Bekasi, Damkar Kesulitan Evakuasi Korban Gegara Terkubur Reruntuhan Beton

Pekerja Tewas Tertimpa Tower Musala di Bekasi, Damkar Kesulitan Evakuasi Korban Gegara Terkubur Reruntuhan Beton

News | Senin, 27 Januari 2025 | 23:20 WIB

Tragis! Tower Musala di Bekasi Ambruk Tewaskan 1 Pekerja, Lainnya Luka-luka

Tragis! Tower Musala di Bekasi Ambruk Tewaskan 1 Pekerja, Lainnya Luka-luka

News | Senin, 27 Januari 2025 | 21:43 WIB

Prabowo, Menlu Sugiono dan Mayor Teddy Nyanyi Kuch Kuch Hota Hai di India, Media India Terpukau!

Prabowo, Menlu Sugiono dan Mayor Teddy Nyanyi Kuch Kuch Hota Hai di India, Media India Terpukau!

Video | Senin, 27 Januari 2025 | 17:00 WIB

Kasus Penembakan WNI di Malaysia, Menteri P2MI Minta Keluarga Korban Dikabari: Supaya Tak Simpang Siur

Kasus Penembakan WNI di Malaysia, Menteri P2MI Minta Keluarga Korban Dikabari: Supaya Tak Simpang Siur

News | Senin, 27 Januari 2025 | 13:20 WIB

Terkini

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:23 WIB

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:00 WIB

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:48 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:25 WIB

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:00 WIB

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:34 WIB

Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan

Terungkap! OTT KPK di Tulungagung Diduga Terkait Skema Pemerasan

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:29 WIB

OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa

OTT KPK Tulungagung: 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Bupati Ikut Diperiksa

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:24 WIB

Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita

Bupati Tulungagung Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Ikut Disita

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:52 WIB

Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

Kasus Pegawai KPK Gadungan Peras Sahroni, Ketua KPK Minta Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi

News | Sabtu, 11 April 2026 | 15:18 WIB