Anak-anak Palestina Jadi Korban Serangan Israel di Gaza Pasca Gencatan Senjata

Aprilo Ade Wismoyo Suara.Com
Senin, 03 Februari 2025 | 11:29 WIB
Anak-anak Palestina Jadi Korban Serangan Israel di Gaza Pasca Gencatan Senjata
Tentara Israel bersiaga dengan senjata mereka dalam bentrokan dengan pengunjuk rasa Palestina di dekat Kota Nablus, Tepi Barat, Desember 2020. [Dok.Antara]

Suara.com - Setidaknya empat warga Palestina terluka dalam serangan Israel pada hari Minggu terhadap sebuah kendaraan di jalan pesisir sebelah barat kamp Nuseirat di bagian tengah Jalur Gaza, kata petugas medis kepada Reuters.

Petugas medis awalnya mengumumkan bahwa seorang anak laki-laki tewas dalam serangan itu, tetapi kemudian mengatakan mereka berhasil menyadarkannya.

Militer Israel mengatakan sebuah pesawat Israel menembaki apa yang digambarkan militer sebagai kendaraan mencurigakan yang bergerak menuju Gaza utara di luar rute pemeriksaan yang ditetapkan oleh perjanjian gencatan senjata.

"IDF (militer Israel) siap menghadapi skenario apa pun dan akan terus mengambil tindakan yang diperlukan untuk menggagalkan ancaman langsung terhadap tentara IDF," katanya, tanpa memberikan rincian tentang dampak serangan atau korban jiwa.

Beberapa warga Palestina dilaporkan tewas oleh tembakan Israel sejak perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 19 Januari.

Israel mengatakan pasukannya telah melepaskan tembakan dalam insiden di mana tokoh-tokoh "mencurigakan", terkadang bersenjata, menimbulkan risiko bagi pasukan Israel yang ditempatkan di beberapa wilayah Gaza sebagaimana ditetapkan oleh kesepakatan bertahap.

Hamas menggambarkan insiden ini sebagai pelanggaran gencatan senjata.

Selama fase pertama gencatan senjata, 33 anak-anak, wanita dan sandera pria tua serta orang sakit dan terluka, dijadwalkan dibebaskan. Dari jumlah tersebut, 18 orang telah dibebaskan sejauh ini. Lebih dari 60 sandera pria usia militer akan tetap ditawan hingga fase kedua dinegosiasikan.

Negosiasi akan dimulai pada hari Selasa mengenai kesepakatan pembebasan sandera yang tersisa dan penarikan pasukan Israel dari Gaza dalam fase kedua kesepakatan, yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang di Gaza.

Baca Juga: Semangati Anak-anak Korban Perang Palestina dan Ukraina di Roma, Megawati: Be Strong, Be Careful!

Kemudian pada hari Minggu, Hamas menuduh Israel menunda pelaksanaan bagian kemanusiaan dari kesepakatan tersebut, dengan mengatakan Israel belum mengizinkan masuknya pasokan medis, bantuan, bahan bakar, dan rekonstruksi yang dibutuhkan sesuai dengan kesepakatan.

"Kami mendesak para mediator dan penjamin perjanjian gencatan senjata untuk memaksa pendudukan (Israel) mengizinkan masuknya bahan-bahan bantuan sesuai dengan perjanjian, yang paling mendesak dibutuhkan adalah tenda, bahan bakar, bahan makanan, dan mesin berat," kata juru bicara kelompok itu, Hazem Qassem.

Belum ada komentar langsung dari Israel mengenai pernyataan Hamas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI