Zelenskyy Kecewa Ukraina Tak Dilibatkan dalam Negosiasi Perang

Andi Ahmad S

Rabu, 19 Februari 2025 | 18:17 WIB
Zelenskyy Kecewa Ukraina Tak Dilibatkan dalam Negosiasi Perang
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, sedang berada di ruang kerjanya. (Instagram/@zelenskiy_official)

Suara.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa dirinya sangat kecewa kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengirim utusan untuk negosiasi perang Rusia-Ukraina di Arab.

Dirinya menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan kuat dari Donald Trump sekaligus mengkritik dikesampingkannya Kiev dari pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang dengan Rusia.

Berbicara kepada sekelompok wartawan di Bandara Esenboga, Ankara, setelah bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Zelenskyy mengatakan, “Saya ingin Trump lebih berpihak kepada kami. Banyak politisi dari Partai Republik maupun Demokrat mendukung kami. Saya tidak ingin kehilangan dukungan ini.”

"Kami melihat bahwa mereka mulai mengeluarkan (Presiden Rusia Vladimir) Putin dari isolasi politik, tetapi itu adalah keputusan mereka. Mereka sedang bernegosiasi," tambah Zelenskyy.

Pernyataan Zelenskyy itu mencuat setelah AS dan Rusia mengadakan pembicaraan di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, yang menandai pertemuan langsung pertama antara diplomat Amerika dan Rusia sejak perang dimulai pada 24 Februari 2022.

Dalam kesempatan itu, Zelenskyy juga mengkritik karena Ukraina tidak dilibatkan dalam negosiasi untuk mengakhiri perang, serta mempertanyakan legitimasi pembicaraan yang dilakukan tanpa keterlibatan Kiev.

“Ketika mereka mengatakan ‘ini rencana kami untuk mengakhiri perang,’ itu menimbulkan pertanyaan bagi kami. Di mana posisi kami? Di mana kami dalam meja perundingan ini? Perang ini terjadi di dalam wilayah Ukraina. Putin membunuh rakyat Ukraina, bukan orang Amerika. Bukan orang Eropa juga. Yang meninggal adalah orang Ukraina,” ujarnya.

“Kami menginginkan perdamaian yang adil, yang langgeng, dan berkelanjutan,” ujarnya melanjutkan.

“Salah satu hal terpenting dalam semua ini adalah bahwa kita harus maju bersama pihak-pihak yang benar-benar dapat memberikan jaminan keamanan kepada kami. Jika ini bukan akhir dari perang, tetapi hanya gencatan senjata, maka tentu saja ini merupakan langkah penting menuju akhir fase panas perang ini,” katanya.

baca juga

Zelenskyy menekankan bahwa baik Ukraina maupun Rusia harus hadir dalam meja perundingan untuk mencapai perdamaian, serta menyatakan bahwa tidak hanya Uni Eropa, tetapi seluruh benua Eropa harus terlibat dalam proses ini.

Ia juga menyebutkan bahwa dirinya telah membahas keterlibatan Eropa dalam negosiasi dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Menurutnya, Macron telah berdiskusi dengan para pemimpin Uni Eropa di Prancis dan akan ada perundingan lebih lanjut.

Bertemu Erdogan

Dalam kunjungan ke Turki, Zelenskyy bertemu dengan Presiden Erdogan guna mengungkapkan apresiasi atas dukungan serta keramahan yang diberikan Ankara kepada Ukraina.

“Pembicaraan kami selalu berfokus pada isu-isu konkret. Hari ini, kami mengadakan perundingan yang sangat substantif. Meski saya tidak bisa mengungkapkan semua rinciannya, saya bisa mengatakan bahwa saya puas dengan hasilnya,” ujar Zelenskyy mengenai pertemuannya dengan Erdogan.

Zelenskyy menekankan perlunya pertukaran tahanan secara menyeluruh, dengan menyoroti bahwa masih banyak warga Ukraina, termasuk Tatar Krimea yang dipenjara karena keyakinan agama mereka, yang tetap ditahan oleh Rusia. Ia juga mengingatkan upaya Erdogan di masa lalu dalam membantu pembebasan tahanan.

Selain itu, Zelenskyy menyoroti kerja sama industri pertahanan antara Turki dan Ukraina.

Ia menyebut adanya pembicaraan dengan perusahaan pertahanan Turki, Baykar, serta kolaborasi dalam pengembangan drone jarak jauh.

Turki juga sedang membangun dua kapal korvet untuk Angkatan Laut Ukraina, di mana satu unit telah selesai, sementara yang lainnya dijadwalkan rampung pada 2026.

Zelenskyy juga mencatat bahwa meskipun Ukraina berada dalam kondisi perang, volume perdagangan dengan Turki tetap melebihi 6 miliar dolar AS (sekitar Rp98,2 triliun) dan ia optimistis angka ini akan meningkat menjadi 10 miliar dolar AS (sekitar Rp163,6 triliun) setelah perjanjian perdagangan bebas (FTA) disahkan.

Ia pun mengundang Presiden Erdogan untuk berkunjung ke Ukraina guna merealisasikan kesepakatan ini. [Antara].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Desak Ukraina Gelar Pemilu Baru: Negaranya Hancur Lebur

Trump Desak Ukraina Gelar Pemilu Baru: Negaranya Hancur Lebur

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 16:27 WIB

Trump Akan Pertahankan Sanksi Rusia hingga Ada Solusi untuk Ukraina

Trump Akan Pertahankan Sanksi Rusia hingga Ada Solusi untuk Ukraina

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 14:22 WIB

Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro Resmi Didakwa Terkait Kerusuhan di Brasilia 2023

Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro Resmi Didakwa Terkait Kerusuhan di Brasilia 2023

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 13:26 WIB

Terkini

Suahasil Klaim Investor Asing Masih Percaya Pemerintah, SBN Dibeli hingga Rp 28,79 T

Suahasil Klaim Investor Asing Masih Percaya Pemerintah, SBN Dibeli hingga Rp 28,79 T

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 11:43 WIB

Siapa Lagi yang Disadap Listyo Sigit? Demokrat Minta Polri Ungkap Kasus secara Transparan

Siapa Lagi yang Disadap Listyo Sigit? Demokrat Minta Polri Ungkap Kasus secara Transparan

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:43 WIB

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi JMO, Bisa Lewat Website

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi JMO, Bisa Lewat Website

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 11:40 WIB

Girang Dapat Trofi MoTM Liga Champions, Calvin Verdonk: Mau Dipajang di Ruang Tamu Sebelah TV

Girang Dapat Trofi MoTM Liga Champions, Calvin Verdonk: Mau Dipajang di Ruang Tamu Sebelah TV

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 11:35 WIB

Mengapa Vape Dianggap Jadi Pintu Masuk Narkoba? Benarkah Harus Dilarang Total?

Mengapa Vape Dianggap Jadi Pintu Masuk Narkoba? Benarkah Harus Dilarang Total?

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:35 WIB

Aliansi Anak Kampung Desak Polri Buka SP3 Denny Indrayana, Pertanyakan Dugaan Kerugian Negara

Aliansi Anak Kampung Desak Polri Buka SP3 Denny Indrayana, Pertanyakan Dugaan Kerugian Negara

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 11:34 WIB

Penyadapan Presiden Bentuk Abuse of Power, Sekjen PKS: Usut Siapa yang Memberi Perintah!

Penyadapan Presiden Bentuk Abuse of Power, Sekjen PKS: Usut Siapa yang Memberi Perintah!

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:32 WIB

Daftar Presiden RI yang Pernah Disadap: dari Era Habibie, SBY, Jokowi hingga Prabowo

Daftar Presiden RI yang Pernah Disadap: dari Era Habibie, SBY, Jokowi hingga Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:32 WIB

Review Buku Chapterhouse: Dune, Seni Mengubah Musuh Jadi Sekutu

Review Buku Chapterhouse: Dune, Seni Mengubah Musuh Jadi Sekutu

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:30 WIB

Pahami Fungsi Penting Posisi Netral pada Mobil Matik Beserta Waktu yang Tepat Penggunaannya

Pahami Fungsi Penting Posisi Netral pada Mobil Matik Beserta Waktu yang Tepat Penggunaannya

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 11:29 WIB

×