Macron Pimpin Pertemuan Koordinasi Eropa Terkait Ancaman Rusia di Tengah Perubahan Kebijakan AS

Bella

Kamis, 20 Februari 2025 | 15:40 WIB
Macron Pimpin Pertemuan Koordinasi Eropa Terkait Ancaman Rusia di Tengah Perubahan Kebijakan AS
Presiden Prancis Emmanuel Macron bersama Presiden Ukraina Zelenskyy. (Instagram)

Suara.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu (19/2) mengadakan pertemuan lanjutan mengenai Ukraina untuk mengoordinasikan tanggapan Eropa terhadap ancaman dari Rusia. Langkah ini dilakukan setelah perubahan kebijakan mendadak di Washington, yang mengindikasikan kemungkinan pendekatan baru terhadap Moskow.

Dalam pertemuan tersebut, Macron berbicara kepada para pemimpin dari 19 negara, termasuk Kanada. Sebagian besar dari mereka berpartisipasi melalui konferensi video, menurut keterangan resmi dari kantor kepresidenan Prancis.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengejutkan Uni Eropa dengan menunjukkan niat untuk kembali berdialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pendekatan ini menimbulkan kekhawatiran di Eropa, terutama karena Trump tampaknya siap untuk membahas masa depan Ukraina tanpa melibatkan pemimpin Eropa maupun Kyiv.

Sebagai respons, Macron pada Senin sebelumnya telah mengadakan pembicaraan darurat dengan para pemimpin utama Eropa serta pejabat tinggi NATO dan Uni Eropa. Namun, beberapa negara Eropa yang tidak diundang ke pertemuan awal, termasuk Rumania dan Republik Ceko, mengungkapkan keterkejutan mereka. Hal ini mendorong Macron untuk menggelar pertemuan baru pada Rabu.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden sementara Rumania Ilie Bolojan dan Perdana Menteri Luksemburg Luc Frieden hadir secara langsung. Sementara itu, para pemimpin Lithuania, Siprus, Finlandia, Belgia, Bulgaria, Kanada, Kroasia, Estonia, Yunani, Irlandia, Islandia, Latvia, Norwegia, Portugal, Swedia, Slovenia, dan Republik Ceko bergabung melalui konferensi video.

Beberapa negara tidak hadir dalam pertemuan ini, termasuk Hongaria dan Slowakia, yang pemimpinnya memiliki hubungan dekat dengan Putin. Turki, yang Presiden Recep Tayyip Erdogan ingin bertindak sebagai mediator, juga tidak masuk dalam daftar peserta.

Surat kabar Prancis Le Monde menyoroti ketidakpuasan beberapa negara Eropa yang tidak diundang dalam pertemuan Senin lalu. Namun, media tersebut juga mencatat bahwa beberapa pemimpin negara-negara tersebut menghadapi tantangan politik domestik akibat meningkatnya kekuatan pro-Rusia di dalam negeri mereka.

Dalam wawancara dengan media regional Prancis pada Selasa (18/2), Macron memperingatkan bahwa Rusia merupakan ancaman eksistensial bagi warga Eropa.

"Jangan berpikir bahwa hal yang tidak terpikirkan tidak akan terjadi, termasuk yang terburuk," katanya.

baca juga

Macron juga membuka kemungkinan untuk mengirim pasukan ke Ukraina, meskipun dalam kapasitas yang terbatas dan tidak dalam zona konflik langsung. Menurutnya, Prancis dan Inggris sedang mempertimbangkan pengiriman para ahli atau bahkan pasukan dalam jumlah terbatas ke Ukraina.

Sementara itu, pernyataan Trump pada Selasa yang menyalahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy atas invasi Rusia semakin memperumit situasi. Juru bicara pemerintah Prancis Sophie Primas menilai pernyataan Trump sebagai "tidak dapat dipahami" dan mempertanyakan konsistensi kebijakan AS terhadap Ukraina.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menegaskan bahwa negaranya mungkin harus mengambil keputusan sulit dalam menghadapi ancaman Rusia.

"Rusia telah memutuskan untuk menjadikan kita sebagai musuh, dan kita harus membuka mata serta menyadari skala ancaman ini untuk melindungi diri kita sendiri," ujarnya kepada penyiar RTL.

Sebagai bagian dari tekanan terhadap Moskow, negara-negara Uni Eropa pada Rabu menyepakati putaran sanksi baru terhadap Rusia, menurut laporan para diplomat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump: Saya Cinta Ukraina

Donald Trump: Saya Cinta Ukraina

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 13:03 WIB

Donald Trump: Zelenskyy Gagal, Saatnya Gencatan Senjata Rusia-Ukraina

Donald Trump: Zelenskyy Gagal, Saatnya Gencatan Senjata Rusia-Ukraina

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 12:44 WIB

Trump Sebut Zelensky Diktator, Jerman Meradang!

Trump Sebut Zelensky Diktator, Jerman Meradang!

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 07:07 WIB

Trump Sebut Zelensky "Diktator", Ukraina Tetap Ingin Damai dengan Bantuan AS

Trump Sebut Zelensky "Diktator", Ukraina Tetap Ingin Damai dengan Bantuan AS

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 05:39 WIB

Putin Tegaskan Ukraina Tidak Dikecualikan dari Negosiasi Perdamaian

Putin Tegaskan Ukraina Tidak Dikecualikan dari Negosiasi Perdamaian

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 05:05 WIB

Trump Sebut Zelenskyy Diktator, Presiden Ukraina Balas Salahkan Rusia

Trump Sebut Zelenskyy Diktator, Presiden Ukraina Balas Salahkan Rusia

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 00:24 WIB

Serangan Pesawat Nirawak Rusia di Odesa Sebabkan Pemadaman Listrik dan Krisis Pemanas, 160 Ribu Orang Kedinginan

Serangan Pesawat Nirawak Rusia di Odesa Sebabkan Pemadaman Listrik dan Krisis Pemanas, 160 Ribu Orang Kedinginan

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 18:53 WIB

Trump Dipuji Rusia: Akui NATO Picu Perang Ukraina

Trump Dipuji Rusia: Akui NATO Picu Perang Ukraina

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 18:34 WIB

Zelenskyy Kecewa Ukraina Tak Dilibatkan dalam Negosiasi Perang

Zelenskyy Kecewa Ukraina Tak Dilibatkan dalam Negosiasi Perang

News | Rabu, 19 Februari 2025 | 18:17 WIB

Ramai 'Kabur Aja Dulu', Ini Daftar Negara Termudah untuk Dapatkan Visa Kerja

Ramai 'Kabur Aja Dulu', Ini Daftar Negara Termudah untuk Dapatkan Visa Kerja

Lifestyle | Kamis, 20 Februari 2025 | 06:35 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×