Pemerintahan Trump Batalkan Aturan Pengawasan Senjata Era Biden

Bella | Suara.com

Selasa, 25 Februari 2025 | 15:26 WIB
Pemerintahan Trump Batalkan Aturan Pengawasan Senjata Era Biden
Donald Trump [Instagram @realdonaldtrump]

Suara.com - Pemerintahan Presiden Donald Trump telah membatalkan kebijakan era Biden yang mewajibkan pelaporan potensi pelanggaran hukum internasional yang dilakukan dengan senjata yang dipasok Amerika Serikat kepada sekutu, termasuk Israel. Keputusan ini dikonfirmasi oleh dua pejabat AS dan sumber yang mengetahui langkah tersebut pada Senin (24/2).

Menurut laporan Washington Post, kebijakan yang dibatalkan adalah Memorandum Keamanan Nasional-20 (NSM-20) yang ditandatangani oleh mantan Presiden Joe Biden pada Februari 2024. Memorandum ini dirancang untuk meningkatkan transparansi dalam penggunaan senjata AS, terutama setelah kritik terhadap penggunaan bom Amerika oleh Israel dalam konflik di Gaza.

Kebijakan NSM-20 mewajibkan pemerintahan AS untuk melaporkan kepada Kongres mengenai bagaimana negara lain menggunakan senjata yang disuplai oleh AS. Pada Mei 2024, laporan yang disusun di bawah kebijakan ini menyebutkan bahwa Israel mungkin telah melanggar hukum humaniter internasional. Namun, pejabat AS saat itu menyatakan bahwa mereka tidak dapat mengidentifikasi contoh spesifik pelanggaran yang merugikan warga sipil karena situasi perang yang kompleks.

Keputusan untuk mencabut memorandum ini diambil melalui perintah yang dikeluarkan oleh Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Michael Waltz, pada 21 Februari 2025. Reuters belum dapat mengonfirmasi keberadaan perintah tersebut secara independen, tetapi sejumlah pejabat AS telah mengonfirmasi bahwa mereka telah diberi tahu mengenai pencabutan arahan tersebut.

Departemen Luar Negeri AS merujuk pertanyaan mengenai kebijakan ini kepada Gedung Putih, tetapi hingga kini belum ada tanggapan resmi.

Senator AS Chris Van Hollen dari Maryland, yang selama ini aktif mendorong pengawasan kongres terhadap penjualan senjata AS, mengecam keputusan pemerintahan Trump tersebut.

“Ini adalah tindakan yang memalukan. Keputusan ini merugikan keamanan nasional kita, hak asasi manusia global, dan posisi AS di dunia,” ujar Van Hollen dalam sebuah pernyataan.

“Langkah ini juga merusak hak pembayar pajak Amerika untuk memastikan bahwa dolar mereka digunakan sesuai dengan hukum dan kepentingan nasional kita. Ini adalah contoh nyata dari ketidakpedulian Trump terhadap nilai-nilai Amerika. Ini bukan Amerika yang lebih utama – ini adalah Amerika yang mundur,” tambahnya.

NSM-20 awalnya diterapkan kepada semua negara yang terlibat dalam konflik bersenjata yang menerima pasokan senjata dari AS. Namun, peraturan tersebut memicu perbedaan pendapat di kalangan pejabat AS mengenai apakah jaminan Israel bahwa mereka menggunakan senjata AS sesuai dengan hukum humaniter internasional dapat dipercaya.

Setelah kembali menjabat pada 20 Januari 2025, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang menyerukan peninjauan ulang terhadap semua memorandum keamanan nasional yang dikeluarkan selama pemerintahan Biden. Pembatalan NSM-20 menjadi salah satu langkah kebijakan pertahanan pertama yang diambil pemerintahan Trump dalam periode kedua kepemimpinannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apple Berencana Investasi 500 Miliar USD di AS, Bagaimana dengan Indonesia?

Apple Berencana Investasi 500 Miliar USD di AS, Bagaimana dengan Indonesia?

Tekno | Selasa, 25 Februari 2025 | 11:37 WIB

Duh! PNS Amerika Diancam Dipecat, NASA Instruksikan Pegawai Tahan Respons terhadap Email dari Elon Musk

Duh! PNS Amerika Diancam Dipecat, NASA Instruksikan Pegawai Tahan Respons terhadap Email dari Elon Musk

Tekno | Selasa, 25 Februari 2025 | 11:18 WIB

Trump Optimis Perang Ukraina Berakhir Dalam Hitungan Minggu, Pasukan Penjaga Perdamaian Eropa Jadi Kunci

Trump Optimis Perang Ukraina Berakhir Dalam Hitungan Minggu, Pasukan Penjaga Perdamaian Eropa Jadi Kunci

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 06:59 WIB

Putin Undang AS Investasi Mineral Strategis di Ukraina yang Diduduki Rusia

Putin Undang AS Investasi Mineral Strategis di Ukraina yang Diduduki Rusia

News | Selasa, 25 Februari 2025 | 06:53 WIB

Pembersihan Brutal USAID Berlanjut: 2.000 Karyawan Terdampak, Serikat Pekerja Meradang

Pembersihan Brutal USAID Berlanjut: 2.000 Karyawan Terdampak, Serikat Pekerja Meradang

News | Senin, 24 Februari 2025 | 12:07 WIB

James Carville Prediksi Pemerintahan Trump Akan Runtuh dalam Enam Minggu

James Carville Prediksi Pemerintahan Trump Akan Runtuh dalam Enam Minggu

News | Senin, 24 Februari 2025 | 11:09 WIB

Zelensky Tolak Kesepakatan Hak Mineral sebagai Pembayaran Balik Bantuan AS

Zelensky Tolak Kesepakatan Hak Mineral sebagai Pembayaran Balik Bantuan AS

News | Senin, 24 Februari 2025 | 10:57 WIB

Houthi Yaman Tembakkan Rudal ke Jet Tempur dan Drone AS

Houthi Yaman Tembakkan Rudal ke Jet Tempur dan Drone AS

News | Senin, 24 Februari 2025 | 09:55 WIB

Zelenskyy Siap Mundur sebagai Presiden Jika Itu Bisa Membuat Ukraina Bergabung dengan NATO

Zelenskyy Siap Mundur sebagai Presiden Jika Itu Bisa Membuat Ukraina Bergabung dengan NATO

News | Senin, 24 Februari 2025 | 08:22 WIB

Trump Kembali PHK 11 Ribu PNS Termasuk Karyawan Pajak hingga Anggota Militer

Trump Kembali PHK 11 Ribu PNS Termasuk Karyawan Pajak hingga Anggota Militer

Bisnis | Senin, 24 Februari 2025 | 08:58 WIB

Terkini

Usai Hadiri KTT ASEAN, Prabowo Langsung Kunjungi Pulau Miangas di Perbatasan RI - Filipina

Usai Hadiri KTT ASEAN, Prabowo Langsung Kunjungi Pulau Miangas di Perbatasan RI - Filipina

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:39 WIB

Menlu Ungkap Isu Utama yang Dibahas Prabowo dan Pemimpin ASEAN di KTT ke-48

Menlu Ungkap Isu Utama yang Dibahas Prabowo dan Pemimpin ASEAN di KTT ke-48

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 10:17 WIB

Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan

Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:47 WIB

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:05 WIB

NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk

NHM Peduli Perkuat Infrastruktur Air Bersih di Desa Tiowor, Kao Teluk

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:44 WIB

Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto

Ketua Ombudsman RI Terancam Dipecat Tidak Hormat, Majelis Etik Buka Suara soal Kasus Hery Susanto

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 08:15 WIB

Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan

Perkuat Komitmen Stabilitas, Prabowo Ajak ASEAN Utamakan Dialog Hadapi Persoalan Kawasan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 07:24 WIB

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:15 WIB

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:18 WIB

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:10 WIB