Makin Sulit Bedakan AI dengan Manusia, TFH: Jangan Lupakan Prioritas Utama Manusia

Andi Ahmad S Suara.Com
Kamis, 27 Februari 2025 | 21:49 WIB
Makin Sulit Bedakan AI dengan Manusia, TFH: Jangan Lupakan Prioritas Utama Manusia
General Manager Indonesia Tools for Humanity (TFH), Wafa Taftazani [Ist]

Suara.com - Dalam lima tahun ke depan cara membedakan manusia dengan kecerdasan buatan (AI) akan menjadi tantangan yang semakin besar. Oleh karena itu, diperlukan teknologi yang mampu memastikan identitas manusia di dunia digital maupun fisik.

General Manager Indonesia Tools for Humanity (TFH), Wafa Taftazani, menyampaikan perkembangan dan tantangan AI di Indonesia, terutama dalam membedakan manusia dengan AI dalam platform digital.

“Kami adalah perusahaan teknologi berbasiskan kecerdasan buatan. Yang kami kembangkan adalah teknologi untuk membedakan antara manusia dengan AI atau bot. Dalam waktu 3 sampai 5 tahun mendatang, akan semakin challenging untuk membedakan mana yang manusia dan mana yang bukan,” ujar Wafa di kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsan (PKB), Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2025).

Wafa menjelaskan bahwa salah satu contoh konkret dari tantangan ini adalah penggunaan bot di media sosial. Saat ini, cukup sulit mengenali akun-akun bot, dan di masa depan masalah ini diperkirakan akan semakin kompleks.

“Kalau misalnya login ke platform media sosial, sudah mulai makin sulit membedakan mana yang orang beneran dan mana yang bot. Lima tahun ke depan, itu akan semakin sulit lagi,” tambahnya.

Meski begitu, Wafa menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman yang harus ditekan atau dibatasi.

Sebaliknya, ia menilai bahwa AI harus diberikan kebebasan untuk berkontribusi pada perekonomian nasional, dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip yang human-centric.

“AI itu harus diberikan kebebasan sebesar-besarnya untuk bisa berkontribusi pada perekonomian nasional. Kalau mengikuti prinsip-prinsip dan etika-etika tertentu, manusia harus diprioritaskan,” ujarnya.

ilustrasi AI (pexels/Tara Winstead)
ilustrasi AI (pexels/Tara Winstead)

Konsep memprioritaskan manusia dalam era AI ini masih menjadi perdebatan. Wafa menyebut bahwa ada kemungkinan munculnya insentif khusus bagi pekerjaan manusia, atau bahkan adanya layanan dan tempat eksklusif yang hanya diperuntukkan bagi manusia.

Baca Juga: AI Makin Canggih, KORIKA Ingatkan Pentingnya Regulasi yang Jelas

Namun, menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan teknologi yang mampu membedakan manusia dari AI atau bot.

“Mungkin nanti ada tempat-tempat khusus manusia, atau mungkin ada produk-produk layanan-layanan khusus manusia. Tapi bagaimana kita bisa memberikan itu kalau kita tidak tahu cara membedakan mana yang manusia dan mana yang bukan? Apalagi kedepannya semakin susah,” katanya.

Sebagai bentuk kontribusi terhadap tantangan ini, Tools for Humanity saat ini tengah mengembangkan proyek yang berfokus pada identifikasi manusia dalam dunia digital maupun fisik.

“Tujuannya bukan untuk menekan atau anti-AI, tapi untuk kita bisa memprioritaskan manusia,” tutupnya.

Reporter: Kayla Nathaniel Bilbina

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI