Tampang Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar saat Kenakan Jersey Tahanan Akibat Pencabulan Anak di Bawah Umur

Bella, Faqih Fathurrahman

Kamis, 13 Maret 2025 | 23:42 WIB
Tampang Eks Kapolres Ngada AKBP Fajar saat Kenakan Jersey Tahanan Akibat Pencabulan Anak di Bawah Umur
Mantan Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma [Istimewa]

Suara.com - Eks Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja, resmi menyandang status tersangka dalam kasus pencabulan anak dan penyalahgunaan narkotika.

Dalam video yang diterima Suara.com, AKBP Fajar mengenakan baju tahanan berwarna oranye. Wajahnya tertutup rapat menggunakan masker berwarna hitam.

Kepala Biro Wabprof Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, Brigjen Agus Wijayanto, mengatakan setelah statusnya menjadi tersangka, Fajar kini ditempatkan di tempat khusus (Patsus).

“Dirreskrimum Polda NTT di-backup PPA-PPO Bareskrim Polri, statusnya adalah sudah menjadi tersangka dan ditahan di Bareskrim Polri," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/3/2025).

Sementara itu, Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menambahkan bahwa Fajar juga diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap tiga anak di bawah umur dan seorang wanita dewasa.

"Hasil dari penyelidikan pemeriksa kode etik ditemukan fakta bahwa FWLS telah melakukan pelecehan seksual terhadap tiga anak di bawah umur dan satu orang usia dewasa," ujar Trunoyudo.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (kiri depan) bersama komisioner Kompolnas Ida Oetari Poernamasasi (kanan depan) menggelar konferensi pers kasus hukum AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja (tengah) di Divisi Humas Polri, Jakarta, Kamis, (13/3/2025). [ANTARA FOTO/Fath Patra Mulya/fah/Spt]
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko (kiri depan) bersama komisioner Kompolnas Ida Oetari Poernamasasi (kanan depan) menggelar konferensi pers kasus hukum AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja (tengah) di Divisi Humas Polri, Jakarta, Kamis, (13/3/2025). [ANTARA FOTO/Fath Patra Mulya/fah/Spt]

Selain itu, Fajar juga dijerat sebagai pelaku penyebaran video porno. Pasalnya, saat melakukan pencabulan, Fajar merekam aksi tersebut dan menyebarkannya ke dunia maya.

Fajar sempat berbicara saat digelandang keluar dari ruangan konferensi pers. Saat itu, ia hanya bisa berbicara lirih.

“Saya sayang Indonesia," kata Fajar.

baca juga

Fajar diketahui menjabat sebagai Kapolres Ngada. Usai kasus ini, jabatannya dipindah ke Yanma Polri.

Saat ini, jabatan Fajar diisi oleh AKBP Andrey Valentino. Andrey sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Nagekeo Polda NTT.

Nasib AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja kini merosot tajam karena terseret dalam berbagai skandal, seperti dugaan pelecehan anak dan penggunaan narkoba jenis sabu-sabu.

Jabatan Kapolres Ngada yang diembannya dicabut melalui surat telegram Kapolri nomor ST/489/III/KEP./2025, ditandatangani oleh Irwasum Polri Komjen Dedi Prasetyo pada 12 Maret 2025.

Saat ini, AKBP Fajar “ditempatkan” sebagai Pamen Yanma Polri dan digantikan oleh AKBP Andrey Valentino, mantan Kapolres Nagekeo Polda NTT.

Kasus ini berawal dari penangkapan Fajar oleh Divisi Propam Polri pada 20 Februari 2025 di Kupang, NTT, terkait dugaan penggunaan narkoba dan perilaku asusila.

Polda NTT telah memeriksa sembilan saksi dalam kasus pencabulan ini, termasuk seorang wanita berinisial F, yang diduga menjadi perantara penyedia anak di bawah umur untuk Fajar pada Juni 2024.

F menerima bayaran Rp3 juta untuk mengantarkan anak tersebut ke hotel di Kupang yang telah dipesan Fajar. Tercatat ada tiga anak yang menjadi korban pencabulannya.

Skandal ini semakin terkuak setelah pihak berwenang Australia melacak video porno yang dijual Fajar ke situs dewasa, dengan lokasi unggahan terdeteksi dari Kupang.

Penyelidikan mengarah kepadanya, memperkuat bukti keterlibatan dalam kejahatan seksual. Namun, soal narkoba, Ditreskrimum Polda NTT menyatakan tidak ada bukti kuat bahwa Fajar menggunakan sabu-sabu, meskipun tuduhan awal menyebutkannya.

Karier Fajar, yang sebelumnya dikenal sebagai perwira polisi berprestasi, kini runtuh. Kasus ini mencoreng nama baik Polri dan menarik perhatian publik terhadap perilaku predator seksual anak serta penyalahgunaan jabatan.

Investigasi masih berjalan untuk menggali fakta lebih dalam, sementara Fajar menunggu proses hukum atas tindakannya yang telah menghancurkan kepercayaan masyarakat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosok AKBP Fajar Widyadharma dan Jejak Kejahatannya, Eks Kapolres Ngada Tersangka Kasus Pedofilia dan Narkoba!

Sosok AKBP Fajar Widyadharma dan Jejak Kejahatannya, Eks Kapolres Ngada Tersangka Kasus Pedofilia dan Narkoba!

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 22:43 WIB

Eks Kapolres Ngada Ditahan Bareskrim: Kasus Asusila Anak di Bawah Umur Terungkap!

Eks Kapolres Ngada Ditahan Bareskrim: Kasus Asusila Anak di Bawah Umur Terungkap!

Video | Kamis, 13 Maret 2025 | 22:00 WIB

Cabuli 3 Anak dan Seorang Wanita Dewasa, Eks Kapolres Ngada Bakal Disidang Etik Senin Depan

Cabuli 3 Anak dan Seorang Wanita Dewasa, Eks Kapolres Ngada Bakal Disidang Etik Senin Depan

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 21:21 WIB

Polri Tetapkan AKBP Fajar Tersangka Kasus Asusila dan Narkoba

Polri Tetapkan AKBP Fajar Tersangka Kasus Asusila dan Narkoba

Foto | Kamis, 13 Maret 2025 | 20:57 WIB

Kapolri Pastikan Tindak Tegas AKBP Fajar atas Skandal Pedofil dan Narkoba, Mulai Pidana dan Etik

Kapolri Pastikan Tindak Tegas AKBP Fajar atas Skandal Pedofil dan Narkoba, Mulai Pidana dan Etik

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 19:20 WIB

Dengar Kabar dari Kapolri, Anggota Komisi III DPR Sebut Kapolres Ngada Akan Dipecat dengan Tidak Hormat

Dengar Kabar dari Kapolri, Anggota Komisi III DPR Sebut Kapolres Ngada Akan Dipecat dengan Tidak Hormat

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 18:11 WIB

Susi Pudjiastuti Syok Kapolres Ngada Nonaktif yang Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur Dimutasi ke Yanma

Susi Pudjiastuti Syok Kapolres Ngada Nonaktif yang Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur Dimutasi ke Yanma

Entertainment | Kamis, 13 Maret 2025 | 19:40 WIB

Sosok Istri Kapolres Ngada yang Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual Anak

Sosok Istri Kapolres Ngada yang Terjerat Dugaan Pelecehan Seksual Anak

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 13:54 WIB

Suka Nyabu dan Pedofil Anak, AKPB Fajar Resmi Dicopot dari Jabatan Kapolres Ngada

Suka Nyabu dan Pedofil Anak, AKPB Fajar Resmi Dicopot dari Jabatan Kapolres Ngada

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 13:22 WIB

Jangan Diam, Masyarakat Harus Berani Speak Up jika Ada Anak Lain Ikut Dicabuli Kapolres Ngada

Jangan Diam, Masyarakat Harus Berani Speak Up jika Ada Anak Lain Ikut Dicabuli Kapolres Ngada

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 10:26 WIB

Terkini

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 11:37 WIB

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 11:31 WIB

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 11:26 WIB

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:22 WIB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:12 WIB

Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik

Webtoon Ayah, Aku Tidak Mau Menikah: Ketika Salah Paham Jadi Komedi Terbaik

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:00 WIB

×