Rusia Siap Gencatan Senjata dengan Ukraina Asal AS Penuhi Permintaan Ini

Eliza Gusmeri

Jum'at, 14 Maret 2025 | 17:12 WIB
Rusia Siap Gencatan Senjata dengan Ukraina Asal AS Penuhi Permintaan Ini
Presiden Rusia, Vladimir Putin [Xinhua]

Sementara itu, utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dilaporkan tiba di Moskow untuk bertemu dengan Putin. Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kremlin terkait hasil pertemuan tersebut.

Dalam wawancara dengan kanal berita Rossiya-1, Ushakov menekankan bahwa Rusia menginginkan penyelesaian jangka panjang dan bukan hanya jeda sementara yang memberikan keuntungan bagi militer Ukraina.

“Tampaknya tak ada pihak yang diuntungkan dari langkah-langkah yang hanya berpura-pura menciptakan perdamaian dalam situasi ini,” kata Ushakov.

AS sebelumnya menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai gencatan senjata kini berada di tangan Rusia.

Namun, Rusia tetap menekankan bahwa sanksi yang diberikan terhadapnya harus dicabut sebagai bagian dari kesepakatan yang komprehensif.

Sejarah konflik Rusia-Ukraina

Konflik Rusia-Ukraina adalah konflik bersenjata yang merupakan eskalasi dari perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak 2014.

Rusia dan Ukraina memiliki sejarah yang panjang dan kompleks, terkait erat selama berabad-abad.

Ukraina pernah menjadi bagian dari Kekaisaran Rusia dan kemudian Uni Soviet.

baca juga

Dalam perkembangannya, terdapat perpecahan budaya dan politik di Ukraina, di mana sebagian penduduk merasa lebih dekat dengan Rusia sementara yang lain lebih memilih integrasi dengan Eropa.

Pada tahun 2014, terjadi revolusi di Ukraina yang dikenal sebagai Revolusi Maidan.

Protes besar-besaran tersebut berhasil menggulingkan presiden yang pro-Rusia, Viktor Yanukovych.

Sebagai tanggapan, Rusia menganeksasi Krimea dan memberikan dukungan kepada kelompok separatis di wilayah Donbas, Ukraina timur.

Sejak saat itu, perang antara pasukan pemerintah Ukraina dan separatis yang didukung Rusia terus berlangsung, mengakibatkan lebih dari 13.000 korban jiwa.

Di sisi lain, Rusia telah lama mengungkapkan kekhawatirannya terhadap ekspansi NATO ke arah timur.

Rusia menganggap langkah tersebut sebagai ancaman langsung terhadap keamanannya, yang turut memperburuk ketegangan antara kedua negara.

Hingga kini, konflik Rusia-Ukraina masih terus berlanjut dengan berbagai upaya diplomasi yang belum membuahkan hasil yang berarti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarif Baja Trump Picu Ketegangan Baru dalam Perang Dagang AS-Uni Eropa

Tarif Baja Trump Picu Ketegangan Baru dalam Perang Dagang AS-Uni Eropa

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 13:13 WIB

Bantuan Militer Sempat Terhenti Gara-gara Trump-Zelenskyy Bersitegang, Senjata AS Akhirnya Mengalir ke Ukraina

Bantuan Militer Sempat Terhenti Gara-gara Trump-Zelenskyy Bersitegang, Senjata AS Akhirnya Mengalir ke Ukraina

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 15:05 WIB

Trump Kembali Kirim Senjata ke Ukraina Setelah Gencatan Senjata! Apa yang Berubah?

Trump Kembali Kirim Senjata ke Ukraina Setelah Gencatan Senjata! Apa yang Berubah?

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 14:48 WIB

Bencana Kemanusiaan Mengintai: Pemotongan Dana Bantuan USAID Ancam Nyawa Jutaan Orang

Bencana Kemanusiaan Mengintai: Pemotongan Dana Bantuan USAID Ancam Nyawa Jutaan Orang

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 03:15 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×