Tarif Baja Trump Picu Ketegangan Baru dalam Perang Dagang AS-Uni Eropa

Bimo Aria Fundrika | BBC | Suara.com

Jum'at, 14 Maret 2025 | 13:13 WIB
Tarif Baja Trump Picu Ketegangan Baru dalam Perang Dagang AS-Uni Eropa
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (BBC Indonesia)

Suara.com - Presiden AS, Donald Trump, bertekad menaikkan tarif lebih tinggi. Keputusan ini muncul setelah kebijakan pajak impor baja dan aluminium memicu balasan dari Uni Eropa (UE) dan Kanada.

Trump menegaskan akan merespons.

"Apa pun yang mereka kenakan kepada kami, kami akan mengenakannya kepada mereka," katanya.

Sementara itu, Uni Eropa berencana menerapkan tarif balasan senilai €26 miliar (Rp441 triliun). Tarif ini berlaku sebagian pada 1 April dan penuh pada 13 April 2025.

Presiden Uni Eropa, Ursula von der Leyen, menyayangkan kebijakan tersebut. Ia menyebutnya tarif "buruk bagi bisnis dan lebih buruk lagi bagi konsumen."

"Tarif mengganggu rantai pasokan. Tarif menciptakan ketidakpastian ekonomi. Pekerjaan terancam, harga naik, dan tak ada yang menginginkannya—baik di Eropa maupun di AS," tegasnya.

Meski begitu, UE tetap terbuka untuk negosiasi. Von der Leyen menyebut langkah ini "keras namun proporsional."

Trump berharap kebijakan ini mendorong produksi baja dan aluminium dalam negeri. Namun, para kritikus khawatir tarif justru akan memicu inflasi dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Dampaknya mulai terasa. Pada Senin (10/03) dan Selasa (11/03), pasar AS anjlok. Kekhawatiran resesi pun menguat.

Pada Selasa (11/03), Trump mengubah rencananya. Ia memutuskan menggandakan tarif, terutama untuk Kanada. Langkah ini merespons kebijakan Ontario yang menerapkan biaya tambahan pada ekspor listrik ke tiga negara bagian AS.

Akibatnya, semua perusahaan AS yang ingin mengimpor baja dan aluminium dari Kanada kini harus membayar pajak 25 persen.

American Iron and Steel Institute (AISI), yang mewakili produsen baja AS, menyambut baik keputusan ini. Mereka yakin tarif akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan produksi baja dalam negeri.

Presiden AISI, Kevin Dempsey, mengatakan kebijakan ini menutup celah pengecualian dan kuota yang selama ini menguntungkan produsen asing.

"AISI mendukung langkah presiden dalam memperkuat integritas tarif baja serta menegakkan program yang lebih tegas untuk menangani praktik perdagangan tidak adil," ujar Dempsey.

AS adalah importir utama aluminium dan baja. Kanada, Meksiko, dan Brasil menjadi pemasok logam terbesar bagi AS.

'Tidak Ada Pengecualian'

Sejumlah negara menanggapi langkah Trump.

Menteri Perdagangan Inggris, Jonathan Reynolds, mengaku kecewa. Ia menegaskan bahwa "semua opsi tersedia" untuk melindungi kepentingan nasional.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, lebih tegas. Ia menyebut tarif baru AS "tidak bisa dibenarkan."

Meski berusaha mendapatkan pengecualian, Australia memilih tidak mengenakan bea balasan. "Itu hanya akan menaikkan harga bagi konsumen kami," kata Albanese.

Di sisi lain, Kanada merespons dengan ancaman balasan. Menteri Energi Jonathan Wilkinson mengatakan kepada CNN bahwa negaranya “akan membalas, tapi tidak ingin memperburuk situasi.”

Kanada adalah mitra dagang utama AS sekaligus pengekspor baja dan aluminium terbesar ke negara itu.

Pada 2018, Trump memberlakukan tarif 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk aluminium. Namun, saat itu banyak negara berhasil mendapatkan pengecualian.

Kali ini berbeda. Pemerintahan Trump sudah mengisyaratkan: tidak akan ada pengecualian.

Baja untuk Inggris

Direktur Jenderal UK Steel, Gareth Stace, menilai langkah AS "sangat mengecewakan."

Beberapa kontrak perusahaan baja dibatalkan atau ditunda. Sementara itu, pelanggan di AS harus membayar pajak tambahan sebesar £100 juta (Rp2,1 triliun) per tahun.

Meski sependapat dengan Trump soal ancaman baja murah yang membanjiri pasar, Gareth mendesak kerja sama, bukan konfrontasi.

"Presiden Trump tentu tahu bahwa kami adalah teman, bukan musuh. Pelanggan kami di AS adalah mitra, bukan lawan," ujarnya.

Tarif ini, lanjutnya, "sangat memukul industri baja Inggris." Impor baja meningkat, sementara harga energi terus menekan sektor tersebut.

Gareth mendesak pemerintah Inggris segera bertindak.

"Kami butuh pertahanan perdagangan yang lebih kuat," katanya. Inggris harus mengikuti langkah Uni Eropa untuk mencegah baja yang tak masuk AS malah membanjiri pasar domestik. Selain itu, Inggris harus menegosiasikan pengecualian dari tarif AS.

Kekhawatiran Resesi

Michael DiMarino, pemilik Linda Tool di Brooklyn, menghadapi dilema.

Perusahaannya memproduksi suku cadang kedirgantaraan, dan bahan bakunya—baja—berasal dari pabrik di AS.

"Kalau harga baja naik, saya harus menaikkan harga jual saya," katanya.

DiMarino mendukung produksi baja AS, tetapi mengingatkan kebijakan Trump bisa menjadi bumerang.

American Automotive Policy Council, yang mewakili Ford, General Motors, dan Stellantis, juga mengkhawatirkan tarif ini.

Presidennya, Matt Blunt, menyatakan pencabutan pengecualian untuk Kanada dan Meksiko bisa "menambah biaya produksi secara signifikan."

Para ekonom pun memperingatkan risiko lebih besar bagi ekonomi.

"Tarif ini memang melindungi industri baja dan aluminium, tapi merugikan sektor lain yang bergantung pada bahan tersebut," ujar Bill Reinsch, mantan pejabat Departemen Perdagangan AS.

Pasar saham AS dan global merosot tajam. Investor panik setelah Trump menolak menepis kemungkinan resesi.

Laporan dari Oxford Economics memperkirakan pertumbuhan ekonomi AS akan turun dari 2,4 persen menjadi 2 persen.

Meski demikian, laporan itu menegaskan: "Ekonomi AS masih akan unggul dalam beberapa tahun ke depan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bantuan Militer Sempat Terhenti Gara-gara Trump-Zelenskyy Bersitegang, Senjata AS Akhirnya Mengalir ke Ukraina

Bantuan Militer Sempat Terhenti Gara-gara Trump-Zelenskyy Bersitegang, Senjata AS Akhirnya Mengalir ke Ukraina

News | Kamis, 13 Maret 2025 | 15:05 WIB

Bencana Kemanusiaan Mengintai: Pemotongan Dana Bantuan USAID Ancam Nyawa Jutaan Orang

Bencana Kemanusiaan Mengintai: Pemotongan Dana Bantuan USAID Ancam Nyawa Jutaan Orang

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 03:15 WIB

Trump Tegaskan Tak Ada yang Akan Diusir dari Gaza, tapi Sebut Schumer "Palestina"

Trump Tegaskan Tak Ada yang Akan Diusir dari Gaza, tapi Sebut Schumer "Palestina"

News | Jum'at, 14 Maret 2025 | 02:10 WIB

Terkini

Bisikan Prabowo yang Bikin Rocky Gerung Tertawa-tawa di Istana: Pokoknya Ada

Bisikan Prabowo yang Bikin Rocky Gerung Tertawa-tawa di Istana: Pokoknya Ada

News | Senin, 27 April 2026 | 19:45 WIB

Jelang May Day, Pemerintah Siapkan Aturan Baru Outsourcing dan Satgas PHK

Jelang May Day, Pemerintah Siapkan Aturan Baru Outsourcing dan Satgas PHK

News | Senin, 27 April 2026 | 19:35 WIB

Jumhur Hidayat Masuk Kabinet, Tegaskan Dirinya Bukan Terpidana

Jumhur Hidayat Masuk Kabinet, Tegaskan Dirinya Bukan Terpidana

News | Senin, 27 April 2026 | 19:22 WIB

Tak Berkutik! 2 Pelaku Teror Air Keras di Cengkareng Diringkus Usai Aksinya Viral

Tak Berkutik! 2 Pelaku Teror Air Keras di Cengkareng Diringkus Usai Aksinya Viral

News | Senin, 27 April 2026 | 19:18 WIB

KAHMI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Doli: Jangan Diadu Domba

KAHMI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Doli: Jangan Diadu Domba

News | Senin, 27 April 2026 | 19:13 WIB

MBG Jadi Andalan, Cak Imin Klaim Kemiskinan Ekstrem Turun Signifikan

MBG Jadi Andalan, Cak Imin Klaim Kemiskinan Ekstrem Turun Signifikan

News | Senin, 27 April 2026 | 18:59 WIB

Cash For Work Jadi Bagian Strategi Satgas PRR, 658 Lokasi Sudah Bebas Lumpur

Cash For Work Jadi Bagian Strategi Satgas PRR, 658 Lokasi Sudah Bebas Lumpur

News | Senin, 27 April 2026 | 18:58 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong RKPD 2027 Papua Pegunungan Selaras Prioritas Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Dorong RKPD 2027 Papua Pegunungan Selaras Prioritas Nasional

News | Senin, 27 April 2026 | 18:51 WIB

Cak Imin Minta Masyarakat Sabar, Pemerintah Fokus Bereskan Kemiskinan Ekstrem

Cak Imin Minta Masyarakat Sabar, Pemerintah Fokus Bereskan Kemiskinan Ekstrem

News | Senin, 27 April 2026 | 18:49 WIB

Pengeroyok Anggota TNI di Stasiun Depok Ternyata Mabuk, Satu Pelaku Masih Buron!

Pengeroyok Anggota TNI di Stasiun Depok Ternyata Mabuk, Satu Pelaku Masih Buron!

News | Senin, 27 April 2026 | 18:48 WIB