Yaman Bersumpah Balas Dendam "Menyakitkan" Usai Serangan AS yang Tewaskan Puluhan Warga Sipil

Aprilo Ade Wismoyo

Senin, 17 Maret 2025 | 15:30 WIB
Yaman Bersumpah Balas Dendam "Menyakitkan" Usai Serangan AS yang Tewaskan Puluhan Warga Sipil
Siapa itu Houthi Yaman? (freepik)

Suara.com - Militer Yaman mengutuk agresi mematikan Amerika Serikat terhadap Yaman sebagai dukungan untuk Israel, dan berjanji akan menghukum rezim kriminal dengan cara yang "menyakitkan."

Pernyataan kecaman tersebut dikeluarkan pada hari Minggu, sehari setelah AS melancarkan serangkaian serangan militer besar-besaran di Ibu Kota Sana'a serta di beberapa provinsi lain, termasuk Sa'ada, Dhamar, Hajjah, dan al-Bayda.

Setidaknya 31 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, ditemukan tewas akibat serangan udara dan laut yang diperintahkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Donald Trump (Instagram)
Donald Trump (Instagram)

Dewan Politik Tertinggi Yaman menyatakan bahwa penargetan warga sipil menunjukkan kegagalan AS dalam menghadapi konfrontasi, dan menambah bahwa agresi tersebut tidak akan menghalangi dukungan masyarakat Yaman terhadap Gaza, malah justru akan meningkatkan eskalasi.

"Hukuman bagi para agresor yang melawan Yaman akan dilaksanakan secara profesional dan menyakitkan," demikian ujar dewan tersebut.

Pada hari Sabtu, AS meluncurkan serangan udara terhadap Yaman karena negara Arab tersebut telah berkomitmen untuk menargetkan kapal-kapal yang berkaitan dengan Israel yang melintasi Laut Merah dan Laut Arab, sebagai respons terhadap pengepungan yang dilakukan oleh rezim Zionis terhadap Jalur Gaza.

Serangan tersebut berlangsung pada malam Sabtu. Saluran TV Al-Masirah Yaman melaporkan bahwa serangan itu menghantam daerah pemukiman di wilayah utara Sana'a.

Jumlah korban tewas akibat serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) di Yaman telah melebihi 50 orang, dengan hampir 100 orang lainnya mengalami luka-luka, menurut Kementerian Kesehatan dari pemerintah Ansar Allah (Houthi).

"Jumlah korban tewas mencapai 53, termasuk lima anak dan dua perempuan. Sementara itu, jumlah yang terluka mencapai 98, yang terdiri dari sembilan anak dan sembilan perempuan," ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan Houthi, Anis al-Asbahi, di media sosial X, sebagaimana dilaporkan oleh Sputnik pada Senin (17/3).

baca juga

Sebelumnya, angkatan bersenjata Houthi melaporkan bahwa pasukan AS telah melancarkan 47 serangan udara di tujuh provinsi Yaman dan ibu kota Sanaa pada malam Minggu.

Ilustrasi Kapal Tempur Amerika Serikat Saat Menyerang Markas Houthi, Yaman (militarytoday.com)
Ilustrasi Kapal Tempur Amerika Serikat Saat Menyerang Markas Houthi, Yaman (militarytoday.com)

Fasilitas milik kelompok Houthi di Sanaa telah menjadi target serangan rudal besar-besaran, sebagaimana yang dilaporkan oleh media Arab pada hari Sabtu.

Tiga rudal menghantam fasilitas Houthi di kawasan Al-Jraf, dekat gedung stasiun TV negara di Sanaa, menurut laporan penyiar Al-Hadath dari Saudi Arabia.

Data awal menunjukkan bahwa fasilitas tersebut hancur total, menurut laporan itu.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengaku telah memerintahkan militer AS untuk "melaksanakan tindakan militer yang tegas dan kuat terhadap teroris Houthi di Yaman."

Di Truth Social, ia menyatakan bahwa pasukan AS sedang melakukan serangan udara terhadap "pangkalan teroris, pemimpin mereka, dan pertahanan rudal mereka" demi kepentingan AS dan untuk memulihkan kebebasan navigasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PHK Massal di VOA: Kontraktor Terancam Deportasi, Misi Kebebasan Pers Hancur?

PHK Massal di VOA: Kontraktor Terancam Deportasi, Misi Kebebasan Pers Hancur?

News | Senin, 17 Maret 2025 | 13:48 WIB

Konflik Yaman Membara: AS Serang Houthi, Iran Bantah Terlibat, Gencatan Senjata Gaza Terancam!

Konflik Yaman Membara: AS Serang Houthi, Iran Bantah Terlibat, Gencatan Senjata Gaza Terancam!

News | Senin, 17 Maret 2025 | 09:30 WIB

AS Bombardir Yaman: Lebih dari 50 Tewas, Termasuk Anak-Anak, Apa Motifnya?

AS Bombardir Yaman: Lebih dari 50 Tewas, Termasuk Anak-Anak, Apa Motifnya?

News | Senin, 17 Maret 2025 | 09:21 WIB

Tragedi Tornado AS: 33 Tewas, Ratusan Luka, Bencana Meluas!

Tragedi Tornado AS: 33 Tewas, Ratusan Luka, Bencana Meluas!

News | Minggu, 16 Maret 2025 | 17:39 WIB

Daftar Negara Dilarang Masuk AS Bocor! Ada Rusia dan 42 Negara Lain

Daftar Negara Dilarang Masuk AS Bocor! Ada Rusia dan 42 Negara Lain

News | Minggu, 16 Maret 2025 | 17:27 WIB

Konflik Yaman Makin Intensif: AS Beri Tahu Rusia Soal Serangan ke Houthi, Ada Apa?

Konflik Yaman Makin Intensif: AS Beri Tahu Rusia Soal Serangan ke Houthi, Ada Apa?

News | Minggu, 16 Maret 2025 | 16:51 WIB

Terkini

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Jangan Lewatkan! ENHYPEN Rilis Jadwal Teaser Single The Sin: Parallel World

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Di Balik Pahitnya Matcha, Ada Ancaman Gula Berlebih yang Bikin Tubuh Menjerit!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bisnis Elektronik Nasional Hadapi Tantangan di Tengah Gejolak Ekonomi Dan Pelemahan Rupiah

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:31 WIB

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

Putusan MA soal Ijazah Gibran, Akademisi Kasih Dua Pilihan: Mundur atau Dimakzulkan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:30 WIB

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

70 Tahun Jadi Bagian Sejarah Indonesia, Panasonic Gobel Rawat Memori Dan Komitmen Mitra

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:18 WIB

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:13 WIB

×