Kapan Lahirnya Ormas Pemuda Pancasila? Viral Diduga Segel Pabrik yang Tolak Bayar Setoran dan THR!

Riki Chandra

Rabu, 19 Maret 2025 | 16:21 WIB
Kapan Lahirnya Ormas Pemuda Pancasila? Viral Diduga Segel Pabrik yang Tolak Bayar Setoran dan THR!
Ormas Pemuda Pancasila. [Dok. Antara]

Suara.com - Kapan Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila lahir? Ormas Pemuda Pancasila kerap menjadi "bulan-bulanan" netizen lantaran ulah kontroversi sejumlah oknumnya.

Terbaru, beredar video bernarasi bahwa Ormas Pemuda Pancasila diduga menyegel sebuah pabrik viral di media sosial. Penyegelan itu diduga karena pihak pabrik menolak membayar setoran atau Tunjangan Hari Raya (THR).

Meski begitu, belum diketahui dimana lokasi lokasi pabrik yang didatangi sejumlah orang berpakaian Pemuda Pancasila. Pihak Pemuda Pancasila pun memberikan keterangan terkait video tersebut.

Terlepas dari keriuhan itu, Pemuda Pancasila merupakan ormas yang sudah tua dan tetap eksis sampai hari ini di berbagai wilayah Indonesia.

Ormas Pemuda Pancasila didirikan pada 28 Oktober 1959 di Jakarta sebagai bagian dari deklarasi Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), sebuah organisasi yang memiliki keterkaitan erat dengan kalangan militer.

IPKI sendiri merupakan sayap politik yang dibentuk oleh sejumlah petinggi militer aktif, termasuk Ahmad Yani, Abdul Haris Nasution, dan Gatot Subroto.

Aturan melarang militer aktif berpolitik hingga akhirnya mereka mendirikan Pemuda Pancasila sebagai wadah perjuangan yang tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Awal Berdirinya Pemuda Pancasila

Pada awal pembentukannya, IPKI memiliki tujuan utama untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman, terutama dari Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dalam perjalanan sejarahnya, Pemuda Pancasila dikenal aktif dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai Pancasila. Bahkan, organisasi ini pernah terlibat dalam bentrokan fisik dengan PKI, yang mengakibatkan korban jiwa di kedua belah pihak.

Seiring waktu, Pemuda Pancasila berkembang menjadi ormas dengan jaringan yang luas. Saat ini, anggotanya telah tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, menjadikannya sebagai salah satu organisasi yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial dan politik.

Sebagai organisasi masyarakat tertua, Pemuda Pancasila memiliki ciri khas yang membedakannya dari ormas lain. Seragam loreng oranye mencolok serta baret oranye menjadi identitas utama organisasi ini.

Lambang Pemuda Pancasila juga mengandung filosofi mendalam dengan simbol bintang, rantai, pohon, banteng, serta padi dan kapas yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Dalam strukturnya, organisasi ini terbagi menjadi beberapa tingkatan, mulai dari Majelis Pimpinan Nasional di tingkat pusat, Majelis Pimpinan Wilayah di tingkat provinsi.

Kemudian, Majelis Pimpinan Cabang di tingkat kabupaten/kota, Pimpinan Anak Cabang di tingkat kecamatan, hingga kader di tingkat kelurahan yang menjadi basis massa terbawah.

Semboyan dan Ikrar Pemuda Pancasila

Sebagai bagian dari identitasnya, Pemuda Pancasila memiliki semboyan “Sekali Layar Terkembang, Surut Kita Berpantang”, yang mencerminkan semangat pantang menyerah dalam menghadapi perubahan zaman, dinamika politik, dan sistem pemerintahan yang terus berkembang.

Berikut ikrar Pemuda Pancasila adalah sebagai berikut:

- Bertanah Air satu, Tanah Air Indonesia

- Berbangsa satu, Bangsa Indonesia

- Berbahasa satu, Bahasa Indonesia

- Berideologi satu, Ideologi Pancasila

Saat ini, Pemuda Pancasila dipimpin oleh Japto Soerjosoemarno, yang merupakan putra dari Mayor Jenderal Soerjosoemarno, yang baru-baru ini rumahnya juga digelah oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK).

Kontroversi Ormas dan Premanisme

Sebelumnya, diberitakan Suara.com, sebuah pabrik diduga disegel oleh organisasi masyarakat Pemuda Pancasila (PP) karena menolak membayar setoran atau tunjangan hari raya (THR).

Video aksi penyegelan ini viral di media sosial dan memicu perdebatan terkait pengaruh ormas terhadap iklim investasi di Indonesia.

"Karena tidak mau bayar uang keamanan atau THR, akhirnya pabrik disegel oleh ormas Pemuda Pancasila. Selama negara masih memelihara ormas seperti ini, jangan harap investor berani buka pabrik di Indonesia," tulis akun di platform X yang membagikan video insiden tersebut.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Pemuda Pancasila terkait peristiwa penyegelan pabrik tersebut.

Ormas Pemuda Pancasila kerap dikaitkan dengan berbagai insiden yang memicu kontroversi.

Sebelumnya, Pemuda Pancasila pernah terlibat bentrokan dengan Forum Betawi Rempug (FBR) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tahun 2021 silam.

Ketua Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno. [Dok. Antara]
Ketua Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno. [Dok. Antara]

Kemudian, rumah Ketua Majelis Pimpinan Nasional PP, Japto Soerjosoemarno, sempat digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Februari 2025 terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.

Gangguan ormas terhadap industri bukan kasus baru di negeri ini. Bahkan, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa premanisme ormas telah menyebabkan hilangnya investasi senilai ratusan triliun rupiah.

Himpunan Kawasan Industri (HKI) juga mengeluhkan dampak negatif aksi ormas yang kerap masuk ke kawasan industri dan melakukan unjuk rasa.

Ketua Umum HKI, Sanny Iskandar, menyatakan bahwa aksi premanisme ini berkontribusi terhadap perlambatan ekonomi.

Menurutnya, ormas sering kali meminta untuk dilibatkan dalam operasional industri, seperti penyediaan transportasi, katering, hingga proyek pembangunan pabrik.

"Ormas ini ingin mendapatkan bagian dari setiap aktivitas industri, termasuk dalam proses ekspansi dan penyediaan kebutuhan pabrik," ujar Sanny.

Beberapa investor dikabarkan telah mengajukan surat langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk meminta jaminan keamanan.

Mereka mengkhawatirkan tindakan ormas yang menyegel pabrik, menghalangi keluar-masuknya barang dan bahan baku, serta mengganggu jalannya produksi.

Salah satu contoh aksi ormas terhadap industri pernah terjadi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tahun 2021 lalu.

Kala itu, iring-iringan ratusan kendaraan milik kelompok ormas memenuhi area jalan mulai dari Delta Mas hingga Kawasan Industri Greenland International Industrial Center (GIIC) untuk melakukan orasi. Kejadian ini menghambat aktivitas pabrik dan menimbulkan keresahan di kalangan pengusaha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aset Ketum Pemuda Pancasila Disita KPK, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi Korupsi Batu Bara

Aset Ketum Pemuda Pancasila Disita KPK, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi Korupsi Batu Bara

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:23 WIB

Kasus IUP Tambang Kukar: KPK Cecar Rita Widyasari, Ketum PP Japto Soerjosoemarno Mendadak Sakit

Kasus IUP Tambang Kukar: KPK Cecar Rita Widyasari, Ketum PP Japto Soerjosoemarno Mendadak Sakit

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:57 WIB

KPK Endus Aliran Uang Berjenjang ke Pemuda Pancasila di Kasus Tambang Rita Widyasari

KPK Endus Aliran Uang Berjenjang ke Pemuda Pancasila di Kasus Tambang Rita Widyasari

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:10 WIB

KPK Telusuri Aliran Gratifikasi Rita Widyasari, Periksa Japto Soerjosoemarno

KPK Telusuri Aliran Gratifikasi Rita Widyasari, Periksa Japto Soerjosoemarno

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:36 WIB

Ini Alasan KPK Periksa Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno

Ini Alasan KPK Periksa Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 13:55 WIB

Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Periksa Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno

Kasus Gratifikasi Eks Bupati Kukar, KPK Periksa Ketum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 13:27 WIB

5 Babak Drama Viral Ketua Ormas PP Bogor, Dari Putus Cinta Kini Perang Laporan Polisi

5 Babak Drama Viral Ketua Ormas PP Bogor, Dari Putus Cinta Kini Perang Laporan Polisi

News | Senin, 28 Juli 2025 | 20:41 WIB

Babak Baru Drama Viral Ketua Pemuda Pancasila Bogor: Tak Cukup di Medsos, Kini Saling Lapor Polisi

Babak Baru Drama Viral Ketua Pemuda Pancasila Bogor: Tak Cukup di Medsos, Kini Saling Lapor Polisi

News | Senin, 28 Juli 2025 | 20:33 WIB

Viral Ketua Ormas PP Bogor Ngamuk, Pengacara Ungkap Plot Twist Mengejutkan

Viral Ketua Ormas PP Bogor Ngamuk, Pengacara Ungkap Plot Twist Mengejutkan

News | Senin, 28 Juli 2025 | 15:52 WIB

Drama Ketua Ormas PP Ngamuk di Kafe Depok, Viral Dituding Karena Diputusin Pacar

Drama Ketua Ormas PP Ngamuk di Kafe Depok, Viral Dituding Karena Diputusin Pacar

News | Senin, 28 Juli 2025 | 15:19 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×