La Nina Ancam Panen Raya Petani, Waka Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Hal Ini

Riki Chandra

Kamis, 20 Maret 2025 | 20:33 WIB
La Nina Ancam Panen Raya Petani, Waka Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Hal Ini
Gabah kering petani. [Dok. Antara]

Suara.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, meminta pemerintah segera menyusun strategi penyerapan Gabah Kering Panen (GKP). Hal itu dilakukan untuk mencegah kerugian petani akibat fenomena La Nina.

Menurut Alex, permintaan Perum Bulog agar petani menunda panen bukanlah langkah yang tepat di tengah puncak panen raya kuartal I 2025.

"Pemerintah harus segera membuat peta jalan pembelian Gabah Kering Panen (GKP) agar produksi petani terserap optimal dan tidak mengalami kerugian," kata Alex Indra Lukman, Kamis (20/3/2025).

Pernyataan ini merespons kendala pengeringan Gabah Kering Panen (GKP) yang dialami Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Kediri. Produksi gabah di wilayah ini mencapai 450 ton per hari, sementara pada puncak panen Maret hingga April 2025 diperkirakan meningkat hingga 5.600 ton per hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan bahwa fenomena La Nina lemah berpotensi meningkatkan curah hujan hingga 40 persen dari November 2024 hingga April 2025.

Kondisi ini dapat berdampak pada produksi Gabah Kering Panen (GKP), sehingga penundaan panen justru dapat meningkatkan risiko gagal panen.

"Ancaman La Nina ini merupakan bom waktu bagi petani. Potensi terjadi gagal panen jika dilakukan penundaan masa panen," terang Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat itu.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, saat memantau program Basawah Pokok Murah. [Dok. Antara]
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, saat memantau program Basawah Pokok Murah. [Dok. Antara]

Alex meminta kementrian dan lembaga terkait segera mengkoordinasikan teknis pembelian GKP petani, sehingga bisa segera diolah jadi beras oleh Bulog sebagai operator.

"Hari ini, petani sudah sangat bergairah dengan adanya kewajiban Bulog membeli gabah petani apapun kualitasnya, sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg," ungkap Alex.

"Tak elok, kegembiraan petani ini kemudian kita tempatkan mereka pada posisi bahaya. Waktu panennya diminta ditunda, ditengah adanya ancaman La Nina sebagaimana dirilis BMKG," tegas Alex.

Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), proyeksi panen pada Januari dan Februari 2-25 ini, masing-masing 1,31 juta ton beras dan 2,08 juta ton beras, serta pada Maret diperkirakan akan melonjak menjadi 5,20 juta ton beras.

Berdasarkan tren, diperkirakan produksi beras masih akan surplus seiring musim panen raya di April dan Mei 2025 ini.

Total proyeksi angka tersebut sudah melampaui konsumsi beras bulanan sebesar 2,5 juta ton atau terjaadi surplus.

Dengan total proyeksi produksi 3 bulan pertama di 2025 sebesar 8,59 juta ton, ini akan dapat memenuhi total kebutuhan konsumsi selama 3 bulan yang diestimasikan berada di angka 7,77 juta ton.

Dengan kondisi seperti itu, akan terdapat surplus 820 ribu ton untuk triwulan pertama 2025.

Ini tentunya sebuah pencapaian positif dalam memenuhi target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Apa Itu La Nina?

La Nina merupakan fenomena iklim yang terjadi akibat penurunan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.

Kondisi ini menyebabkan perubahan pola cuaca global, termasuk di Indonesia yang cenderung mengalami peningkatan curah hujan.

Dampak utama La Nina di Indonesia adalah intensitas hujan yang lebih tinggi dari biasanya, terutama di wilayah barat dan selatan.

Fenomena ini berkontribusi terhadap datangnya musim hujan lebih cepat dan berlangsung lebih lama. Akibatnya, beberapa daerah mengalami hujan deras yang lebih sering terjadi antara Oktober hingga Maret.

Dengan curah hujan yang meningkat, risiko bencana seperti banjir dan longsor pun ikut meningkat. Daerah rawan bencana, terutama di kawasan pesisir, lereng gunung, dan dataran rendah, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi yang lebih sering terjadi selama La Nina berlangsung.

Sebagai perbandingan, fenomena La Nina berlawanan dengan El Nino, yang ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik. Jika El Nino menyebabkan cuaca lebih kering di Indonesia, maka La Nina justru membawa hujan lebih banyak.

Meski memiliki dampak negatif seperti potensi bencana, La Nina juga dapat memberikan keuntungan bagi sektor perikanan. Peningkatan curah hujan menciptakan kondisi ideal bagi plankton, yang berdampak positif pada hasil tangkapan ikan.

Selain itu, ekosistem tertentu seperti hutan hujan tropis dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya pasokan air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Tumpuan Pangan di Ujung Timur, KSPEAN Wanam Merauke Bersiap Panen Perdana

Jadi Tumpuan Pangan di Ujung Timur, KSPEAN Wanam Merauke Bersiap Panen Perdana

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 15:05 WIB

Harga Gabah Bikin Petani Kaya, Tapi Pengusaha Penggilingan Padi Melarat

Harga Gabah Bikin Petani Kaya, Tapi Pengusaha Penggilingan Padi Melarat

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:36 WIB

Stok Beras Bulog 4,5 Juta Ton, Aman untuk Nataru hingga Ramadan

Stok Beras Bulog 4,5 Juta Ton, Aman untuk Nataru hingga Ramadan

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Mengapa Indonesia Alami Paceklik Beras Premium?

Mengapa Indonesia Alami Paceklik Beras Premium?

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 16:39 WIB

Gabah Makin Mahal, Produsen Beras Berdarah-darah: Jual Mahal Kena HET, Jual Murah Nombok

Gabah Makin Mahal, Produsen Beras Berdarah-darah: Jual Mahal Kena HET, Jual Murah Nombok

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Gabah Mahal Bikin Produsen Beras Tertekan: HOKI Rugi Rp34 Miliar, NASI Ikut Tekor

Gabah Mahal Bikin Produsen Beras Tertekan: HOKI Rugi Rp34 Miliar, NASI Ikut Tekor

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:07 WIB

Beras Premium Lenyap di Ritel Modern, Produsen Menjerit Rugi Rp2.000 Per Kilo

Beras Premium Lenyap di Ritel Modern, Produsen Menjerit Rugi Rp2.000 Per Kilo

Bisnis | Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:50 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ada yang Sebut Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Padi Sendiri!

Ada yang Sebut Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Padi Sendiri!

Video | Selasa, 21 Juli 2026 | 18:21 WIB

Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak di 43 Titik, Dorong Swasembada Pangan dan Hilirisasi

Prabowo Pimpin Panen Raya Serentak di 43 Titik, Dorong Swasembada Pangan dan Hilirisasi

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 15:05 WIB

Terkini

PB ESI Perkuat Fondasi Organisasi untuk Mengukir Prestasi Esports Indonesia

PB ESI Perkuat Fondasi Organisasi untuk Mengukir Prestasi Esports Indonesia

Jakarta | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23 WIB

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan

Kasatgas Tito: Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sektor Kesehatan Sumatera Capai Progres Signifikan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:19 WIB

KPK Benarkan OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

KPK Benarkan OTT Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Jelang Nataru, KAI Percepat Perbaikan Plafon dan Renovasi Toilet Stasiun Gambir

Jelang Nataru, KAI Percepat Perbaikan Plafon dan Renovasi Toilet Stasiun Gambir

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Kepala BNPB Siap Bersih-Bersih Internal Usai OTT KPK, Pejabat Bisa Diganti!

Kepala BNPB Siap Bersih-Bersih Internal Usai OTT KPK, Pejabat Bisa Diganti!

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:17 WIB

Industri Sulit Serap Tenaga Kerja, Pemerintah Kirim Pekerja ke Korsel hingga Jepang

Industri Sulit Serap Tenaga Kerja, Pemerintah Kirim Pekerja ke Korsel hingga Jepang

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Gus Lilur Pilih Jalur Hukum, Desak KPK Usut Dugaan Suap Muktamar NU

Gus Lilur Pilih Jalur Hukum, Desak KPK Usut Dugaan Suap Muktamar NU

Jatim | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:14 WIB

BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan

BRI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Kerakyatan

Jogja | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:13 WIB

KPK Buka Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq, Belum Ada Tersangka

KPK Buka Penyidikan Baru Kasus Fadia Arafiq, Belum Ada Tersangka

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Membangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Dukung Koperasi Merah Putih

Membangun Ekonomi dari Akar Rumput, BRI Dukung Koperasi Merah Putih

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:10 WIB

×