Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:15 WIB
Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg
Pengusaha penggilingan padi menjerit alami kerugian soal harga gabah. [ANTARA]
  • Pengamat AEPI Khudori menyatakan produsen beras mengalami kerugian berkepanjangan akibat tingginya harga gabah sejak tahun lalu hingga 2026.
  • Harga gabah yang melonjak melampaui HET menyebabkan produsen beras di berbagai wilayah kesulitan menjaga keberlangsungan usaha mereka.
  • Tekanan struktural tersebut memaksa banyak penggilingan padi skala kecil hingga perusahaan besar menutup operasional atau mengalami kerugian.

Suara.com - Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai pengusaha beras tengah pusing menghadapi tekanan berat akibat tingginya harga gabah dan sempitnya margin usaha.

Dampaknya, produsen beras menanggung kerugian berkepanjangan.

Menurut dia, kondisi tersebut bukan lagi persoalan sementara, melainkan tekanan struktural yang membebani penggilingan padi, produsen beras premium, hingga perusahaan bermerek besar.

"Pelaku usaha merugi dan berdarah-darah ini sudah terjadi berbulan-bulan. Dugaan saya, setidaknya terjadi sejak tahun lalu," kata Khudori kepada wartawan, yang dikutip Kamis (6/5/2026).

Ilustrasi pabrik penggilingan padi. [Istimewa]
Pengusaha penggilingan padi mulai mengalami kerugian soal harga gabah. [Istimewa]

Ia menjelaskan, tekanan utama berasal dari harga gabah yang terus bergerak di atas asumsi kebijakan pemerintah, sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) beras tidak cukup menyesuaikan lonjakan biaya produksi.

"Ketika harga gabah tinggi dan rendemen giling hanya berkisar 54-55 persen, produsen beras pasti tekor ketika menjual sesuai HET," ujarnya.

Khudori menyebut bahan baku gabah menjadi komponen biaya terbesar, mencapai sekitar 90-93 persen dari total ongkos produksi.

Dalam situasi harga gabah yang kini berada di kisaran Rp 7.400 hingga Rp 8.200 per kilogram di sejumlah wilayah, produsen dinilai semakin sulit menjaga usaha tetap sehat.

"Gabah adalah bahan baku beras. Ketika harga gabah tinggi, harga beras juga tinggi. Implikasinya, pelaku usaha akan kesulitan mematuhi HET," kata Khudori.

Ia menilai pelaku usaha kini berada dalam posisi serba sulit. Menjual di atas HET berisiko dianggap melanggar aturan, tetapi menjual sesuai HET berarti terus menanggung kerugian.

"Apabila menjual di atas HET akan dinilai melanggar dan dapat dikenai sanksi. Sebaliknya, jika tetap menjual di bawah HET kerugian akan terus menggerogoti keuangan perusahaan," imbuhnya.

Menurut Khudori, tekanan paling berat dirasakan penggilingan padi skala kecil karena kemampuan modal dan efisiensinya lebih terbatas dibanding pemain besar.

"Ini membuat penggilingan padi, terutama skala kecil, terlempar dari pasar alias tutup operasi," katanya.

Ia juga menyoroti tekanan serupa sudah terlihat pada perusahaan besar, termasuk korporasi beras yang tercatat di bursa.

Selain faktor harga, ia menilai perubahan kebijakan pemerintah sejak 2025 juga ikut mengubah struktur persaingan pasar, terutama setelah BULOG menjadi pembeli awal dalam jumlah besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:40 WIB

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:30 WIB

Harga Gabah Tinggi, Pedagang Sulit Jual Beras Sesuai HET

Harga Gabah Tinggi, Pedagang Sulit Jual Beras Sesuai HET

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:26 WIB

Terkini

Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000

Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:07 WIB

Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I

Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:00 WIB

BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan

BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:59 WIB

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 12:35 WIB

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Manfaatkan Reksa Dana BRI, Fakultas Pertanian UGM Beasiswai 6 Mahasiswa dari Keuntungan Investasi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:57 WIB

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Purbaya Anggap Pertumbuhan Ekonomi RI 5,61 Persen Keajaiban: Kita Keluar dari Kutukan 5%

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:51 WIB

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Emas Naik Pelan-pelan, Harganya Diproyeksi Bisa Tembus USD 5.200

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:50 WIB

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:26 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:18 WIB

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB