Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:15 WIB
Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg
Pengusaha penggilingan padi menjerit alami kerugian soal harga gabah. [ANTARA]
baca 10 detik
  • Pengamat AEPI Khudori menyatakan produsen beras mengalami kerugian berkepanjangan akibat tingginya harga gabah sejak tahun lalu hingga 2026.
  • Harga gabah yang melonjak melampaui HET menyebabkan produsen beras di berbagai wilayah kesulitan menjaga keberlangsungan usaha mereka.
  • Tekanan struktural tersebut memaksa banyak penggilingan padi skala kecil hingga perusahaan besar menutup operasional atau mengalami kerugian.

Suara.com - Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai pengusaha beras tengah pusing menghadapi tekanan berat akibat tingginya harga gabah dan sempitnya margin usaha.

Dampaknya, produsen beras menanggung kerugian berkepanjangan.

Menurut dia, kondisi tersebut bukan lagi persoalan sementara, melainkan tekanan struktural yang membebani penggilingan padi, produsen beras premium, hingga perusahaan bermerek besar.

"Pelaku usaha merugi dan berdarah-darah ini sudah terjadi berbulan-bulan. Dugaan saya, setidaknya terjadi sejak tahun lalu," kata Khudori kepada wartawan, yang dikutip Kamis (6/5/2026).

Ilustrasi pabrik penggilingan padi. [Istimewa]
Pengusaha penggilingan padi mulai mengalami kerugian soal harga gabah. [Istimewa]

Ia menjelaskan, tekanan utama berasal dari harga gabah yang terus bergerak di atas asumsi kebijakan pemerintah, sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) beras tidak cukup menyesuaikan lonjakan biaya produksi.

"Ketika harga gabah tinggi dan rendemen giling hanya berkisar 54-55 persen, produsen beras pasti tekor ketika menjual sesuai HET," ujarnya.

Khudori menyebut bahan baku gabah menjadi komponen biaya terbesar, mencapai sekitar 90-93 persen dari total ongkos produksi.

Dalam situasi harga gabah yang kini berada di kisaran Rp 7.400 hingga Rp 8.200 per kilogram di sejumlah wilayah, produsen dinilai semakin sulit menjaga usaha tetap sehat.

"Gabah adalah bahan baku beras. Ketika harga gabah tinggi, harga beras juga tinggi. Implikasinya, pelaku usaha akan kesulitan mematuhi HET," kata Khudori.

baca juga

Ia menilai pelaku usaha kini berada dalam posisi serba sulit. Menjual di atas HET berisiko dianggap melanggar aturan, tetapi menjual sesuai HET berarti terus menanggung kerugian.

"Apabila menjual di atas HET akan dinilai melanggar dan dapat dikenai sanksi. Sebaliknya, jika tetap menjual di bawah HET kerugian akan terus menggerogoti keuangan perusahaan," imbuhnya.

Menurut Khudori, tekanan paling berat dirasakan penggilingan padi skala kecil karena kemampuan modal dan efisiensinya lebih terbatas dibanding pemain besar.

"Ini membuat penggilingan padi, terutama skala kecil, terlempar dari pasar alias tutup operasi," katanya.

Ia juga menyoroti tekanan serupa sudah terlihat pada perusahaan besar, termasuk korporasi beras yang tercatat di bursa.

Selain faktor harga, ia menilai perubahan kebijakan pemerintah sejak 2025 juga ikut mengubah struktur persaingan pasar, terutama setelah BULOG menjadi pembeli awal dalam jumlah besar.

"Dengan skema maklon, secara teoritis mitra maklon BULOG tetap bisa membeli gabah meski harga di pasar tinggi. Ini membuat pelaku non-mitra maklon kian sulit," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:40 WIB

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:30 WIB

Harga Gabah Tinggi, Pedagang Sulit Jual Beras Sesuai HET

Harga Gabah Tinggi, Pedagang Sulit Jual Beras Sesuai HET

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:26 WIB

Terkini

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

4 Atlet Junior Padel DIY Tembus Seleksi Timnas KU-18, Buktikan Bakat Tak Kenal Latar Belakang

Jogja | Selasa, 22 September 2026 | 22:07 WIB

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 22:02 WIB

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

Sebelum Digeledah KPK, Ipda Yayat Ternyata Sudah Diperiksa Propam

News | Selasa, 22 September 2026 | 21:58 WIB

×