Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:15 WIB
Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg
Pengusaha penggilingan padi menjerit alami kerugian soal harga gabah. [ANTARA]
baca 10 detik
  • Pengamat AEPI Khudori menyatakan produsen beras mengalami kerugian berkepanjangan akibat tingginya harga gabah sejak tahun lalu hingga 2026.
  • Harga gabah yang melonjak melampaui HET menyebabkan produsen beras di berbagai wilayah kesulitan menjaga keberlangsungan usaha mereka.
  • Tekanan struktural tersebut memaksa banyak penggilingan padi skala kecil hingga perusahaan besar menutup operasional atau mengalami kerugian.

Suara.com - Pengamat pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai pengusaha beras tengah pusing menghadapi tekanan berat akibat tingginya harga gabah dan sempitnya margin usaha.

Dampaknya, produsen beras menanggung kerugian berkepanjangan.

Menurut dia, kondisi tersebut bukan lagi persoalan sementara, melainkan tekanan struktural yang membebani penggilingan padi, produsen beras premium, hingga perusahaan bermerek besar.

"Pelaku usaha merugi dan berdarah-darah ini sudah terjadi berbulan-bulan. Dugaan saya, setidaknya terjadi sejak tahun lalu," kata Khudori kepada wartawan, yang dikutip Kamis (6/5/2026).

Ilustrasi pabrik penggilingan padi. [Istimewa]
Pengusaha penggilingan padi mulai mengalami kerugian soal harga gabah. [Istimewa]

Ia menjelaskan, tekanan utama berasal dari harga gabah yang terus bergerak di atas asumsi kebijakan pemerintah, sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) beras tidak cukup menyesuaikan lonjakan biaya produksi.

"Ketika harga gabah tinggi dan rendemen giling hanya berkisar 54-55 persen, produsen beras pasti tekor ketika menjual sesuai HET," ujarnya.

Khudori menyebut bahan baku gabah menjadi komponen biaya terbesar, mencapai sekitar 90-93 persen dari total ongkos produksi.

Dalam situasi harga gabah yang kini berada di kisaran Rp 7.400 hingga Rp 8.200 per kilogram di sejumlah wilayah, produsen dinilai semakin sulit menjaga usaha tetap sehat.

"Gabah adalah bahan baku beras. Ketika harga gabah tinggi, harga beras juga tinggi. Implikasinya, pelaku usaha akan kesulitan mematuhi HET," kata Khudori.

baca juga

Ia menilai pelaku usaha kini berada dalam posisi serba sulit. Menjual di atas HET berisiko dianggap melanggar aturan, tetapi menjual sesuai HET berarti terus menanggung kerugian.

"Apabila menjual di atas HET akan dinilai melanggar dan dapat dikenai sanksi. Sebaliknya, jika tetap menjual di bawah HET kerugian akan terus menggerogoti keuangan perusahaan," imbuhnya.

Menurut Khudori, tekanan paling berat dirasakan penggilingan padi skala kecil karena kemampuan modal dan efisiensinya lebih terbatas dibanding pemain besar.

"Ini membuat penggilingan padi, terutama skala kecil, terlempar dari pasar alias tutup operasi," katanya.

Ia juga menyoroti tekanan serupa sudah terlihat pada perusahaan besar, termasuk korporasi beras yang tercatat di bursa.

Selain faktor harga, ia menilai perubahan kebijakan pemerintah sejak 2025 juga ikut mengubah struktur persaingan pasar, terutama setelah BULOG menjadi pembeli awal dalam jumlah besar.

"Dengan skema maklon, secara teoritis mitra maklon BULOG tetap bisa membeli gabah meski harga di pasar tinggi. Ini membuat pelaku non-mitra maklon kian sulit," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Waduh! Harga Beras dan Cabai Rawit 'Ngamuk' di Pasar Tradisional Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 09:40 WIB

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:30 WIB

Harga Gabah Tinggi, Pedagang Sulit Jual Beras Sesuai HET

Harga Gabah Tinggi, Pedagang Sulit Jual Beras Sesuai HET

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:26 WIB

Terkini

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:36 WIB

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:32 WIB

Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas

Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:27 WIB

Jelang Review MSCI, IHSG Dibuka Merah ke Level 6.096

Jelang Review MSCI, IHSG Dibuka Merah ke Level 6.096

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:15 WIB

Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:05 WIB

Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Jaringan Bisnis 'Grup Djarum' yang Siap IPO

Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Jaringan Bisnis 'Grup Djarum' yang Siap IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:34 WIB

Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara

Wacana Rokok Murah untuk Masyarakat Bawah Dikritik, Ancam Penerimaan Cukai Negara

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:00 WIB

cashUP Perkuat Ekosistem UMKM Digital, Satukan Pembayaran, Pembiayaan, dan Teknologi

cashUP Perkuat Ekosistem UMKM Digital, Satukan Pembayaran, Pembiayaan, dan Teknologi

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:59 WIB

IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun

IHSG Tertekan! Asing Lepas Saham Blue Chip Senilai Rp1,1 Triliun

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 07:44 WIB