Usai Presiden Prabowo Bertemu Megawati, PDIP Bakal Gabung Kabinet? Golkar Bilang Begini

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 08 April 2025 | 18:50 WIB
Usai Presiden Prabowo Bertemu Megawati, PDIP Bakal Gabung Kabinet? Golkar Bilang Begini
Sekjen Golkar M Sarmuji (Suara.com/Faqih)

Suara.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar M Sarmuji tidak mempersoalkan apabila Presiden Prabowo Subianto mengajak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bergabung ke pemerintahan.

Hal tersebut disampaikannya merespons langkah Presiden Prabowo yang bertemu dengan Megawati Soekarnoputri, beberapa waktu lalu.

"Kalau itu tergantung presiden aja. Kami loyal pada presiden. Presiden bagaimana memandang perlu tidaknya masuk kabinet, monggo saja penilaian Presiden seperti apa," kata Sarmuji kepada wartawan, Selasa (8/4/2025).

Menurutnya, PDIP mau berada di luar atau di dalam pemerintahan masih sama-sama baik.

"Karena di luar atau di dalam itu sama-sama baik," ujarnya.

Ia mengatakan, apabila berada di luar, PDIP masih bisa memberikan pemikirannya dan juga memberikan fungsi kontrol.

" Di dalam bisa berkontribusi langsung, tapi di luar juga bisa memberikan konsepsi banding dan bisa memberi kontrol yang dampaknya juga akan baik," pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo dikabarkan sudah menemui Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2025) malam.

Pertemuan Tertutup

Pertemuan berlangsung tertutup. Dikabarkan juga dalam pertemuan itu disebut turut serta Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Kabar tersebut dibenarkan salah satu sumber yang didengar oleh Suara.com. ia menyebut jika pertemuan memang sudah terjadi.

"Pertemuan memang terjadi," kata sumber yang enggan disebutkan namanya, Selasa (8/4).

Namun, sumber tersebut tidak mau menjelaskan secara detil mengenai pertemuan tersebut.

Kekinian, Suara.com belum lagi mendapatkan penjelasan soal adanya kabar pertemuan tersebut.

Ketua DPP PDIP Said Abdullah saat dikonfirmasi langsung Suara.com masih belum mau menjelaskan soal kabar pertemuan tersebut.

"Mohon maaf saya belum bisa (kasih penjelasan)," kata Said saat dihubungi.

Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto.
Ilustrasi Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, Pengamat Politik, Ray Rangkuti mengemukakan ada beberapa kemungkinan apabila Prabowo bertemu dengan Megawati. Ia menilai, setidaknya ada beberapa poin yang bisa dilihat dalam pertemuan tersebut.

Pertama, Ray mengemukakan bahwa pertemuan tersebut lebih diinginkan oleh pihak Prabowo.

"Lebih diinginkan oleh pihak Prabowo. Keterlibatan langsung mas Didit dan Dasco menyiratkan keinginan kuat Prabowo untuk kiranya dapat bertemu dengan ibu Mega," kata Ray.

Kedua, ia mengemukakan bahwa di pihak Megawati relatif disikapi dengan lebih tenang.

Namun, ia mengemukakan hanya faksi Puan Maharani yang terlihat cukup optimis dan berkeinginan pertemuan ini dapat terlaksana. Sedangkan, kubu DPP PDIP dinilainya malah lebih banyak diam.

"Ketiga, dua faksi dalam tubuh PDIP ini menyiratkan juga dua pendekatan terhadap pemerintahan Prabowo. Faksi DPP terlihat lebih condong untuk oposisi, sementara faksi Puan memilih jalan moderat," katanya.

Keempat, Ray mengemukakan kemungkinan posisi Megawati pada pemerintahan kali ini, kemungkinan lebih memilih jalan berada di barisan oposisi.

"Seperti selama ini beliau perlihatkan. Bahwa menjaga tradisi demokrasi adalah sesuatu yang sangat penting. Menang berkuasa, kalah oposisi. Lagipula, tidak ada tawaran politis yang kiranya sepadan untuk bergabung dalam koalisi pemerintahan Prabowo," ujarnya.

Terakhir, lantas, apa yang kiranya membuat Prabowo berkeinginan untuk bertemu, tentu, menurutnya, tidak jauh dari situasi Indonesia saat ini.

Ray melanjutkan, situasi yang dalam banyak hal,memperlihatkan tanda menuju situasi sulit.

"Ekonomi, sosial dan politik. Dalam situasi yang memperlihatkan makin sulit ini, Prabowo membutuhkan kendali penuh atas pemerintahannya," ujarnya.

Ia memrediksi, apabila PDIP berada di jalur oposisi, maka partai berlambang banteng moncong putih itu berada di titik oposisi moderat. 

"Oleh karena itu, sekalipun kiranya nanti PDIP akan tetap mengambil jalan oposisi, maka itu oposisi moderat. Di sinilah titik temu Dasco dengam Mbak Puan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beredar Kabar Sudah Bertemu Megawati di Teuku Umar, Begini Respons Prabowo

Beredar Kabar Sudah Bertemu Megawati di Teuku Umar, Begini Respons Prabowo

News | Selasa, 08 April 2025 | 18:40 WIB

Presiden Prabowo Ingatkan Pesan Pendiri Bangsa: Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri!

Presiden Prabowo Ingatkan Pesan Pendiri Bangsa: Harus Berdiri di Atas Kaki Sendiri!

News | Selasa, 08 April 2025 | 18:20 WIB

Pertemuan Rahasia Prabowo-Megawati Terungkap! Ada Apa di Balik Layar?

Pertemuan Rahasia Prabowo-Megawati Terungkap! Ada Apa di Balik Layar?

News | Selasa, 08 April 2025 | 17:03 WIB

Terkini

Memanas, Proses Pengosongan Lahan Hotel Sultan Diwarnai Aksi Lempar Batu

Memanas, Proses Pengosongan Lahan Hotel Sultan Diwarnai Aksi Lempar Batu

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:42 WIB

Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen

Bicara Rokok Murah untuk Warga Miskin Anggota DPR PAN Kena Semprot Forum Konsumen

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:22 WIB

Negara Rebut Paksa Lahan GBK dari Swasta, Minta 15 Bangunan Dikosongkan Serentak

Negara Rebut Paksa Lahan GBK dari Swasta, Minta 15 Bangunan Dikosongkan Serentak

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:21 WIB

Sempat Absen, Bos Maktour Fuad Datangi KPK untuk Diperiksa Kasus Haji

Sempat Absen, Bos Maktour Fuad Datangi KPK untuk Diperiksa Kasus Haji

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:14 WIB

Kivlan Zen Ikut Kawal Eksekusi Hotel Sultan: Aparat Jangan Represif, Saya Juga Mantan Prajurit

Kivlan Zen Ikut Kawal Eksekusi Hotel Sultan: Aparat Jangan Represif, Saya Juga Mantan Prajurit

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:05 WIB

Nyanyian Bos Blueray Seret Nama Dirjen Bea Cukai, KPK: Tak Akan Kami Lepaskan Begitu Saja!

Nyanyian Bos Blueray Seret Nama Dirjen Bea Cukai, KPK: Tak Akan Kami Lepaskan Begitu Saja!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:21 WIB

Unik, Perjanjian Damai AS - Iran Dibuat dengan 2 Bahasa Ini

Unik, Perjanjian Damai AS - Iran Dibuat dengan 2 Bahasa Ini

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:21 WIB

Kata-kata Donald Trump Akhirnya Perang dengan Iran Berakhir: Ini Tidak...

Kata-kata Donald Trump Akhirnya Perang dengan Iran Berakhir: Ini Tidak...

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:10 WIB

Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan

Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:04 WIB

Isi 14 Poin Perjanjian Damai AS - Iran Akhiri Perang

Isi 14 Poin Perjanjian Damai AS - Iran Akhiri Perang

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:01 WIB