Israel Pertimbangkan Buka Akses Bantuan ke Gaza Guna Hindari Tuntutan Hukum

Tasmalinda Suara.Com
Selasa, 08 April 2025 | 21:25 WIB
Israel Pertimbangkan Buka Akses Bantuan ke Gaza Guna Hindari Tuntutan Hukum
Seorang anak duduk termenung diantara puing-puing bangunan yang hancur di kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Mengomentari laporan tersebut, tentara Israel mengatakan bahwa mereka bertindak sesuai dengan perintah dari pimpinan politik.

“Israel tidak mentransfer dan tidak akan mentransfer bantuan apa pun ke Hamas,” imbuhnya.

Sejak 2 Maret 2025, krisis kemanusiaan di Jalur Gaza mencapai titik yang paling mengkhawatirkan setelah Israel secara total menutup perlintasan perbatasan dan menghentikan aliran bantuan kemanusiaan, pertolongan darurat, serta pasokan medis ke wilayah tersebut.

Penutupan ini menciptakan penderitaan massal yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut laporan dari pemerintah daerah Gaza dan sejumlah lembaga hak asasi manusia internasional.

Rumah sakit kehabisan obat-obatan, makanan menjadi sangat langka, dan akses terhadap air bersih pun nyaris tidak tersedia bagi lebih dari dua juta penduduk Gaza yang terperangkap dalam situasi darurat.

Tragisnya, blokade ini merupakan bagian dari operasi militer baru yang dilancarkan Israel sejak 18 Maret lalu, yang telah merenggut nyawa hampir 1.400 warga Palestina dan melukai lebih dari 3.400 lainnya.

Serangan itu terus berlanjut meskipun sebelumnya telah disepakati gencatan senjata dan perjanjian pertukaran tahanan, yang seharusnya menjadi titik awal menuju deeskalasi konflik.

Kenyataan di lapangan justru menunjukkan sebaliknya: eskalasi kekerasan meningkat dan krisis kemanusiaan semakin dalam.

Situasi ini memicu kecaman luas dari berbagai organisasi kemanusiaan dunia, yang menyerukan agar Israel segera membuka jalur bantuan dan menghormati prinsip-prinsip dasar kemanusiaan yang telah disepakati dalam hukum internasional.

Baca Juga: Puluhan Visa Mahasiswa Dicabut AS di Tengah Gelombang Aksi Bela Palestina

Ilustrasi warga Gaza antri makanan di tengah blokade bantuan kemanusiaan oleh Israel.
Ilustrasi warga Gaza antri makanan di tengah blokade bantuan kemanusiaan oleh Israel.


 Pekan lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk meningkatkan serangan terhadap Gaza di tengah upaya untuk melaksanakan rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusir warga Palestina dari daerah kantong tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI