Gigitan Ular Jadi Ancaman Nyata di Baduy, Kemenkes Akui Antibisa Masih Terbatas

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 02 Januari 2026 | 16:09 WIB
Gigitan Ular Jadi Ancaman Nyata di Baduy, Kemenkes Akui Antibisa Masih Terbatas
Penyediaan Antibisa di Baduy Masih Terbatas. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Kemenkes fokus pada risiko gigitan ular di Baduy, menganggap antivenom dibutuhkan karena aktivitas bertani warga di hutan.
  • Antibisa ular tidak disediakan dalam jumlah besar di Baduy, tetapi dapat diakses di puskesmas rujukan terdekat.
  • Penanganan awal gigitan ular melibatkan pengikatan area gigitan sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan kompeten.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberi perhatian khusus terhadap risiko gigitan ular di wilayah Baduy, Kabupaten Lebak, Banten.

Sekretaris Jenderal Kemenkes, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, menyebutkan kalau kebutuhan antibisa ular atau antivenom menjadi perhatian karena sebagian besar masyarakat Baduy beraktivitas sebagai petani di ladang dan kawasan hutan. 

Namun, Kemenkes tidak menyediakan antibisa itu dalam jumlah besar di wilayah Baduy. Kunta memastikan kalau masyarakat Baduy bisa mengakses obat tersebut di puskesmas terdekat dari luar wilayah mereka.

“Kalau antibisa kan tidak bisa sembarangan ya. Itu harus dicek dengan cukup. Antibisa sudah tersedia di puskesmas, tapi memang tidak banyak,” ujar Kunta saat berkunjung langsung ke wilayah Baduy beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, antibisa ular ditempatkan di puskesmas rujukan yang memiliki tenaga kesehatan dengan kompetensi khusus untuk menangani kasus gigitan ular. Hal itu dilakukan karena pemberian antibisa harus melalui prosedur medis yang ketat.

Jika terjadi gigitan ular, penanganan awal tetap bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran racun sebelum pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang memiliki antibisa. Puskesmas, kata Kunta, akan melakukan koordinasi untuk penanganan lanjutan.

“Minimal diikat dulu supaya tidak menyebar. Nanti puskesmas akan datang memberikan penanganan,” katanya.

Kunta mengakui jarak puskesmas rujukan dari wilayah Baduy mencapai sekitar satu setengah jam perjalanan. Meski begitu, Kemenkes memastikan koordinasi tetap dilakukan agar penanganan dapat diberikan secepat mungkin.

Di sisi lain, masyarakat Baduy menilai antibisa ular masih menjadi kebutuhan penting. Warga Desa Cihuni, Baduy Luar, Narja, mengatakan risiko gigitan ular cukup tinggi karena aktivitas warga yang sehari-hari bekerja di ladang.

baca juga

Ia menegaskan antibisa tidak diminta untuk disediakan secara berlebihan, melainkan sebagai langkah antisipasi dalam kondisi darurat. Keterbatasan antibisa, menurutnya, kerap menjadi kendala di lapangan.

“Bukan nyediain, tapi buat jaga antisipasi saja. Masalah obat bisa itu, Pak Kapus juga sering nangis, soalnya susah, nggak ada,” ujarnya.

Selain kesiapsiagaan antibisa, Kemenkes menyatakan penguatan layanan kesehatan dasar di wilayah Baduy terus dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan edukasi kesehatan. Kunta berharap masyarakat mau memeriksakan diri saat mengalami keluhan kesehatan.

“Yang paling penting mereka mau cek kesehatan. Dari situ kita bisa tahu betul apa masalahnya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian

Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 18:40 WIB

Banjir Sumatra Picu Risiko Penyakit Menular, Kemenkes Dorong Imunisasi Darurat

Banjir Sumatra Picu Risiko Penyakit Menular, Kemenkes Dorong Imunisasi Darurat

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 15:06 WIB

Purbaya Sewot Teknologi AI Bea Cukai Dibandingkan dengan Milik Kemenkes: Tersinggung Gue!

Purbaya Sewot Teknologi AI Bea Cukai Dibandingkan dengan Milik Kemenkes: Tersinggung Gue!

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 18:37 WIB

Terkini

Awas Ketagihan! 5 Street Food Legendaris Korea yang Paling Dicari Saat Musim Gugur

Awas Ketagihan! 5 Street Food Legendaris Korea yang Paling Dicari Saat Musim Gugur

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:46 WIB

Guru Besar UGM: Gugatan Denny Indrayana Jadi Momen Bayar Utang MK atas Putusan 90

Guru Besar UGM: Gugatan Denny Indrayana Jadi Momen Bayar Utang MK atas Putusan 90

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:45 WIB

Tim Dokter Ungkap Misteri Kematian Sutrimo dengan Mulut Berbusa, Ini Penyebabnya

Tim Dokter Ungkap Misteri Kematian Sutrimo dengan Mulut Berbusa, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:41 WIB

Gunakan Nama 'Volcano', Durian Unggulan Sulawesi Tengah Bersiap Miliki Identitas Hukum

Gunakan Nama 'Volcano', Durian Unggulan Sulawesi Tengah Bersiap Miliki Identitas Hukum

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 17:40 WIB

Tren Mobil Listrik Masuk Mobilitas Harian, Wuling Kenalkan Aira ev di GIIAS Semarang

Tren Mobil Listrik Masuk Mobilitas Harian, Wuling Kenalkan Aira ev di GIIAS Semarang

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 17:40 WIB

Wujudkan Properti Idaman, BRI Gelar Gebyar Lelang Serentak di 74 Lokasi Seluruh Indonesia

Wujudkan Properti Idaman, BRI Gelar Gebyar Lelang Serentak di 74 Lokasi Seluruh Indonesia

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 17:39 WIB

Soal Obligasi Jakarta, Pramono: Kalau Pusat Tak Izinkan, Ya Sudah

Soal Obligasi Jakarta, Pramono: Kalau Pusat Tak Izinkan, Ya Sudah

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:39 WIB

Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles

Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 17:38 WIB

CCTV Ungkap Sutrimo Sempat Boncengan Motor Makan Sambal Setan di Radio Dalam Sebelum Tewas

CCTV Ungkap Sutrimo Sempat Boncengan Motor Makan Sambal Setan di Radio Dalam Sebelum Tewas

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:35 WIB

BRI dan GarudaMiles Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

BRI dan GarudaMiles Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 17:34 WIB

×