Ancaman Trump Bayangi Perundingan Nuklir AS-Iran di Oman

Denada S Putri Suara.Com
Selasa, 08 April 2025 | 21:41 WIB
Ancaman Trump Bayangi Perundingan Nuklir AS-Iran di Oman
Donald Trump. [Ist]

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya, AS dengan Iran tengah melakukan perundingan untuk membahas kesepakatan Nuklir.

Meski sepakat membahas bersama, Trump rupanya mengancam jika Iran akan berada dalam "bahaya besar" jika perundingan itu berakhir gagal.

Dikutip dari BBC News, pernyataan Trump ini disampaikan setelah dirinya menjamu Perdana Menteri (PM) Israel, Benjain Netanyahu di Gedung Putih pada Senin (07/04/2025).

Adapun, Iran sebelumnya terus menolak ajakan Trump untuk berunding terkait kesepakatan nuklir.

Tetapi, pada Sabtu (12/04/2025) mendatang, Iran akhirnya menyetujui untuk mengadakan "pertemuan tingkat tinggi" dengan Trump di Oman, disadur Selasa (08/04/2025).

"Kami memiliki pertemuan yang sangat besar, dan kita akan melihat nanti apa yang bisa terjadi. Dan saya pikir semua orang setuju bahwa mencapai kesepakatan akan lebih baik," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih.

"Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir, dan jika perundingan tersebut tidak berhasil, saya rasa ini akan menjadi hari yang sangat buruk bagi Iran," ancam Trump jika perundingan itu berakhir gagal.

Trump sendiri telah mengumumkan bahwa dirinya lebih memilih untuk membuat kesepakatan terkait program nuklir Iran, daripada konfrontasi militer.

Bahkan pada 7 Maret lalu, Trump telah menulis surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei untuk menyarankan adanya perundingan.

Baca Juga: SBY Sanjung Strategi Presiden Prabowo Hadapi Tarif Trump: Tepat dan Hati-Hati!

Lantas bagaimana respons dari Iran sendiri?

Menteri luar negeri Iran, Abbas Araghchi mengonfirmasi pertemuan itu dan mengatakan pembicaraan tersebut akan bersifat "tidak langsung" tetapi bisa menjadi "sebuah kesempatan sekaligus... ujian".

"Ini merupakan kesempatan sekaligus ujian. Bola ada di tangan Amerika," tulis Abbas Araqchi di X-nya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Trump telah berulang kali menawarkan prospek perundingan perjanjian baru dengan Iran, sambil mengancam tindakan militer jika perjanjian tidak dapat dicapai.

Israel menganggap pencegahan Iran, saingannya, untuk memperoleh senjata nuklir menjadi hal utama bagi keamanan jangka panjangnya.

Israel juga dilaporkan telah mempertimbangkan untuk menyerang fasilitas produksinya dalam beberapa bulan terakhir.

Tahun lalu, Israel mengatakan telah menyerang situs nuklir Iran sebagai balasan atas serangan rudal Iran sebelumnya terhadap Israel.

"Kami dan Amerika Serikat sama-sama bersatu dalam tujuan agar Iran tidak pernah mendapatkan senjata nuklir," ujar Netanyahu  di Gedung Putih beberapa waktu lalu.

"Jika hal itu dapat dilakukan secara diplomatis sepenuhnya, seperti yang dilakukan di Libya, saya kira itu akan menjadi hal yang baik," tambahnya.

Seyyed Abbas Araghchi. [Ist]
Seyyed Abbas Araghchi. [Ist]

Profil Seyyed Abbas Araghchi

Seyyed Abbas Araghchi adalah seorang diplomat berpengalaman yang saat ini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran sejak Agustus 2024.

Lahir pada tahun 1962 di Teheran dalam keluarga pedagang yang konservatif dan religius, Araghchi memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang hubungan internasional.

Pendidikan dan Karier Awal

Araghchi menyelesaikan pendidikan sarjana dan magisternya di Universitas Imam Sadiq, Teheran, sebelum melanjutkan studi doktoralnya di bidang hubungan internasional di Universitas Kent, Inggris.

Setelah kembali ke Iran, ia bergabung dengan Kementerian Luar Negeri pada tahun 1990, memulai karier diplomatiknya sebagai ahli di Departemen Urusan Internasional.

Karier Diplomatik

Sepanjang kariernya, Araghchi telah memegang berbagai posisi penting, termasuk:

  • Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Hukum dan Internasional
  • Juru Bicara Kementerian Luar Negeri
  • Duta Besar Iran untuk Finlandia dan Jepang

Ia juga dikenal sebagai negosiator utama dalam perundingan nuklir Iran, berperan penting dalam mencapai kesepakatan nuklir pada tahun 2015.

Peran sebagai Menteri Luar Negeri

Sebagai Menteri Luar Negeri, Araghchi menekankan pentingnya kontinuitas dalam kebijakan luar negeri Iran, dengan fokus pada penguatan hubungan dengan negara-negara seperti China, Rusia, Afrika, dan Amerika Latin.

Ia juga menyatakan keterbukaan terhadap Eropa dengan syarat adanya penghormatan terhadap kepentingan nasional Iran, sementara hubungan dengan Amerika Serikat ditekankan pada manajemen konflik.

Kehidupan Pribadi

Araghchi dikenal sebagai individu yang berdedikasi tinggi terhadap tugas diplomatiknya, dengan reputasi sebagai negosiator ulung dan pembuat kebijakan yang cermat.

Kontributor : Maliana

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI