Rusia Ancam Inggris dan Sekutunya Atas Keterlibatan dengan Perang Ukraina: Kami Akan Membunuh Mereka

Bella

Rabu, 16 April 2025 | 16:50 WIB
Rusia Ancam Inggris dan Sekutunya Atas Keterlibatan dengan Perang Ukraina: Kami Akan Membunuh Mereka
Presiden Rusia, Vladimir Putin (x.com)

Suara.com - Retorika keras kembali menggema dari Rusia setelah Vladimir Solovyov, tokoh media sekaligus loyalis Presiden Vladimir Putin, menyampaikan ancaman eksplisit terhadap Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara Barat lainnya.

Dalam siaran televisi nasional bertajuk Sunday Evening With Vladimir Solovyov, sang propagandis Kremlin itu menuding Barat secara langsung terlibat dalam perang melawan Rusia.

Ia juga memperingatkan kemungkinan pembalasan yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk potensi penggunaan senjata nuklir.

"Inggris dan Amerika Serikat secara langsung melancarkan perang terhadap kita. Kami melihat dengan jelas bahwa apa yang disebut 'koalisi pembawa damai' itu sejatinya adalah pasukan intervensi. Dan mereka akan dihancurkan," tegas Solovyov, merujuk pada dukungan negara-negara Barat terhadap Ukraina.

"Anda harus sadar bahwa bukan hanya unit garis depan Anda di Ukraina yang akan hancur. Karena kami melihat ini sebagai bentuk partisipasi langsung negara-negara Anda, maka Anda akan merasakan konsekuensinya—konsekuensi yang belum pernah Anda lihat sebelumnya." tambahnya.

Pernyataan ini langsung memicu kekhawatiran global, terutama setelah Solovyov secara spesifik menyebut Inggris, Prancis, Jerman, dan negara-negara Baltik sebagai target potensial. "Nasibmu akan menyedihkan," ujarnya dengan nada mengancam.

Ancaman tersebut juga diperkuat oleh pernyataan rekan sesama penyiar Rusia, Margarita Simonyan, yang menanggapi sebuah artikel The Times yang membahas keraguan publik Inggris dalam mengirim pasukan ke Ukraina.

"Artikel itu secara tersirat bertanya, 'Haruskah kita terus maju?' Karena kalau iya, artinya kita akan mengirim pasukan kita. Apakah rakyat kita siap untuk ini? Karena rakyat kita bisa binasa," ujar Simonyan.

"Bukan hanya bisa binasa. Mereka pasti akan binasa. Kami akan membunuh mereka semua." lanjutnya.

baca juga

Rekaman mengerikan tersebut diterjemahkan oleh Russian Media Monitor dan segera menyebar luas, memicu kekhawatiran bahwa Rusia tidak hanya bermain retorika, tetapi benar-benar tengah menyiapkan skenario konfrontasi skala penuh terhadap NATO dan sekutunya.

Serangan Meningkat, Korban Sipil Berjatuhan

Di tengah peningkatan ketegangan diplomatik, situasi di lapangan semakin memburuk. Rusia terus menggempur wilayah-wilayah Ukraina dengan serangan rudal dan drone.

Salah satu serangan paling mematikan pekan ini terjadi di kota Sumy, Ukraina Timur Laut, di mana 35 warga sipil tewas dan lebih dari 100 lainnya luka-luka akibat serangan rudal Rusia pada hari Minggu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam serangan tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte  (x.com)
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bersama Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte (x.com)

"Bukti nyata dari sikap Rusia terhadap perundingan damai." kata Zelensky.

Menurutnya, serangan terhadap fasilitas sipil memperlihatkan bahwa Kremlin sama sekali tidak berniat mengakhiri perang secara diplomatis.

Rusia sendiri mengklaim bahwa target serangan mereka adalah konsentrasi pasukan Ukraina di Sumy. Namun, hingga saat ini, tidak ada bukti pendukung yang diajukan untuk mendukung klaim tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, melalui juru bicaranya, menyatakan keprihatinan mendalam.

"Serangan terhadap warga sipil dan objek sipil dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional. Serangan seperti ini harus dihentikan segera, di mana pun itu terjadi," ujarnya.

Kerugian Rusia Mendekati Satu Juta Jiwa

Menurut data dari Staf Umum Ukraina, total korban di pihak Rusia sejak invasi penuh skala pada Februari 2022 kini telah mencapai 936.000 orang.

Dalam satu hari saja minggu ini, diklaim 1.050 tentara Rusia tewas dalam pertempuran.

Meski angka ini belum diverifikasi secara independen, jika benar, maka menjadi indikasi beban perang yang semakin berat di pihak Kremlin.

Perubahan Sikap AS?

Sementara itu, muncul laporan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump telah secara signifikan menurunkan jumlah uang yang diminta dari Ukraina untuk membayar kembali bantuan selama perang.

Menurut sumber internal di Gedung Putih, permintaan pembayaran tersebut kini turun drastis dari £225 miliar (sekitar Rp4.537 triliun) menjadi £75 miliar (sekitar Rp1.512 triliun).

Langkah ini disebut sebagai bentuk kompromi untuk menjaga hubungan dengan Kyiv di tengah tekanan domestik terhadap pengeluaran luar negeri AS.

Namun, hal ini juga dipandang sebagai sinyal bahwa Washington mulai mengevaluasi kembali keterlibatannya dalam konflik yang kian berlarut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Isu Rusia Ingin Bangun Pangkalan Militer di Papua, TB Hasanuddin: Itu Langgar Konstitusi!

Heboh Isu Rusia Ingin Bangun Pangkalan Militer di Papua, TB Hasanuddin: Itu Langgar Konstitusi!

News | Rabu, 16 April 2025 | 12:38 WIB

Demi Konten Ekstrem, 5 Fakta Aksi Berbahaya Bule Rusia Naiki KA Batu Bara

Demi Konten Ekstrem, 5 Fakta Aksi Berbahaya Bule Rusia Naiki KA Batu Bara

News | Selasa, 15 April 2025 | 21:23 WIB

Utus Wakil Perdana Menteri, Rusia Minta Prabowo Hadiri 2 Acara Penting Ini

Utus Wakil Perdana Menteri, Rusia Minta Prabowo Hadiri 2 Acara Penting Ini

News | Selasa, 15 April 2025 | 18:17 WIB

Siang Ini, Prabowo Terima Kunjungan Wakil Pertama PM Federasi Rusia Denis Manturov

Siang Ini, Prabowo Terima Kunjungan Wakil Pertama PM Federasi Rusia Denis Manturov

News | Selasa, 15 April 2025 | 13:08 WIB

Turis Rusia Nekat! Aksi Gila Naik Kereta Batu Bara Babaranjang Viral!

Turis Rusia Nekat! Aksi Gila Naik Kereta Batu Bara Babaranjang Viral!

News | Senin, 14 April 2025 | 23:02 WIB

Reporter TV Pro-Putin Tewas Diledakkan Ranjau di Perbatasan Rusia-Ukraina

Reporter TV Pro-Putin Tewas Diledakkan Ranjau di Perbatasan Rusia-Ukraina

News | Sabtu, 29 Maret 2025 | 19:38 WIB

Serangan Drone Rusia Hantam Kampung Halaman Zelenskiy Usai Negosiasi Damai

Serangan Drone Rusia Hantam Kampung Halaman Zelenskiy Usai Negosiasi Damai

News | Rabu, 26 Maret 2025 | 19:47 WIB

Gedung Putih Klaim Kesepakatan dengan Rusia dan Ukraina, Zelensky: Moskow Berbohong!

Gedung Putih Klaim Kesepakatan dengan Rusia dan Ukraina, Zelensky: Moskow Berbohong!

News | Rabu, 26 Maret 2025 | 19:13 WIB

Kesepakatan Mengejutkan: AS dan Rusia Berdamai di Laut Hitam! Apa Artinya?

Kesepakatan Mengejutkan: AS dan Rusia Berdamai di Laut Hitam! Apa Artinya?

News | Rabu, 26 Maret 2025 | 15:47 WIB

Zelenskyy Buka Pintu: Negara Lain Bisa Ikut Pantau Kesepakatan AS-Ukraina

Zelenskyy Buka Pintu: Negara Lain Bisa Ikut Pantau Kesepakatan AS-Ukraina

News | Rabu, 26 Maret 2025 | 14:39 WIB

Terkini

Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil, Ratusan Organisasi Cium Bahaya Dwifungsi TNI

Petisi Tolak Militer di Ranah Sipil, Ratusan Organisasi Cium Bahaya Dwifungsi TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:44 WIB

Akses Layanan Kesehatan Program JKN Berikan Rasa Aman Bagi Emanuel Giai

Akses Layanan Kesehatan Program JKN Berikan Rasa Aman Bagi Emanuel Giai

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:42 WIB

BRI Hadirkan Promo Buy 1 Get 2 Tiket Bioskop di XXI dan Diskon Popcorn

BRI Hadirkan Promo Buy 1 Get 2 Tiket Bioskop di XXI dan Diskon Popcorn

Bri | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:42 WIB

Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Mahasiswi NDR, Diduga Pelaku Penusukan Berantai

Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Mahasiswi NDR, Diduga Pelaku Penusukan Berantai

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:39 WIB

Diskon 20 Persen Bersantap di Dragon Hot Pot Bersama BRI

Diskon 20 Persen Bersantap di Dragon Hot Pot Bersama BRI

Bri | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:34 WIB

8.000 Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Kebersihan dan Sanitasi

8.000 Dapur MBG Belum Kantongi Sertifikat Kebersihan dan Sanitasi

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:33 WIB

Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten

Kejati Periksa Direksi Bank NTB Syariah Terkait Pinjaman PT Carsten

Bali | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:31 WIB

Review Serial The Hawk: Ketika Ambisi dan Ego Berbenturan di Lapangan Golf

Review Serial The Hawk: Ketika Ambisi dan Ego Berbenturan di Lapangan Golf

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:30 WIB

Perkuat Komunikasi Publik di Era AI, Pemprov Jatim Gelar Bimtek Pengelolaan Medsos dan Situs Pemda

Perkuat Komunikasi Publik di Era AI, Pemprov Jatim Gelar Bimtek Pengelolaan Medsos dan Situs Pemda

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:27 WIB

Pengambilan Ijazah SMA-SMK Dipersulit Sekolah? Lapor ke Ombudsman Riau

Pengambilan Ijazah SMA-SMK Dipersulit Sekolah? Lapor ke Ombudsman Riau

Riau | Rabu, 29 Juli 2026 | 19:25 WIB

×