Pengembangan Wisata di Pesisir Jakarta Diminta Tak Asal-asalan, Mengapa?

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 23 April 2025 | 10:31 WIB
Pengembangan Wisata di Pesisir Jakarta Diminta Tak Asal-asalan, Mengapa?
Ilustrasi wisatawan. [Suara.com/Rochmat]

Suara.com - Pakar Strategis Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi turut mendorong pengembangan kawasan pesisir Jakarta jadi tempat wisata. Namun, pelaksanaannya harus tetap menjunjung prinsip kehati-hatian.

Tantangan krusial dalam pengembangan pariwisata di kawasan pesisir disebutnya mencakup keberlanjutan lingkungan, peran aktif masyarakat lokal, serta integrasi infrastruktur yang mendukung mobilitas pengunjung. Ketiga aspek tersebut disebutnya penting dalam setiap pengembangan destinasi baru.

“Destinasi itu penting, tapi harus diiringi dengan kesadaran pengelolaan lingkungan. Pembangunan jangan sampai merusak ekosistem alam yang sudah ada, apalagi PIK berdekatan langsung dengan kawasan pesisir. Ekosistem pantai itu sangat rentan dan harus jadi perhatian utama,” ujar Taufan kepada wartawan, Rabu (23/4/2025).

Taufan mengatakan, pembangunan yang terburu-buru tanpa mempertimbangkan keseimbangan alam dan sosial, kerap berujung pada masalah jangka panjang.

Selain ekologi, Taufan menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam membangun karakter kawasan. Baginya, keberlanjutan pariwisata tak mungkin tercapai jika warga setempat hanya jadi penonton.

Hal ini juga perlu diperhatikan oleh kawasan wisata urban seperti Pantai Indah Kapuk (PIK) yang dikenal karena properti mewahnya.

5 Restoran di Pesisir Jakarta untuk Buka Puasa Bersama Keluarga: Kampung Kecil (Dok Istimewa)
Ilustrasi destinasi wisata di kawasan pesisir Jakarta. (Dok Istimewa)

“Masyarakat lokal adalah sebuah keharusan. Salah satu kekuatan pariwisata itu justru bagaimana masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan destinasi. Tanpa itu, akan sulit bicara keberlanjutan. Di PIK, porsi pelibatan masyarakat lokal harus lebih besar,” ungkap Taufan. 

Taufan juga mengusulkan sejumlah langkah strategis bagi pemerintah daerah dan pengelola kawasan agar berkembang sebagai destinasi unggulan yang inklusif dan berkelanjutan. Pertama, adalah dengan memperkuat infrastruktur dan aksesibilitas.

“Aksesibilitas adalah kunci. Transportasi publik yang nyaman dan terintegrasi harus dikembangkan agar wisatawan mudah menjangkau kawasan ini,” jelas Taufan. 

baca juga

Kemudian, Taufan menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, melainkan juga mempertimbangkan keseimbangan ekologis dan keberlanjutan sosial.

Masyarakat sekitar juga perlu dilibatkan secara aktif, tidak hanya sebagai pengamat, melainkan sebagai pelaku utama dalam dinamika pariwisata lokal.

"Perlu mengembangkan strategi promosi yang terintegrasi, termasuk bundling dengan destinasi penyangga lain baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Taufan.

Pendiri Yayasan Inovasi Pariwisata Indonesia (YIPINDO) sebelumnya mengusulkan pengembangan atraksi baru seperti sirkuit balap atau kebun binatang bertema agar segmen wisatawan semakin luas. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya memperkuat akses transportasi dan sinergi dengan destinasi lain di Jakarta.

“ini magnet baru bagi wisatawan yang ingin mencari pengalaman berbeda di Jakarta. Atraksi dan fasilitasnya beragam. Tapi yang perlu ditingkatkan adalah infrastruktur transportasi dan promosi bundling dengan destinasi lain di Jakarta,” katanya.

Ia meyakini, koneksi yang lebih kuat antara PIK dan titik-titik wisata lain akan meningkatkan kunjungan serta memperkokoh posisi Jakarta sebagai gerbang pariwisata nasional. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pramono Janji Transparan Rekrutmen PJLP: Tak Ada Lagi Peran Orang Dalam!

Pramono Janji Transparan Rekrutmen PJLP: Tak Ada Lagi Peran Orang Dalam!

News | Rabu, 23 April 2025 | 07:43 WIB

Ditemui Perwira Polri Siswa Sespimmen, Jokowi: Mereka Tanya soal Leadership

Ditemui Perwira Polri Siswa Sespimmen, Jokowi: Mereka Tanya soal Leadership

News | Selasa, 22 April 2025 | 18:00 WIB

Pelamar PJLP yang Serbu Balai Kota Kena Prank Hoaks, Pramono Bilang Begini

Pelamar PJLP yang Serbu Balai Kota Kena Prank Hoaks, Pramono Bilang Begini

News | Selasa, 22 April 2025 | 16:33 WIB

Polemik Ijazah Palsu, Jokowi Kumpulkan Tim Pengacara di Jakarta: Rame Banget Ini

Polemik Ijazah Palsu, Jokowi Kumpulkan Tim Pengacara di Jakarta: Rame Banget Ini

News | Selasa, 22 April 2025 | 16:16 WIB

Terkini

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

One of a Kind Romance Tayang 9 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Kemenkeu Ungkap Jurus RI Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional di Hari Kesaktian Pancasila

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Kenapa Zodiak Gemini Sering Banget Dibenci? Ini 5 Alasan Utamanya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

Menteri Mukhtarudin Dorong Lulusan Poltekkes Jadi Tenaga Kesehatan Profesional di Dunia

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

Polisi Sebut Tak Temukan Unsur Pungli dan Pemerasan di Kasus Bolosego Alkid Yogyakarta

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:33 WIB

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Setelah Sukses di Musim Pertama, Anime Draw This Then Die Lanjut Musim ke-2

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:30 WIB

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

PERADI Profesional Gandeng UI, Dorong PKPA Tak Sekadar Formalitas Calon Advokat

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

Pakar Hukum UMJ: Nusron Wahid Cukup Bukti untuk Diproses KPK

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:24 WIB

×