Proyek Penulisan Ulang Sejarah Kemenbud, Gerindra: Harus Disajikan Fakta dan Data Apa Adanya

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 22 Mei 2025 | 06:57 WIB
Proyek Penulisan Ulang Sejarah Kemenbud, Gerindra: Harus Disajikan Fakta dan Data Apa Adanya
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani mengingatkan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) untuk melakukan penulisan ulang sejarah berdasarkan fakta dan data. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra meminta agar rencana pemerintah lewat Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menulis ulang Sejarah Indonesia harus dilakukan sesuai data dan fakta.

Menurutnya, memang upaya untuk meluruskan sejarah merupakan hal yang baik dilakukan. Terlebih hal itu penting dilakukan, lantaran akan bermanfaat untuk generasi muda.

"Dan saya kira makin banyak penulisan sejarah yang disajikan kepada generasi muda, generasi saat ini, sesuatu yang baik," kata Muzani ditemui Kantor DPP Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu 21 Mei 2025.

"Sehingga kita bisa mendapatkan kebenaran sejarah yang mendekati kebenaran. Kira-kira seperti itu," sambungnya.

Atas dasar itu, kata dia, siapa pun yang melakukan upaya peduli dengan sejarah merupakan hal yang baik.

Ia meyakini sejarah itu tidak pernah mendapatkan kebenaran final.

"Tapi yang harus disajikan adalah fakta dan data yang harus disajikan apa adanya. Biar nanti pembaca, generasi yang menilai tentang kebenaran sejarah itu," katanya.

Ketika disinggung mengenai proyek penulisan ulang sejarah itu perlu juga didorong untuk meluruskan sejarah 1965 dan pelanggaran HAM berat di Indonesia, Muzani menyebut hal itu termasuk menjadi bagian.

"Semua sejarah. Semua sejarah yang menjadi perjalanan bangsa ini," katanya.

baca juga

Sebelumnya diberitakan, Sejarawan Asvi Warman Adam menegaskan bahwa proyek ambisius penulisan ‘sejarah resmi’ Indonesia oleh Kemenbud tidak memenuhi kaidah sebagai suatu produksi ilmu pengetahuan sejarah.

Proyek ini hanya menghasilkan penggelapan sejarah bangsa.

Bahkan, penyebarluasannya akan berdampak luas bagi kesalahan berpikir generasi muda dan akan merugikan kelanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara ke depan.

"Sejarah bukanlah monumen tunggal yang bisa dipahat oleh satu kekuasaan, dihasilkan dari suatu proyek politik, yang diragukan akuntabilitas dan kredibilitas metodenya," kata Asvi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Asvi menilai kerangka konsep yang disusun oleh tiga editor umum dalam proyek ini sudah memenuhi kriteria yang diungkapkan oleh Anton Debaets dalam bukunya 'Responsible History' yang membahas tentang rekayasa dan penyalahgunaan sejarah.

Sejarahwan senior, Asvi Warman Adam. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)
Sejarawan Asvi Warman Adam. Terkait rencana pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan untuk menulis kembali sejarah, Asvi Warman menegaskan penolakannya. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Rekayasa Sejarah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Proyek Menbud Fadli Zon Ditolak Sejarawan, Puan Maharani: Jangan Ada Pengaburan Sejarah!

Proyek Menbud Fadli Zon Ditolak Sejarawan, Puan Maharani: Jangan Ada Pengaburan Sejarah!

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 14:28 WIB

Heboh Polemik Penulisan Ulang Sejarah RI! DPR Desak Rapat Bareng Fadli Zon Sebelum Agustus

Heboh Polemik Penulisan Ulang Sejarah RI! DPR Desak Rapat Bareng Fadli Zon Sebelum Agustus

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 09:14 WIB

Benarkah Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia oleh Kemenbud Tanpa Sepengetahuan DPR?

Benarkah Proyek Penulisan Ulang Sejarah Indonesia oleh Kemenbud Tanpa Sepengetahuan DPR?

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 06:28 WIB

Terkini

Suara Demokrasi Menggema Tanpa Merusak Fasilitas, Pramono Bersyukur Bundaran HI Tetap Aman

Suara Demokrasi Menggema Tanpa Merusak Fasilitas, Pramono Bersyukur Bundaran HI Tetap Aman

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu

Wanderers: Perjalanan Panjang Manusia Menaklukkan Jarak dan Waktu

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung

Bedah 18 Ribu Hektare Jalur Air, Skema Canggih BBWS Redam Banjir Kronis di Bandar Lampung

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:56 WIB

4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi

4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:55 WIB

Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

Tetsuya Chiba, Kreator Ashita no Joe, Meninggal Dunia pada Usia 87 Tahun

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Cerita Penumpang Detik-detik Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol hingga Tewaskan 68 Orang

Cerita Penumpang Detik-detik Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol hingga Tewaskan 68 Orang

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:48 WIB

Setahun Tak Berfungsi, Eskalator Sky Bridge Stasiun Bojonggede Dikasih Karangan Bunga

Setahun Tak Berfungsi, Eskalator Sky Bridge Stasiun Bojonggede Dikasih Karangan Bunga

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:47 WIB

Gantikan Alan Ritchson, Keanu Reeves Bintangi Film Aksi Netflix Maelstrom

Gantikan Alan Ritchson, Keanu Reeves Bintangi Film Aksi Netflix Maelstrom

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Perbedaan Gula, Stevia, dan Pemanis Buatan: Mana yang Paling Aman Dikonsumsi?

Perbedaan Gula, Stevia, dan Pemanis Buatan: Mana yang Paling Aman Dikonsumsi?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

×