Studi: Laki-laki Hasilkan Jejak Karbon Lebih Tinggi daripada Perempuan, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 23 Mei 2025 | 10:45 WIB
Studi: Laki-laki Hasilkan Jejak Karbon Lebih Tinggi daripada Perempuan, Kenapa?
Sejumlah kendaraan bermotor melintas di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Kamis (21/7/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Perubahan iklim kini menjadi isu yang semakin mendesak. Salah satu penyebabnya adalah tingginya emisi karbon yang dihasilkan dari berbagai aktivitas manusia sehari-hari. Namun, siapa sangka bahwa perbedaan jenis kelamin ternyata juga memengaruhi seberapa besar jejak karbon yang dihasilkan.

Hasil penelitian dari The London School of Economics and Political Science pada tahun 2025 menunjukkan bahwa ada perbedaan jumlah emisi karbon yang dihasilkan antara kedua jenis kelamin. Laki-laki menjadi penyumbang jejak karbon sebanyak 26 persen lebih tinggi dibanding perempuan.

Namun, jika disesuaikan dengan faktor sosioekonomi seperti pekerjaan, jumlah pendapatan, dan status rumah tangga, kesenjangan jumlah emisi menurun dari 26 persen menjadi 18 persen.

Studi ini dilakukan dengan meneliti lebih dari 15.000 orang di Prancis untuk melihat bagaimana jenis kelamin dapat memengaruhi jumlah emisi karbon yang dihasilkan seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mereka juga menganalisis lebih dari 2.000 jenis makanan dan model mobil.

Sejumlah kendaraan bermotor melintas di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Kamis (21/7/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]
Sejumlah kendaraan bermotor melintas di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur, Kamis (21/7/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dari data tersebut, peneliti menemukan bahwa sebagian besar laki-laki di Prancis menghasilkan jejak karbon sebesar 5.3 ton per tahun. Sementara itu, perempuan hanya menyumbang sekitar 3.9 ton karbon dioksida per tahun.

Melansir Green Matters, kesenjangan jumlah jejak karbon ini disebabkan oleh perbedaan gaya hidup yang mereka jalani.

Dua faktor yang paling memengaruhi adalah kebiasaan mengonsumsi daging merah dan penggunaan mobil. Kedua kebiasaan ini menyumbang sekitar 6.5 hingga 9.5 persen dari total perbedaan emisi karbon antara laki-laki dan perempuan.

Menurut penelitian ini, laki-laki lebih sering mengonsumsi daging merah. Daging merah sendiri merupakan salah satu makanan yang paling banyak menghasilkan emisi gas rumah kaca.

Tak hanya itu, laki-laki juga cenderung menggunakan kendaraan mobil untuk bepergian jarak jauh, yang juga menyumbang polusi transportasi.

baca juga

Salah satu penulis studi, Ondine Berland, mengungkapkan bahwa kebiasaan laki-laki dalam mengonsumsi daging merah dan mmenggunakan mobil ini berkaitan dengan stereotipe maskulinitas. Hal ini turut berperan dalam membentuk pola konsumsi mereka, yang pada akhirnya berdampak pada lingkungan.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa norma-norma gender tradisional, terutama yang mengaitkan maskulinitas dengan konsumsi daging merah dan penggunaan mobil, memainkan peran penting dalam membentuk jejak karbon di setiap individu,” ujar Berland.

Sebaliknya, studi ini menyebutkan bahwa perempuan di Prancis yang tinggal di kota besar, berasal dari rumah tangga berpenghasilan rendah, dan tidak memiliki pekerjaan, cenderung memiliki jejak karbon yang lebih rendah dibanding laki-laki.

Selain pola konsumsi dan gaya hidup, tingkat pendapatan juga menjadi faktor yang memengaruhi besar kecilnya jejak karbon.

“Saya pikir ini cukup mengejutkan bahwa perbedaan jejak karbon antara laki-laki dan perempuan dalam hal makanan dan transportasi di Prancis hampir setara dengan kesenjangan antara kelompok berpenghasilan tinggi dan rendah yang kami perkirakan,” kata salah satu penulis studi, Marion Leroutier, dikutip dari Green Queen.

Dalam studi ini, para peneliti juga menghitung potensi jika laki-laki mengubah perilaku konsumsi mereka. Jika seluruh laki-laki dewasa menyesuaikan intensitas karbon mereka menjadi setara dengan rata-rata perempuan, maka jejak karbon dari sektor makanan dan transportasi dapat berkurang sebanyak lebih dari 13 juta ton karbon dioksida di Prancis.

Temuan tentang perbedaan jejak karbon antara laki-laki dan perempuan ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, studi dari Swedia pada tahun 2021 juga menunjukkan hal serupa, bahwa laki-laki menghasilkan emisi 16 persen lebih tinggi dari perempuan.

Penulis: Kayla Riasya Salsabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Krisis Iklim: Forum Internasional Soroti Pentingnya Pemimpin Daerah Berani Ambil Tindakan

Indonesia Krisis Iklim: Forum Internasional Soroti Pentingnya Pemimpin Daerah Berani Ambil Tindakan

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 18:30 WIB

Indonesia Darurat Sampah Plastik: Bisakah Kebijakan Daerah Jadi Solusi?

Indonesia Darurat Sampah Plastik: Bisakah Kebijakan Daerah Jadi Solusi?

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 17:58 WIB

Lestarikan Bumi Lewat Sentuhan Digital: Aplikasi Ini Ajarkan Anak Nilai Keberlanjutan Sejak Dini

Lestarikan Bumi Lewat Sentuhan Digital: Aplikasi Ini Ajarkan Anak Nilai Keberlanjutan Sejak Dini

Health | Kamis, 22 Mei 2025 | 16:21 WIB

Terkini

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 07:15 WIB

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:45 WIB

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

×