Di Balik Gegap Gempita Kemajuan AI Generatif: Ada Dampak Lingkungan yang Jarang Dibicarakan

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 28 Mei 2025 | 09:45 WIB
Di Balik Gegap Gempita Kemajuan AI Generatif: Ada Dampak Lingkungan yang Jarang Dibicarakan
Ilustrasi artificial intelligence (AI). (Pexels)

Selesai pelatihan bukan berarti selesai konsumsi energi. Setiap permintaan pengguna, dari menyusun email hingga membuat gambar, mengaktifkan proses inferensi yang memakan daya cukup besar. Bahkan, satu permintaan di ChatGPT bisa mengonsumsi listrik lima kali lebih banyak dari pencarian web biasa.

“Tetapi pengguna sehari-hari tidak terlalu memikirkannya,” kata Bashir. “Kemudahan penggunaan dan kurangnya informasi membuat kita tak punya insentif untuk mengurangi pemakaian.”

Seiring meningkatnya adopsi, permintaan listrik untuk proses inferensi diperkirakan akan mendominasi. Versi model yang lebih besar dan kompleks akan mendorong konsumsi energi yang lebih besar pula.

Yang juga menjadi perhatian: umur model AI generatif sangat pendek. Versi baru dirilis hampir setiap minggu. Energi untuk melatih versi sebelumnya pun jadi mubazir.

Dibalik Asap dan Air

Tak hanya listrik, air pun menjadi korban.

Untuk setiap kilowatt-jam energi yang digunakan pusat data, dibutuhkan sekitar dua liter air untuk pendinginan. Air dingin menyerap panas dari perangkat keras. Jika penggunaan ini tak dikontrol, akan ada risiko bagi keanekaragaman hayati di sekitar pusat data.

“Hanya karena ini disebut ‘komputasi awan’ bukan berarti perangkat kerasnya ada di awan,” ujar Bashir.

Tambahan dampak datang dari produksi perangkat keras seperti GPU—prosesor yang sangat bertenaga untuk AI generatif. Proses pembuatannya kompleks dan intensif energi. Ditambah lagi, emisi dari proses distribusi serta penambangan material mentah semakin menambah jejak karbon.

baca juga

Tahun 2023, tiga produsen besar—NVIDIA, AMD, dan Intel—mengirimkan 3,85 juta GPU ke pusat data. Jumlah ini naik tajam dari tahun sebelumnya dan diprediksi terus meningkat pada 2024.

Menuju AI Generatif yang Bertanggung Jawab

Olivetti, Bashir, dan para kolega mereka menyuarakan satu hal penting: perubahan. Pengembangan AI generatif harus dilakukan secara bertanggung jawab. Setiap manfaatnya harus ditimbang bersamaan dengan seluruh biaya lingkungan dan sosialnya.

“Kita memerlukan cara yang lebih kontekstual untuk memahami implikasi dari perkembangan baru di bidang ini secara sistematis dan komprehensif,” pungkas Olivetti.

“Karena kecepatan peningkatan yang terjadi, kita belum punya cukup waktu untuk mengejar kemampuan kita dalam mengukur dan memahami tradeoff.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AI Bukan Sekadar Tren, Tapi Kunci Ekonomi Digital Indonesia

AI Bukan Sekadar Tren, Tapi Kunci Ekonomi Digital Indonesia

Tekno | Rabu, 28 Mei 2025 | 07:21 WIB

Teknologi AI di Google Maps Bikin Biaya Operasional Hemat 30%

Teknologi AI di Google Maps Bikin Biaya Operasional Hemat 30%

Tekno | Senin, 26 Mei 2025 | 16:38 WIB

Lenovo AI Now Kini Hadir, Bikin Laptop Lebih Cerdas, Lebih Praktis

Lenovo AI Now Kini Hadir, Bikin Laptop Lebih Cerdas, Lebih Praktis

Tekno | Senin, 26 Mei 2025 | 15:18 WIB

Terkini

Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!

Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!

Surakarta | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:05 WIB

Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh

Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:00 WIB

Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah

Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:00 WIB

Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum

Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:58 WIB

Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu

Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:57 WIB

3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi

3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:53 WIB

Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?

Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:47 WIB

Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok

Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:46 WIB

Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum

Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:46 WIB

Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup

Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup

Entertainment | Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:41 WIB

×