Ingatkan Pemerintah Jangan Terburu-buru Naikkan Harga BBM, DPR: Harus Jadi Opsi Paling Akhir

Bella | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:42 WIB
Ingatkan Pemerintah Jangan Terburu-buru Naikkan Harga BBM, DPR: Harus Jadi Opsi Paling Akhir
Ilustrasi BBM. (Pexels/Engin Akyurt)
  • Ketua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun, meminta pemerintah menunda kenaikan BBM subsidi akibat konflik Timur Tengah.
  • Kenaikan harga BBM harus menjadi opsi terakhir guna menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi domestik.
  • Pemerintah didesak membedah komponen harga BBM serta mencari solusi teknis fiskal sebelum mengambil kebijakan kenaikan.

Suara.com - Ketua Komisi XI DPR RI M. Misbakhun mewanti-wanti pemerintah agar tidak terburu-buru mengambil kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di tengah memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

Menurutnya, menaikkan harga BBM harus menjadi opsi "paling akhir" guna menjaga daya beli masyarakat dan menekan angka inflasi.

Ia mengakui bahwa ketidakpastian global saat ini memberikan tekanan besar terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia mencontohkan fluktuasi harga minyak yang sempat menyentuh angka 100 dolar AS per barel pada Senin lalu, namun kembali turun ke level 80 dolar AS pada hari berikutnya.

"Pemerintah harus menyiapkan banyak skenario yang sifatnya memberikan bantalan terhadap APBN kita. Mengingat asumsi ICP (Indonesian Crude Price) kita dipatok di angka 70 dolar, tentu ada risiko fiskal ketika harga melewati itu. Namun, yang disiapkan tidak semuanya harus menaikkan harga BBM," ujar Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Politisi Partai Golkar ini meminta pemerintah untuk melakukan pembedahan mendalam terhadap komponen-komponen pembentuk harga BBM sebelum mengambil kebijakan ekstrem.

Ia menekankan bahwa kenaikan harga BBM akan langsung memicu administered price inflation atau inflasi yang dipicu oleh kebijakan pemerintah.

"Kalau BBM dinaikkan harganya, nanti harga pokok transportasi pasti akan naik, pangan juga naik karena biaya produksi meningkat. Ini yang ingin dijaga pemerintah, kenapa subsidi diberikan? Supaya tidak memberikan tekanan terhadap inflasi dan mempengaruhi daya beli. Jika daya beli terganggu, pertumbuhan ekonomi kita akan terdampak," jelasnya.

Lebih lanjut, Misbakhun menjelaskan bahwa sebagai negara net importer, Indonesia memiliki celah untuk mengelola selisih harga.

Indonesia mengekspor minyak mentah produksi dalam negeri dengan harga tinggi, dan mengimpor minyak untuk konsumsi dalam negeri dengan harga yang lebih rendah.

"Sebenarnya banyak yang bisa kita exercise untuk menghindari kenaikan harga minyak secara langsung. Ada selisih kurs dan selisih harga dari minyak kita yang lebih mahal. Jika kita mendetailkan unsur-unsur pembentuk harga di dalam minyak, opsi kenaikan itu seharusnya ditaruh paling akhir," tegasnya.

Pernyataan ini muncul merespons analisis mengenai potensi kenaikan harga BBM jika konflik di Timur Tengah terus menghimpit ruang fiskal APBN 2026.

Misbakhun berharap pemerintah lebih kreatif dalam mencari solusi teknis dibandingkan harus membebankan kenaikan harga langsung kepada konsumen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beda Syarat DPR di Iran dan Indonesia, Viral Jadi Perbincangan Netizen

Beda Syarat DPR di Iran dan Indonesia, Viral Jadi Perbincangan Netizen

Lifestyle | Selasa, 10 Maret 2026 | 15:17 WIB

Gebrakan Sahroni Usai Aktif Lagi di DPR, Tak Akan Terima Gaji dan Akan Didonasikan ke...

Gebrakan Sahroni Usai Aktif Lagi di DPR, Tak Akan Terima Gaji dan Akan Didonasikan ke...

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:37 WIB

Pemerintah: Harga BBM Tidak Akan Naik hingga Lebaran

Pemerintah: Harga BBM Tidak Akan Naik hingga Lebaran

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 14:18 WIB

Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM 21 Hari Cukup: Seperti Tandon, Sebelum Habis Sudah Diisi Lagi

Kementerian ESDM Pastikan Stok BBM 21 Hari Cukup: Seperti Tandon, Sebelum Habis Sudah Diisi Lagi

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 13:40 WIB

Dampak Hebat Perang AS-Iran: Minyak Meroket hingga Harga BBM RI Terseret!

Dampak Hebat Perang AS-Iran: Minyak Meroket hingga Harga BBM RI Terseret!

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 12:03 WIB

Cadangan BBM Jelang Lebaran Terungkap! ESDM dan Pertamina Jawab Isu Panic Buying

Cadangan BBM Jelang Lebaran Terungkap! ESDM dan Pertamina Jawab Isu Panic Buying

Video | Senin, 09 Maret 2026 | 21:50 WIB

Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik: Saya Cukup Pintar Kok!

Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik: Saya Cukup Pintar Kok!

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 08:00 WIB

Purbaya Bela Bahlil, Klaim Stok Minyak RI 20 Hari Masih Aman

Purbaya Bela Bahlil, Klaim Stok Minyak RI 20 Hari Masih Aman

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 07:30 WIB

Kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi III DPR RI dengan Nabilah O'Brien dan Kuasa Hukum

Kesimpulan Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi III DPR RI dengan Nabilah O'Brien dan Kuasa Hukum

DPR | Senin, 09 Maret 2026 | 20:35 WIB

Pertanyakan Status Siaga 1 TNI, Peneliti UGM Soroti Potensi Pelemahan Demokrasi

Pertanyakan Status Siaga 1 TNI, Peneliti UGM Soroti Potensi Pelemahan Demokrasi

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:16 WIB

Terkini

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial

News | Jum'at, 24 April 2026 | 23:00 WIB

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

News | Jum'at, 24 April 2026 | 22:10 WIB

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi

BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 21:17 WIB

AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional

AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional

News | Jum'at, 24 April 2026 | 21:11 WIB

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:58 WIB

Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP

Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:55 WIB

Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April

Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:40 WIB

Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!

Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:33 WIB

Isu Kas Negara Menipis Dibantah, Menkeu: Uang Kita Masih Banyak!

Isu Kas Negara Menipis Dibantah, Menkeu: Uang Kita Masih Banyak!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:33 WIB

J.J Rizal Soroti Warisan Soeharto, Sebut Aktor Lama Masih Dominan

J.J Rizal Soroti Warisan Soeharto, Sebut Aktor Lama Masih Dominan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 20:27 WIB