Terobosan Sel Bahan Bakar Natrium: Harapan Baru Energi untuk Transportasi Masa Depan

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 28 Mei 2025 | 10:52 WIB
Terobosan Sel Bahan Bakar Natrium: Harapan Baru Energi untuk Transportasi Masa Depan
Terobosan Sel Bahan Bakar Natrium. (Dok. MIT News)

Suara.com - Baterai konvensional, seperti lithium-ion, mulai mencapai batas kemampuannya dalam menyimpan energi per satuan berat. Ini menjadi kendala serius untuk inovasi transportasi—khususnya penerbangan, kapal, dan kereta—yang menuntut sistem penyimpanan energi berkapasitas tinggi, ringan, dan efisien.

Namun, sebuah terobosan dari tim peneliti di MIT membuka kemungkinan baru sel bahan bakar logam natrium-udara yang menjanjikan kepadatan energi lebih dari tiga kali lipat dibandingkan baterai lithium-ion.

Berbeda dari baterai yang harus diisi ulang secara elektrik, sel bahan bakar ini bekerja dengan prinsip pengisian bahan bakar cepat—mirip seperti mengganti cartridge.

Ia menggunakan logam natrium cair sebagai bahan bakar dan udara biasa sebagai oksidan. Di antara keduanya terdapat lapisan elektrolit keramik padat yang memungkinkan ion natrium berpindah bebas, menghasilkan reaksi kimia yang menciptakan listrik.

Ilustrasi baterai. [Shutterstock]
Ilustrasi baterai. [Shutterstock]

Dalam prototipe awal, sel bahan bakar ini telah mencapai kepadatan energi hingga 1.500 watt-jam per kilogram dalam skala sel, yang berarti berpotensi menghasilkan lebih dari 1.000 watt-jam/kg dalam sistem penuh. Angka ini menjadi titik kritis dalam pengembangan penerbangan listrik regional.

“Itu ambang batas realistis untuk membuat penerbangan listrik regional jadi mungkin,” jelas Yet-Ming Chiang, Profesor di MIT dan pemimpin riset ini.

Sebagai perbandingan, baterai lithium-ion saat ini hanya mampu mencapai sekitar 300 watt-jam/kg.

Tidak hanya untuk pesawat, teknologi ini juga menjanjikan revolusi di transportasi darat dan laut, yang sama-sama menuntut kepadatan energi tinggi dan biaya rendah.

Salah satu keunggulan besar sistem ini terletak pada sumbernya natrium. Natrium melimpah, murah, dan mudah diekstraksi—terutama dari garam biasa, berbeda dengan litium yang terbatas dan mahal. Selain itu, logam natrium sudah pernah diproduksi massal secara aman di AS hingga 200.000 ton per tahun untuk keperluan bensin bertimbal.

baca juga

Menariknya, sel bahan bakar ini juga ramah lingkungan. Emisi dari reaksi natrium dengan oksigen menghasilkan senyawa natrium oksida yang menyerap karbon dioksida dari udara dan membentuk natrium bikarbonat, biasa dikenal sebagai soda kue.

Jika dilepaskan ke laut, senyawa ini justru membantu menetralisir keasaman air laut, memberikan manfaat lingkungan tambahan tanpa biaya ekstra.

Soal keamanan, Chiang menekankan bahwa meskipun logam natrium reaktif, sel bahan bakar ini lebih aman daripada baterai konvensional. Tidak ada dua reaktan berenergi tinggi yang berdekatan, satu sisi hanyalah udara, yang membuat risiko reaksi berantai sangat kecil.

Tim MIT telah merancang dua versi prototipe: versi vertikal dan horizontal, keduanya diuji dalam kondisi kelembapan udara yang dikontrol. Peneliti menemukan bahwa udara lembap sangat penting agar produk buangan natrium berbentuk cair, mempermudah pembersihan dan mencegah penyumbatan reaksi.

Kini, tim mendirikan perusahaan rintisan bernama Propel Aero, yang berada di bawah inkubator MIT The Engine, untuk mengembangkan dan mengkomersialkan teknologi ini.

Rencana jangka pendek mereka adalah menciptakan sel seukuran batu bata dengan kapasitas 1.000 watt-jam, cukup untuk menggerakkan drone besar. Ini akan menjadi langkah awal menuju penggunaan skala besar di bidang penerbangan, pertanian, dan transportasi darat.

Dengan kombinasi antara inovasi desain, kepadatan energi tinggi, ketersediaan bahan, keamanan, serta manfaat ekologis, sel bahan bakar natrium ini berpotensi menjadi solusi revolusioner dalam transisi energi transportasi global.

Sebagaimana dikatakan Chiang, “Kalau orang menganggap ini ide yang gila, justru itu pertanda bahwa kita berada di jalur menuju sesuatu yang benar-benar baru.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IESR Nilai Komitmen Transisi Energi di RUPTL Masih Lemah, Perlu Arah Jelas dan Regulasi Kuat

IESR Nilai Komitmen Transisi Energi di RUPTL Masih Lemah, Perlu Arah Jelas dan Regulasi Kuat

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 08:58 WIB

Subsidi Energi Berlanjut di 2026, Begini Skema Pemberiannya

Subsidi Energi Berlanjut di 2026, Begini Skema Pemberiannya

Bisnis | Senin, 26 Mei 2025 | 13:00 WIB

Percepat Transisi Energi, PLN IP Disambangi IESR

Percepat Transisi Energi, PLN IP Disambangi IESR

Bisnis | Senin, 26 Mei 2025 | 10:49 WIB

Terkini

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik

100 Ribu Anak Lebanon Terancam Gagal Sekolah akibat Kerusakan Bangunan Pascakonflik

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:23 WIB

Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak

Bandara Husein Sastranegara Diaktifkan Lagi, Pelaku Wisata Lembang Yakin Turis Asing Bakal Membludak

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:48 WIB

Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek

Pemkot Depok Usul Lima Rute Baru Transjabodetabek

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:20 WIB

Berbahaya, Koalisi Masyarakat Desak Pembentukan BTP dan Komando Teritorial Dihentikan

Berbahaya, Koalisi Masyarakat Desak Pembentukan BTP dan Komando Teritorial Dihentikan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:05 WIB

DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah

DPR MInta Usut Tuntas Dugaan Penyekapan Perempuan oleh Oknum Polisi di Jawa Tengah

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:00 WIB

×