Nelayan Sendang Biru Selamatkan Hiu Paus Raksasa dari Jaring Maut

Muhammad Yunus

Senin, 02 Juni 2025 | 20:44 WIB
Nelayan Sendang Biru Selamatkan Hiu Paus Raksasa dari Jaring Maut
Puluhan nelayan ketika melakukan upaya penyelematan seekor hius paus (rhincodon typus) yang terjebak jaring ikan di wilayah perairan Sendang Biru, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (31/5/2025) [Suara.com/ANTARA/HO-Sahabat Alam Indonesia]

Suara.com - Sendang Biru, sebuah kawasan pesisir di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan potret kepedulian warga terhadap kelestarian laut.

Kali ini, sejumlah nelayan di wilayah tersebut menyelamatkan seekor hiu paus (Rhincodon typus) yang tak sengaja terjebak dalam jaring ikan milik mereka.

Peristiwa penyelamatan ini terjadi dua hari lalu. Moch Hadiyanto, salah satu nelayan asal Sendang Biru, menceritakan bagaimana awalnya ia dan rekan-rekannya menjaring ikan tongkol di laut.

“Waktu itu kami lihat ada sekumpulan ikan tongkol, jadi kami sebarkan jaring,” ujar Hadiyanto, Senin (2/6/2025).

Saat merasa sudah cukup banyak ikan yang terperangkap, para nelayan mulai menarik jaring ke arah perahu.

Namun, ketika jaring mendekat, mereka justru melihat bayangan besar berwarna hitam.

“Kami sempat kaget dan mengira itu hiu ganas. Tapi ternyata setelah diperhatikan, itu hiu paus,” tambahnya.

Hiu paus merupakan jenis ikan terbesar di dunia, namun sifatnya tidak berbahaya bagi manusia.

Setelah memastikan bahwa yang terperangkap bukan satwa buas, para nelayan pun langsung berinisiatif menyelamatkannya.

baca juga

Tak mudah membebaskan makhluk laut seberat itu. Diperlukan waktu sekitar 30 menit bagi para nelayan untuk melepaskan hiu paus dari jaring.

Proses itu melibatkan dua perahu. Satu di antaranya berisi 37 anak buah kapal (ABK), sementara perahu lain membawa sekitar 6–7 orang.

“Kami semua kerja sama. Alhamdulillah, akhirnya berhasil dilepas dan hiu paus itu bisa kembali ke laut lepas,” ujar Hadiyanto lega.

Kesadaran Konservasi yang Tumbuh

Tindakan para nelayan ini mendapat apresiasi dari Andik Syaifudin, pegiat konservasi sekaligus pendiri Sahabat Alam Indonesia.

Menurutnya, penyelamatan hiu paus oleh nelayan di Sendang Biru adalah bukti nyata meningkatnya kesadaran masyarakat pesisir akan pentingnya pelestarian satwa laut.

“Hiu paus termasuk satwa yang dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Jadi saat nelayan secara aktif membebaskannya, itu menunjukkan mereka punya pemahaman yang baik tentang konservasi,” jelas Andik.

Andik juga menjelaskan bahwa perairan Sendang Biru memang dikenal sebagai jalur migrasi dan tempat mencari makan bagi berbagai jenis fauna laut, termasuk hiu paus.

Satwa ini biasanya muncul saat musim ikan, karena mengikuti jejak mangsanya.

“Kalau cuaca bagus, sepanjang tahun pun bisa terlihat. Tapi biasanya munculnya pas musim ikan,” ujarnya.

Surga Bawah Laut yang Kaya

Tidak hanya hiu paus, kawasan laut Sendang Biru juga merupakan habitat bagi berbagai spesies laut langka lainnya.

Dalam catatan konservasi, pernah ditemukan spesies seperti paus sei, paus sirip, paus sperma, paus bungkuk, hingga orca atau paus pembunuh.

Bahkan, lumba-lumba pun kerap terlihat berenang di wilayah ini. Jenis yang pernah terpantau antara lain lumba-lumba hidung botol, lumba-lumba kepala melon, dan lumba-lumba spinner.

Selain mamalia laut, perairan ini juga menjadi tempat hidup bagi beberapa spesies penyu yang dilindungi.

Seperti penyu belimbing, penyu sisik, dan penyu hijau. Tak ketinggalan, ikan langka seperti pari manta dan mola-mola juga sempat tercatat muncul di perairan ini.

“Sendang Biru adalah kawasan laut yang sangat penting. Bukan cuma untuk nelayan, tapi juga untuk keberlanjutan ekosistem laut Indonesia,” tegas Andik.

Harapan untuk Pelestarian Berkelanjutan

Kisah penyelamatan hiu paus ini menjadi cermin positif bagaimana masyarakat pesisir bisa menjadi ujung tombak konservasi.

Tindakan spontan para nelayan Sendang Biru menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan tidak harus selalu bergantung pada program pemerintah, tetapi bisa dimulai dari kesadaran masyarakat sendiri.

Ke depan, langkah-langkah seperti penyuluhan rutin, pelatihan konservasi, dan pemberdayaan nelayan ramah lingkungan diharapkan bisa terus diperkuat.

Dengan begitu, laut Indonesia tetap menjadi rumah aman bagi satwa laut langka, sekaligus sumber kehidupan berkelanjutan bagi masyarakatnya.

Kisah dari Sendang Biru hari ini memberi harapan bahwa nelayan bukan hanya pencari ikan, tetapi juga penjaga laut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penampakan Daerah Pesisir Terendam Air Laut, Rentan Diterjang Banjir Rob

Penampakan Daerah Pesisir Terendam Air Laut, Rentan Diterjang Banjir Rob

Video | Senin, 02 Juni 2025 | 13:34 WIB

Menyelamatkan Fosil Hidup Coelacanth: Urgensi Konservasi Laut Dalam Indonesia

Menyelamatkan Fosil Hidup Coelacanth: Urgensi Konservasi Laut Dalam Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 31 Mei 2025 | 13:06 WIB

Olahan Seafood Siap Saji yang Kekinian: Dari Dapur Indonesia Siap ke Lidah Global

Olahan Seafood Siap Saji yang Kekinian: Dari Dapur Indonesia Siap ke Lidah Global

Lifestyle | Sabtu, 31 Mei 2025 | 06:57 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×