Menyelamatkan Fosil Hidup Coelacanth: Urgensi Konservasi Laut Dalam Indonesia

M. Reza Sulaiman

Sabtu, 31 Mei 2025 | 13:06 WIB
Menyelamatkan Fosil Hidup Coelacanth: Urgensi Konservasi Laut Dalam Indonesia
Ikan Purba Coelacanth di Laut Maluku Utara. (ANTARA/Unpatti)

Suara.com - Penemuan ikan purba coelacanth (Latimeria menadoensis) di perairan Maluku Utara menjadi tonggak penting dalam riset biodiversitas laut dalam Indonesia.

Spesies yang kerap disebut “fosil hidup” ini kembali menarik perhatian setelah tim peneliti dari Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, bekerja sama dengan Underwater Scientific Exploration for Education (UNSEEN), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Universitas Udayana dan Universitas Khairun, mengupayakan pengembangan kawasan konservasi perairan laut dalam untuk melindungi habitatnya.

“Coelacanth termasuk spesies yang dilindungi (CITES Appendix II). Namun habitatnya perlu dilindungi agar tidak punah, karena jumlah individunya terbatas secara global,” kata ilmuwan Unpatti, Dr. Giino Limmon, yang memimpin ekspedisi penemuan coelacanth ini, dilansir ANTARA, Sabtu (30/5/2025).

Coelacanth pertama kali ditemukan di Indonesia pada tahun 1997 oleh pasangan peneliti Arnaz dan Mark V. Erdmann, yang mendokumentasikan spesimen tersebut di pasar ikan Manado, Sulawesi Utara. Temuan terbaru di Maluku Utara memperluas pemahaman akan persebaran spesies ini di perairan nusantara dan menegaskan pentingnya perlindungan habitat laut dalam.

Pentingnya Kawasan Konservasi Perairan

Menurut Dr. Giino, pengembangan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) bagi habitat coelacanth dapat membantu mengurangi berbagai ancaman lingkungan.

“Dengan mengembangkan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) untuk habitat coelacanth, tersebut dapat mencegah atau mengurangi praktik-praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, dampak pencemaran, dan pengembangan wilayah pesisir,” ujarnya.

Senada dengan itu, peneliti BRIN, Dr. Augy Syahailatua, menegaskan pentingnya perlindungan ini untuk kepentingan ilmiah.

“KKP juga akan memberi dampak positif dalam penelitian coelacanth, sehingga dapat memajukan pengetahuan dan pemahaman kita mengenai spesies unik ini, dan memungkinkan penegakan hukum yang lebih baik untuk melindunginya,” tutur Augy.

baca juga

Temuan ini juga menunjukkan bahwa ekosistem laut dalam, khususnya zona terumbu karang mesofotik, masih menyimpan banyak misteri dan berfungsi sebagai tempat perlindungan penting bagi spesies purba dan kemungkinan spesies baru. Untuk menjaga spesies yang sangat sensitif ini, lokasi detail penemuan sengaja dirahasiakan.

Keunikan Biologis Coelacanth

Coelacanth merupakan salah satu spesies laut paling unik. Berusia lebih dari 400 juta tahun, ikan ini diperkirakan telah hidup jauh sebelum masa dinosaurus. Dengan panjang tubuh bisa mencapai dua meter dan berat hingga 90 kilogram, ikan ini memiliki sirip berlobus yang bergerak menyerupai kaki hewan darat.

Laman Britannica menyebut beberapa ilmuwan sempat menduga bahwa coelacanth adalah mata rantai evolusi antara ikan dan vertebrata darat, meskipun penelitian lebih lanjut menunjukkan kerabat terdekatnya adalah ikan paru-paru (lungfish).

Ikan ini juga memiliki sendi intrakranial yang memungkinkannya membuka mulut sangat lebar, serta organ rostral elektroreseptor yang membantunya mendeteksi mangsa dalam kegelapan laut dalam. Alih-alih tulang punggung sejati, coelacanth memiliki notokorda—tabung berisi cairan minyak yang fleksibel.

Populasi Terancam, Perlu Perlindungan Serius

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyusuri Sri Lanka, Saat Konservasi Satwa dan Ekowisata Tropis Berjalan Beriringan

Menyusuri Sri Lanka, Saat Konservasi Satwa dan Ekowisata Tropis Berjalan Beriringan

Lifestyle | Kamis, 29 Mei 2025 | 10:50 WIB

Menjaga Surga Bawah Laut Lewat Inisiatif Bersih Sampah di Bunaken

Menjaga Surga Bawah Laut Lewat Inisiatif Bersih Sampah di Bunaken

Lifestyle | Selasa, 27 Mei 2025 | 19:27 WIB

Dari Penyu hingga Badak Jawa: Bagaimana Wisata Alam Tanjung Lesung Mendukung Pelestarian

Dari Penyu hingga Badak Jawa: Bagaimana Wisata Alam Tanjung Lesung Mendukung Pelestarian

Lifestyle | Jum'at, 23 Mei 2025 | 17:28 WIB

Terkini

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:16 WIB

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Dua Kata Justin Hubner Usai Jadi Algojo Penalti dan Bawa Fortuna Melaju di KNVB Cup

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

Plot Twist! Identitas Gerombolan Beralmamater Bersama Raffi Ahmad Cs di Bundaran HI Terbongkar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×