Angggota DPR Gandung Pardiman: Proyek Baterai EV Harus Libatkan UMKM, Bukan Cuma Korporasi

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 04 Juni 2025 | 15:35 WIB
Angggota DPR Gandung Pardiman: Proyek Baterai EV Harus Libatkan UMKM, Bukan Cuma Korporasi
Ilustrasi baterai motor listrik. [Kumpan Electric/Unsplash]

Suara.com - Indonesia sedang bersiap melangkah ke babak baru industri energi bersih. Pemerintah akan memulai groundbreaking megaproyek ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) pada pekan ketiga Juni 2025. Nilai proyek ini mencapai lebih dari Rp140 triliun.

Proyek ambisius ini tak hanya menciptakan pusat industri baru, tetapi juga menjadi simbol percepatan hilirisasi mineral dan transisi menuju energi berkelanjutan.

Anggota Komisi XII DPR RI, Gandung Pardiman, menyambut baik rencana ini. Politisi Partai Golkar dari Daerah Istimewa Yogyakarta itu menilai langkah ini sebagai momen strategis untuk menentukan arah masa depan industri nasional.

“Ini bukan sekadar pembangunan pabrik. Kita sedang membentuk fondasi industri masa depan. Jangan sampai proyek ini hanya dikuasai segelintir korporasi besar. UMKM, koperasi, dan BUMN harus dilibatkan agar manfaatnya menyebar luas,” kata Gandung di Jakarta, Rabu (5/6) dalam keterangan yang diterima Suara.com. 

Ketua DPD Partai Golkar DIY, Gandung Pardiman saat memberi keterangan pada wartawan. [Hiskia Andika Weadcaksana/Suarajogja.id]
Ketua DPD Partai Golkar DIY, Gandung Pardiman saat memberi keterangan pada wartawan. [Hiskia Andika Weadcaksana/Suarajogja.id]

Ia tak ingin megaproyek ini hanya menjadi “pesta besar” segelintir investor.

Sebaliknya, ia mendorong partisipasi luas dari pelaku usaha kecil, koperasi, dan perusahaan milik negara agar manfaat ekonominya menjangkau banyak kalangan, termasuk daerah.

Proyek ini mencakup pembangunan fasilitas smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL), pabrik prekursor-katoda, hingga fasilitas produksi sel baterai dan battery pack.

Nilai investasinya diperkirakan mencapai US$9 miliar, atau setara lebih dari Rp140 triliun. Selain nilai ekonominya yang besar, proyek ini diproyeksikan menyerap lebih dari 20.000 tenaga kerja di berbagai sektor.

Bagi Gandung, angka itu penting, tetapi pemerataan jauh lebih penting. Ia menegaskan bahwa hilirisasi bukan hanya soal industrialisasi, melainkan tentang keberpihakan pada kepentingan nasional dan rakyat kecil.

baca juga

Ia percaya, jika pelaku lokal dilibatkan secara aktif, maka proyek ini bisa jadi penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut proyek ini sebagai yang pertama di Asia Tenggara yang benar-benar mengintegrasikan rantai pasok baterai dari hulu ke hilir.

“Indonesia tidak boleh lagi jadi pasar. Kita harus jadi produsen, pemain utama. Proyek ini adalah awal dari era industri energi masa depan kita,” ujar Bahlil.

Dulu, Indonesia dikenal sebagai eksportir bahan mentah. Kini, pemerintah ingin mengubah arah: menjadi produsen nilai tambah, menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Namun, Gandung mengingatkan, kemajuan industri harus berjalan beriringan dengan prinsip keberlanjutan. Ia mendorong agar proyek ini tetap konsisten menjalankan prinsip good mining practice dan menjunjung tanggung jawab lingkungan.

“Transisi energi harus dibarengi dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. DPR akan terus mengawasi agar proyek ini tetap berpihak pada rakyat dan tidak merusak lingkungan,” tutup Gandung.

Sebagai informasi sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa groundbreaking pembangunan pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi akan dimulai pada pekan ketiga Juni 2025.

“Juni ini, kami bikin groundbreaking pertama investasi 6–7 miliar dolar AS ekosistem baterai mobil pertama di dunia, dari hulu ke hilir,” ucap Bahlil dalam Human Capital Summit di Jakarta, Selasa.

Pabrik tersebut akan dibangun di Halmahera Timur, Maluku Utara. Menurut Bahlil, proyek ini akan menjadi yang pertama di dunia yang menyatukan seluruh rantai pasok baterai dalam satu kawasan industri.

“Ini ekosistem baterai mobil pertama di dunia dari hulu ke hilir. Dari tambang, mining, smelter, HPAL, prekursor, katoda, baterai sel. Itu belum pernah ada,” katanya.

Secara keseluruhan, Bahlil mengumumkan 18 proyek hilirisasi senilai hampir 45 miliar dolar AS yang akan dimulai pada Juni 2025. Proyek-proyek ini mencakup hilirisasi berbagai sektor strategis: nikel, bauksit, refinery, penyimpanan (storage), gasifikasi batu bara (DME), hingga sektor perikanan, pertanian, dan kehutanan. Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah pengembangan ekosistem baterai EV nasional.

“Juni kami akan groundbreaking untuk ekosistem baterai CATL yang bekerja sama dengan BUMN. Setelah itu, kami akan masuk pada tahap berikutnya lagi,” jelasnya.

Terkait pembiayaan, Bahlil memastikan sebagian besar pendanaan berasal dari Danantara. Skema pembiayaan akan menyesuaikan proporsi kepemilikan proyek.

“Kalau itu katakanlah proyeknya mayoritasnya di Indonesia, besarnya (porsi pembiayaan) adalah besar Danantara, maka mayoritasnya pasti Danantara,” kata Bahlil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Diserang, Indonesia Buktikan Hilirisasi Bisa Jalan dengan Bertanggung Jawab

Meski Diserang, Indonesia Buktikan Hilirisasi Bisa Jalan dengan Bertanggung Jawab

Bisnis | Rabu, 04 Juni 2025 | 09:32 WIB

Tak Takut Tekanan Asing, Bahlil Sebut Negara Lain Mulai Pakai LSM Hantam Program Hilirisasi Nikel

Tak Takut Tekanan Asing, Bahlil Sebut Negara Lain Mulai Pakai LSM Hantam Program Hilirisasi Nikel

Bisnis | Rabu, 04 Juni 2025 | 08:02 WIB

Ledakan Peluang! 6,2 Juta Lowongan Kerja di Sektor ESDM Siap Dibuka

Ledakan Peluang! 6,2 Juta Lowongan Kerja di Sektor ESDM Siap Dibuka

Video | Rabu, 04 Juni 2025 | 14:53 WIB

Terkini

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 19:17 WIB

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Video | Selasa, 15 September 2026 | 19:15 WIB

BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif

BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:14 WIB

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 19:10 WIB

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:08 WIB

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:06 WIB

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:03 WIB

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Bareskrim Ungkap Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan dalam IPO PT Multi Makmur Lemindo

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 18:59 WIB

×