Raja Ampat Jadi Tambang Nikel, Ganjar Pranowo Disebut "Cari Muka" Setelah Posting Keindahan Piaynemo

Dinda Rachmawati | Suara.com

Jum'at, 06 Juni 2025 | 18:21 WIB
Raja Ampat Jadi Tambang Nikel, Ganjar Pranowo Disebut "Cari Muka" Setelah Posting Keindahan Piaynemo
Heboh Raja Ampat Jadi Tambang Nikel, Ganjar Pranowo Disebut "Cari Muka" Setelah Posting Keindahan Piaynemo (TikTok)

Suara.com - Raja Ampat, surga tropis di ujung timur Indonesia yang dijuluki sebagai "surga terakhir di bumi", kini kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena pesona alamnya yang luar biasa, tetapi karena ancaman serius dari aktivitas tambang nikel yang semakin meluas.

Ketika isu ini memanas, Ganjar Pranowo, tokoh politik nasional, ikut angkat bicara melalui unggahan di akun TikTok miliknya yang justru menuai beragam respons dari warganet.

Dalam video berdurasi singkat tersebut, Ganjar Pranowo memperlihatkan gugusan pulau indah di kawasan Piaynemo, Raja Ampat. Diiringi musik latar yang menenangkan, ia tampak berdiri di atas bukit pandang, menikmati panorama laut biru dan batu karst yang menjulang.

"Salam dari Piaynemo Raja Ampat," kata mantan Gubernur Jawa Tengah itu dalam video tersebut, sembari memperlihatkan pemandangan yang menyerupai gambar di lembar uang Rp100 ribu seperti Suara.com kutip pada Jumat (6/6/2025).

Melalui kolom caption, Ganjar Pranowo juga menuliskan pesan yang mengajak publik untuk melindungi alam Indonesia, khususnya kawasan Raja Ampat yang sedang terancam.

"Alam seindah ini, sayang jika harus rusak karena eksploitasi berdalih peningkatan ekonomi. Mari lindungi, agar anak cucu bisa menyaksikan surga yang tersembunyi," tulisnya.

Namun, unggahan ini justru memantik perdebatan di kalangan pengguna media sosial. Banyak yang mengapresiasi niat Ganjar Pranowo, namun tak sedikit pula yang menyindirnya sebagai "cari panggung" di tengah isu nasional yang sedang memanas.

"Mulai dah cari muka," kata @shi****.

"Mulai cari kesempatan dari kesempitan," ucap @dut****.

"Jauh amat ngurusin Raja Ampat, di Jawa Tengah aja 10 tahun gitu-gitu aja, banyak jalan yang masih berlubang!!," tambah @dan****.

"Udah lah guys jangan bilang cari kesempatan-kesempatan. Dia cuma mau pemerintah sadar bahwa Raja Ampat tempat yang indah," tulis @yoh****.

"Wahh Pak Ganjar seneng banget bisa bakar-bakar situasi ada bahan," ungkap @llm****.

Isu utama yang menjadi latar dari kehebohan ini adalah laporan dari Greenpeace Indonesia. Organisasi lingkungan tersebut mengungkap bahwa aktivitas penambangan nikel di beberapa pulau kecil di Raja Ampat telah merusak lebih dari 500 hektare hutan tropis.

Tambang tersebut tersebar di Pulau Gag, Pulau Kawe, Pulau Manuran, dan dua pulau kecil lainnya. Greenpeace juga memperingatkan bahwa kerusakan ini dapat mengancam 75% terumbu karang terbaik dunia yang berada di kawasan Raja Ampat. 

Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat wilayah ini merupakan pusat keanekaragaman hayati laut global, tempat tinggal ribuan spesies laut yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia.

Tak hanya Ganjar Pranowo, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, juga angkat suara. Ia menggunakan media sosial X (dulu Twitter) untuk menyampaikan permintaan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

"Yth. Bapak Presiden @prabowo @Gerindra mohon dengan sangat, hentikan penambangan di Raja Ampat ini. Salam hormat," tulis Susi. Ia menambahkan, "Sebaiknya hentikan selamanya."

Seruan dari Susi Pudjiastuti juga menunjukkan bahwa kekhawatiran terhadap eksploitasi sumber daya alam di Raja Ampat bukan sekadar isu media sosial, tetapi sudah masuk ke ranah kebijakan negara yang perlu ditanggapi dengan serius.

Raja Ampat bukan hanya destinasi wisata yang menakjubkan, melainkan juga kawasan konservasi penting yang menjadi simbol kekayaan alam Indonesia. 

Ketika tokoh-tokoh publik seperti Ganjar Pranowo dan Susi Pudjiastuti angkat bicara, perdebatan wajar terjadi. Namun yang paling penting adalah substansi dari isu ini, apakah pembangunan ekonomi harus mengorbankan warisan alam yang tidak tergantikan?

Seiring dengan semakin besarnya tekanan publik, kini perhatian tertuju kepada pemerintah pusat. Akankah langkah konkret diambil untuk menyelamatkan Raja Ampat? Atau justru aktivitas penambangan terus berlanjut di balik dalih pertumbuhan ekonomi?

Yang jelas, seruan dan komentar dari publik, baik dari tokoh maupun warga biasa semakin menunjukkan betapa pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian alam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Estimasi Biaya Liburan ke Raja Ampat Seminggu ala Backpacker

Estimasi Biaya Liburan ke Raja Ampat Seminggu ala Backpacker

Lifestyle | Jum'at, 06 Juni 2025 | 17:28 WIB

Ramai Protes Tambang Nikel, Menhut Janji Tak Terbitkan PPKH Baru di Raja Ampat

Ramai Protes Tambang Nikel, Menhut Janji Tak Terbitkan PPKH Baru di Raja Ampat

News | Jum'at, 06 Juni 2025 | 16:10 WIB

Tambang Nikel di Raja Ampat, Resor Milik Nadine Chandrawinata Mulai Kena Dampak

Tambang Nikel di Raja Ampat, Resor Milik Nadine Chandrawinata Mulai Kena Dampak

Entertainment | Jum'at, 06 Juni 2025 | 16:44 WIB

Terkini

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:54 WIB

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56 WIB

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:43 WIB

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:29 WIB

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:00 WIB

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:44 WIB

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:30 WIB

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:34 WIB

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:27 WIB