Paparan Tambang Ancam Kesehatan, Senyawa Arsenik Mengendap dalam Tubuh Warga

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Senin, 09 Juni 2025 | 14:06 WIB
Paparan Tambang Ancam Kesehatan, Senyawa Arsenik Mengendap dalam Tubuh Warga
Ilustrasi tamban. Pertambangan nikel di Raja Ampat Papua tengah menjadi sorotan. (Ist)

Suara.com - Juru Kampanye Trend Asia, Arko Tarigan, mengungkap fakta mengejutkan soal dampak kesehatan pada masyarakat yang daerahnya menjadi area penambangan nikel.

Data Trend Asia, sekitar 40 persen warga yang tinggal di sekitar area tambang itu ditemukan mengandung arsenik dalam darahnya.

"Orang-orang yang dalam lingkaran tambang, di dalam darah mereka, sekitar 40 persen atau saya nanti akan bisa kasih laporannya, itu mengandung arsenik. Itu yang menciptakan penyakit," kata Arko dikutip dari tayangan Live Instagram bersama Koreksi.org, Senin (9/6/2025).

Arsenik (As) merupakan unsur kimia metaloid dan sangat beracun. Arsenik dapat ditemukan secara alami dalam tanah, air, dan udara, serta dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, dan udara.

Kendati begitu, menurut Arko, pemerintah Indonesia tidak menanggapi serius persoalan kesehatan tersebut, padahal ada benang merah yang jelas antara aktivitas tambang dan penyakit yang diderita masyarakat.

Arko menjelaskan, banyak masyarakat di sekitar tambang mulai jatuh sakit, dan beban pembiayaan akhirnya kembali ditanggung negara. Namun, pemerintah dinilainya belum mengambil langkah nyata.

"Pemerintah juga tidak melihat bagaimana sebenarnya masyarakat sekarang mulai sakit. Nah, itu ditanggung lagi kepada beban negara," tuturnya.

Selain itu, revitalisasi dan penanaman ulang di bekas wilayah tambang menurut Arko sangat sering tidak dijalankan, padahal biaya pemulihan lingkungan sangat tinggi.

Walaupun negara dikatakan dapat bangak penghasilan dari aktovitas penambangan, akan tetapi tidak bagi warga setrmpat. Arko mengutip data dari BPS yang justru menunjukan kalau angka kemiskinan naim di tempat-tempat lingkaran tambang.

baca juga

Dia menyebutkan, kondisi itu terjadi di Sulawesi Utara, Maluku, serta di Sulawesi Tengah.

"Jadi, yang dikatakan pemerintah tentang bagaimana sebenarnya, kita mendapatkan income pendapatan negara dari processing, dari dalam namanya hilirisasi, itu di mana? Sedangkan di lingkaran tambang itu, dari data BPS, data mereka sendiri, jumlah kemiskinan malah naik," kritiknya.

Transisi Energi Cuma Omon-Omon

Lebih jauh, Arko juga mengkritisi wacana transisi energi yang digaungkan pemerintah. Ia menyebut, 90 persen nikel dari Indonesia tidak digunakan untuk kepentingan energi bersih, melainkan diekspor untuk industri otomotif luar negeri.

Sementara Indonesia hanya mengolah itu sebagai produk-produk stainless, mulai dari alat dapur, sendok, garpu, string gitar, pelek motor, dan lain sebagainya.

Jalan menuju lahan pertambangan nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Sabtu (7/6/2025). (ANTARA/Putu Indah Savitri)
Jalan menuju lahan pertambangan nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Sabtu (7/6/2025). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

“Nikel yang dikeruk dari Indonesia, itu hampir 90 persen tidak digunakan untuk transisi energi. Oke, dibuatkan mobil listrik, tapi tetap menggunakan energi kotor, tetap menggunakan energi batubara," ujarnya.

Menurutnya, dengan kondisi PLN yang masih merugi dan seringnya pemadaman listrik, narasi surplus energi dinilai tidak konsisten. "Jadi kalau dikatakan sebenarnya kita mau melakukan transisi energi, itu hanya omon-omon," pungkas Arko.

Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa hingga saat ini sudah ada lima perusahaan tambang yang memiliki izin resmi untuk beroperasi di wilayah Raja Ampat, Papua Barat.

Dua perusahaan yang memperoleh izin dari pemerintah, yaitu PT Gag Nikel dengan izin Operasi Produksi sejak tahun 2017 dan PT Anugerah Surya Pratama (ASP) dengan izin Operasi Produksi sejak tahun 2013.

Sementara, tiga perusahaan lainnya memperoleh izin dari Pemerintah Daerah (Bupati Raja Ampat), yaitu PT Mulia Raymond Perkasa (MRP) dengan IUP diterbitkan pada tahun 2013, PT Kawei Sejahtera Mining (KSM) dengan IUP diterbitkan pada tahun 2013, dan PT Nurham dengan IUP diterbitkan pada tahun 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diserang soal Polemik Nikel di Raja Ampat, Golkar Bela Bahlil Lahadalia: Salah Sasaran

Diserang soal Polemik Nikel di Raja Ampat, Golkar Bela Bahlil Lahadalia: Salah Sasaran

News | Senin, 09 Juni 2025 | 13:31 WIB

Tragedi Sunyi Pendidikan Indonesia: Saat Nikel Lebih Viral dari Siswa SMP Tak Bisa Baca

Tragedi Sunyi Pendidikan Indonesia: Saat Nikel Lebih Viral dari Siswa SMP Tak Bisa Baca

Your Say | Senin, 09 Juni 2025 | 13:28 WIB

Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat, Ini Kata Aspebindo

Polemik Tambang Nikel di Raja Ampat, Ini Kata Aspebindo

Bisnis | Senin, 09 Juni 2025 | 13:09 WIB

Soal Tambang Nikel di Raja Ampat, DPR Ultimatum Menteri Kabinet Prabowo: Jangan Bikin Gaduh!

Soal Tambang Nikel di Raja Ampat, DPR Ultimatum Menteri Kabinet Prabowo: Jangan Bikin Gaduh!

News | Senin, 09 Juni 2025 | 13:07 WIB

Terkini

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:55 WIB

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:47 WIB

Cara Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Ponds agar Wajah Awet Muda 10 Tahun

Cara Pakai Sabun Cuci Muka Retinol Ponds agar Wajah Awet Muda 10 Tahun

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!

Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:39 WIB

Ngeri Banget! Serial Carrie Buktikan Cyberbullying Jauh Lebih Kejam dari Kutukan

Ngeri Banget! Serial Carrie Buktikan Cyberbullying Jauh Lebih Kejam dari Kutukan

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Promo Superindo 31 Oktober 2026: Diskon Daging, Minyak Goreng hingga Buah-buahan

Promo Superindo 31 Oktober 2026: Diskon Daging, Minyak Goreng hingga Buah-buahan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:16 WIB

Ramalan Zodiak Scorpio 31 Oktober 2026: Finansial Membaik, Karier Stabil

Ramalan Zodiak Scorpio 31 Oktober 2026: Finansial Membaik, Karier Stabil

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:48 WIB

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:45 WIB

×