Malapari, Harapan Bioenergi dari Lembata untuk Masa Depan Berkelanjutan

Bimo Aria Fundrika

Senin, 16 Juni 2025 | 12:40 WIB
Malapari, Harapan Bioenergi dari Lembata untuk Masa Depan Berkelanjutan
Malapari untuk Bioenergi. (Dok. Istimewa)

Suara.com - Di tengah perubahan iklim yang semakin nyata, harapan tumbuh dari tanah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Sebuah kolaborasi strategis antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT BATARA menghadirkan solusi yang tak hanya bersifat ekologis, tetapi juga menjanjikan masa depan ekonomi dan energi berkelanjutan.

Lewat program riset terapan, kedua pihak mendorong pemanfaatan tanaman Pongamia pinnata atau Malapari sebagai jawaban atas dua tantangan sekaligus, rehabilitasi lahan kering dan pengembangan bioenergi.

Inisiatif ini resmi dimulai pada Rabu (4/6) dengan penanaman perdana 500 bibit Malapari oleh PT Radiant Utama dan PT BATARA.

Penanaman tersebut bukan sekadar simbolik. Ia menjadi awal dari pembentukan Laboratorium Iklim Berbasis Komunitas, pusat pengamatan, riset, dan pemberdayaan masyarakat.

Tujuannya untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterlibatan langsung dalam menghadapi perubahan iklim.

Ilustrasi ramah lingkungan (pixabay.com)
Ilustrasi ramah lingkungan (pixabay.com)

"Penanaman Malapari ini adalah tonggak awal untuk membangun ekosistem riset terapan yang berdampak nyata bagi masyarakat. BRIN berkomitmen mendampingi dari sisi ilmiah agar upaya ini menghasilkan inovasi yang relevan dan berkelanjutan," kata Kepala Pusat Riset Botani Terapan BRIN.M. Imam Surya, seperti dikutip dari situs resmi BRIN. 

Imam menilai Malapari sebagai tanaman strategis yang menjanjikan dari berbagai sisi. Selain tahan terhadap kondisi lahan kering, kandungan minyak nabati dalam bijinya menjadikan tanaman ini sebagai bahan baku bioenergi yang ramah lingkungan. Potensinya besar untuk mendukung transisi energi bersih Indonesia.

"Melalui laboratorium iklim berbasis komunitas yang sedang kami bangun bersama mitra lokal, kami ingin memastikan bahwa masyarakat Lembata tidak hanya menjadi objek, tetapi pelaku utama dalam upaya konservasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim," lanjut Imam.

Program ini dirancang sebagai model ekonomi hijau berbasis masyarakat. Melalui pemantauan intensif, BRIN akan meneliti pertumbuhan Malapari, daya serap karbonnya, adaptasi terhadap cuaca ekstrem, hingga kontribusinya pada peningkatan kesejahteraan warga.

baca juga

Koordinator Kerja Sama Riset BRIN–BATARA, Budi Leksono, menyampaikan pentingnya fondasi ilmiah yang kuat. Menurutnya, keberhasilan program ini tak bisa dilepaskan dari riset jangka panjang yang menghasilkan varietas Malapari unggul.

"Kami tidak hanya menanam pohon, tapi juga membangun fondasi ilmiah untuk menghasilkan varietas Malapari unggul yang adaptif dan produktif. Ini penting agar rehabilitasi lahan benar-benar berhasil secara ekologis dan ekonomis," jelas Budi.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara dunia usaha dan lembaga riset dalam proyek ini menciptakan model kolaborasi yang bisa direplikasi di wilayah rawan iklim lainnya di Indonesia. Data menjadi dasar keputusan, bukan asumsi semata.

Pemerintah Kabupaten Lembata pun menaruh harapan besar pada program ini. Penanaman 500 bibit hanyalah awal dari target ambisius: menanam satu juta pohon Malapari varietas lokal. Ini bagian dari strategi adaptasi masyarakat pesisir, sekaligus kontribusi terhadap pencapaian FOLU Net Sink 2030.

Dari sisi riset, BRIN juga terlibat dalam pengembangan benih unggul, sekaligus menyusun rekomendasi kebijakan untuk pemerintah daerah agar upaya rehabilitasi lahan lebih terarah. Pendekatan ini menegaskan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan kebijakan publik.

Lebih jauh, riset bioenergi dari biji Malapari membuka peluang besar. Kandungan minyak nabatinya tinggi, menjadikan tanaman ini elemen penting dalam mewujudkan ekonomi sirkular dan ketahanan energi—khususnya di wilayah kepulauan seperti Lembata.

"Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana sains, kebijakan, dan sektor swasta bisa berjalan selaras untuk menciptakan solusi yang berdampak besar bagi lingkungan dan masyarakat. Kami ingin membuktikan bahwa inovasi dari daerah bisa berkontribusi secara global," tutup Imam Surya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Goa Rangko, Wisata Alam Permata Tersembunyi di Nusa Tenggara Timur

Goa Rangko, Wisata Alam Permata Tersembunyi di Nusa Tenggara Timur

Your Say | Sabtu, 24 Mei 2025 | 07:44 WIB

6 Rekomendasi Wisata Air Terjun di Sumba, Ada yang Mirip Niagara

6 Rekomendasi Wisata Air Terjun di Sumba, Ada yang Mirip Niagara

Your Say | Jum'at, 23 Mei 2025 | 13:56 WIB

NTT Percepat Aksi Iklim Berkeadilan Lewat Kolaborasi: Mencari Solusi di Tengah Krisis

NTT Percepat Aksi Iklim Berkeadilan Lewat Kolaborasi: Mencari Solusi di Tengah Krisis

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 11:36 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×