Ungkit Narasi Kejar Koruptor, Rapor Mahfud MD soal Pemberantasan Korupsi di Era Prabowo: Lumayan

Agung Sandy Lesmana

Kamis, 03 Juli 2025 | 14:08 WIB
Ungkit Narasi Kejar Koruptor, Rapor Mahfud MD soal Pemberantasan Korupsi di Era Prabowo: Lumayan
Ungkit Narasi Kejar Koruptor, Rapor Mahfud MD soal Pemberantasan Korupsi di Era Prabowo: Lumayan. (tangkapan layar/ist)

Suara.com - Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD menyoroti sepak terjang aparat penegak hukum terkait upaya pemberantasan korupsi di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Berdasar pengamatannnya itu, Mahfud menyebut upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan selama Prabowo menjabat kepala negara masih belum optimal. Namun, mantan Ketua MK itu menganggap penanganan kasus-kasus korupsi terbilang masih lumayan.

Berdasar paparan dalam siniar di Youtube Mahfud MD Official pada Rabu (2/7/2025), ada 16 kasus yang mulai diusut di pemerintahan Prabowo.

Dari belasan kasus itu, dugaan skandal suap hakim yang menjerat eks pejabat MA, Zarof Ricar, kasus judi online pegawai Komdigi, hingga dugaan korupsi kuota haji di era mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas yang kini sedang diusut oleh KPK.

"Ya menurut saya ya atau kita semua secara objektif kemajuan-kemajuan di dalam penegakan hukum terutama pemberantas korupsi, pemberantasan korupsi itu ya lumayan. Lumayan dalam arti ada belasan kasuslah sekitar lebih dari 15 atau berapa di tingkat pusat saja ya yang ditangani oleh Kejaksaan Agung, di luar yang ditangani KPK, di luar juga yang di daerah-daerah kan banyak tuh itu sudah mulai ditindak dan hasilnya lumayan," ujarnya dalam siniar yang dipantau pada Kamis (3/7/2025).

Dalam siniarnya itu, Mahfud menduga ada penghalang yang membuat kerja-kerja aparat hukum tidak berjalan. Namun, Mahfud masih memaklumi adanya kesulitan terkait kasus-kasus yang diungkap di era Prabowo.

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD dalam siniar di akun Youtube-nya. (Tangkapan layar/Youtube)
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD dalam siniar di akun Youtube-nya. (Tangkapan layar/Youtube)

"Tadi saya sebut ada belasan memang ada political barrier atau handicap ya yang menghalang sehingga kita mungkin masih harus memaklumi. Tetapi yang sekarang dicapai menurut saya harus diapresiasi juga itu karena ada belasan kasus tadi," ujarnya.

Lebih lanjut, Mahfud MD turut menguliti sederet narasi dalam karya Prabowo yang teruang dalam buku berjudul 'Paradoks Indonesia.' Mahfud MD menyoroti soal komitmen Prabowo terkait upaya pemberantasan korupi di Indonesia.

"Menurut saya sekali lagi meskipun dengan segala kekurangannya kemajuan-kemajuan untuk pemberantasan korupsi itu sudah bagus dan kita ukur aja dari komitmennya. Komitmennya ini saya ambil dari pernyataan Pak Prabowo yang narasinya dibuat oleh Pak Prabowo sendiri. Di dalam buku yang kemarin kita bahas Paradoks Indonesia," ujar Mahfud MD.

Dalam buku itu, Mahfud juga mengulas narasi Prabowo, salah satunya soal pembegalan demokrasi.

baca juga

"Misalnya di halaman 111 Pak Prabowo mengatakan begini, 'Kita butuh pendekar-pendekar demokrasi. Demokrasi kita sekarang mau bahkan sudah disandera. Demokrasi kita mau diperkosa, mau dan sudah dirusak dengan politik uang," ujarnya menukil ucapan Prabowo di buku tersebut.

"Lalu begini lagi, demokrasi adalah sistem orang yang beradab. Tapi kalau demokrasi diselewengkan, dicurangi, dipermainkan, ya berarti tidak perlu lagi kita berlaku sopan terhadap orang yang nyeleweng," sambung Mahfud MD.

Mahfud mengungkap alasannya mengulas isi buku berjudul 'Paradoks Indonesia' agar publik juga turut mengawal komitmen Prabowo, terutama dalam upaya pemberantasan korupsi.

Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan kenegaraan. [Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden]
Presiden Prabowo Subianto. [Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden]

"Di buku 111 saya sebut halaman 111 detail saya biar apa? biar orang mengecek sendiri betapa komitnya kemarahan Pak Prabowo terhadap politik uang itu luar biasa sejak dulu dan itu ditulis dan diminta para menterinya membaca buku itu," bebernya.

Dalam buku itu, lanjut Mahfud, ada dua hal yang menjadi tugas berat Prabowo sebagai pemimpin negara, yakni terkait supremasi hukum dan masalah koruptor.

"Ada lagi di halaman 112. Dua tugas besar untuk mewujudkan demokrasi yang kita dambakkan ada dua katanya. Satu, kita harus pastikan supremasi hukum. Yang kedua, kita harus kejar dan tangkap koruptor," ujarnya.

Lebih lanjut, Mahfud juga mengukit narasi Prabowo soal negara bakal bubar jika aparat penegak hukum membiarkan koruptor bergentayangan di pemerintahan.

"'Kalau Anda merobek-robek hukum, Anda harus hadapi risiko yang Anda lakukan. Siapa yang menabur angin, dialah yang menuai badai.' Itu ancaman Prabowo halaman 114 di buku itu," ujar Mahfud.

"Sejarah peradaban manusia mengajarkan setiap negara yang tidak mampu mengatasi korupsi di pemerintahannya, negara itu akan bubar, (kata) Pak Prabowo. Jadi dia sungguh-sungguh tuh harus kalau gak masuk, menghatam korupsi, kita akan bubar ini. Makanya Pak Prabowo pegang nampaknya komitmen ini dan mulai mengungkap kasus-kasus yang tadi belasan yang di tingkat pusat itu, kasus lama sebenarnya," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usulan Pemakzulan Gibran Jalan di Tempat, Bivitri Susanti: Lucu, DPR Langgar Aturan Mereka Sendiri

Usulan Pemakzulan Gibran Jalan di Tempat, Bivitri Susanti: Lucu, DPR Langgar Aturan Mereka Sendiri

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 12:41 WIB

Viral! Diolok-olok usai Ngaku Susah dan Suka Nangis: Raffi Ahmad Pernah Kelolodan Makan Jasuke Gak?

Viral! Diolok-olok usai Ngaku Susah dan Suka Nangis: Raffi Ahmad Pernah Kelolodan Makan Jasuke Gak?

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 11:20 WIB

Imbas Isu Pemakzulan, Rocky Gerung: Gibran dan Jokowi Diolok-olok Anak SD

Imbas Isu Pemakzulan, Rocky Gerung: Gibran dan Jokowi Diolok-olok Anak SD

News | Minggu, 29 Juni 2025 | 16:59 WIB

Tak Layak jadi Ban Serep Prabowo, Ikrar Nusa Bhakti Bongkar Ketidakbecusan Gibran Jabat Wapres

Tak Layak jadi Ban Serep Prabowo, Ikrar Nusa Bhakti Bongkar Ketidakbecusan Gibran Jabat Wapres

News | Minggu, 29 Juni 2025 | 16:07 WIB

Bahas Hilirisasi Kemenyan, Wapres Gibran Diolok-olok Bak Anak Sekolah Imbas 5 Kali Ucap Kalimat Ini

Bahas Hilirisasi Kemenyan, Wapres Gibran Diolok-olok Bak Anak Sekolah Imbas 5 Kali Ucap Kalimat Ini

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 15:51 WIB

Terkini

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Emana Wedari Ubud, Vila Privat untuk Menikmati Sisi Tenang Pulau Dewata

Emana Wedari Ubud, Vila Privat untuk Menikmati Sisi Tenang Pulau Dewata

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Belanja di Delipark Pakai BRI Berhadiah BMW 218i Gran Coupe

Belanja di Delipark Pakai BRI Berhadiah BMW 218i Gran Coupe

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:09 WIB

BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas  Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar

BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar

Bogor | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Indonesia Menang 9-2, Mitchell Baker Samai Rekor Dua Legenda Gareng dan Iswadi Idris

Indonesia Menang 9-2, Mitchell Baker Samai Rekor Dua Legenda Gareng dan Iswadi Idris

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06 WIB

FMLK Dukung Perampasan Aset, tapi Minta Kewenangan Negara Dibatasi dan Diawasi

FMLK Dukung Perampasan Aset, tapi Minta Kewenangan Negara Dibatasi dan Diawasi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Dukung Kewirausahaan, BRI Peduli Latih 90 Penyandang Disabilitas di Makassar

Dukung Kewirausahaan, BRI Peduli Latih 90 Penyandang Disabilitas di Makassar

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:03 WIB

RUU Perampasan Aset Dibahas, PERMAHI Dorong Penilaian Aset Objektif dan Proporsional

RUU Perampasan Aset Dibahas, PERMAHI Dorong Penilaian Aset Objektif dan Proporsional

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:00 WIB

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×