'Saya Tertipu' Pengakuan Mengejutkan Saiful Huda, Dari Harimau Jokowi Jadi Pengkritik Paling Pedas!

Budi Arista Romadhoni

Jum'at, 04 Juli 2025 | 09:28 WIB
'Saya Tertipu' Pengakuan Mengejutkan Saiful Huda, Dari Harimau Jokowi Jadi Pengkritik Paling Pedas!
Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi. Pendukung setianya kini vokal membongkar kedok kesederhana atau pengkiritik keras. [Antara]

Suara.com - Nama Saiful Huda MS kini menjadi sorotan setelah tampil dalam podcast Refly Harun yang ditayangkan di YouTube, membuka tabir perjalanannya dari seorang pendukung militan Presiden Joko Widodo menjadi salah satu pengkritik paling vokal.

Dalam perbincangan yang mendalam, Saiful Huda blak-blakan mengungkapkan kekecewaannya terhadap sosok yang dulu diidolakannya, bahkan menyebut Jokowi sebagai "biang keladi kerusakan bangsa dan negara".

Perjalanan Saiful Huda MS yang berliku dimulai dengan rekam jejaknya di beberapa partai politik, mulai dari PUDI, PKB, Hanura, hingga sempat berlabuh di Gerindra.

Namun, ketertarikannya pada Jokowi muncul karena citra kesederhanaan dan kerakyatan yang melekat pada Presiden saat itu. Ia bahkan mendirikan dan menjadi ketua umum ormas Harimau Jokowi, sebuah bukti loyalitasnya yang mendalam.

"Saya dulu keluar dari Gerindra karena lebih tertarik dengan sosok Jokowi yang dianggap sederhana dan merakyat saat itu," ujar Saiful Huda, mengenang masa-masa awal dukungannya. Ia merasa benar-benar tertipu oleh citra tersebut. "Saya merasa tertipu oleh citra sederhana Jokowi," tegasnya, mengulang kekecewaan yang mendalam.

Titik balik Saiful Huda terjadi pada periode kedua pemerintahan Jokowi, tepatnya pada tahun 2019. "Saya mulai melihat kejanggalan pada periode kedua pemerintahan Jokowi," ungkapnya. Kritiknya sempat tertahan ketika ia diajak bergabung dengan Partai Demokrat versi Moeldoko, sebuah langkah yang ditujukan untuk melawan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Namun, kekecewaan Saiful Huda mencapai puncaknya ketika Jokowi tidak berani mengambil keputusan tegas untuk mendukung Moeldoko dalam konflik internal Partai Demokrat.

"Setelah melihat Jokowi tidak berani mengambil keputusan mendukung Moeldoko, saya kembali mengkritik keras Jokowi," katanya.

Ia bahkan menuding Jokowi yang awalnya "mengompori Moeldoko" dalam upaya pengambilalihan Partai Demokrat.

baca juga

Saiful Huda mengungkapkan adanya percakapan antara Jokowi dan Moeldoko mengenai strategi untuk mengganggu pencapresan Anies Baswedan melalui Partai Demokrat.

Perubahan sikap Saiful Huda ini tentu saja menuai berbagai reaksi, terutama dari para pendukung Jokowi.

"Saya mengkritik para pendukung Jokowi yang dianggapnya tidak beradab ketika saya mengkritik Jokowi," keluhnya, menggambarkan pengalaman pahitnya di media sosial dan ruang publik.

Pandangan Terhadap Tokoh Politik dan Isu Krusial

Saiful Huda MS yang dulu mendukung Presiden ke-7 Jokowi. [YouTube/Refli Harun]
Saiful Huda MS yang dulu mendukung Presiden ke-7 Jokowi. [YouTube/Refli Harun]

Dalam podcast tersebut, Saiful Huda juga mengulas pandangannya terhadap beberapa tokoh politik penting dan isu-isu krusial.

Mengenai Anies Baswedan, ia melihat Anies sebagai sosok yang "beberapa kali coba dijegal". Ironisnya, Saiful Huda sendiri mengakui bahwa ia adalah pencipta istilah "kadrun" yang awalnya digunakan untuk melabeli pendukung Anies.

Namun, kini ia mendukung wacana PDIP untuk mengusung Anies sebagai Gubernur Jakarta dan kecewa ketika rencana tersebut batal.

"Menurut informasi yang saya dapatkan, batalnya Anies diusung PDIP karena ada ancaman pengunduran diri dari beberapa tokoh di internal partai," bebernya.

Terhadap Prabowo Subianto, Saiful Huda mengungkapkan bahwa ia pernah menggugat Prabowo terkait isu selang cuci darah RSCM menjelang Pilpres 2019.

Kini, ia menilai Prabowo "belum menunjukkan keseriusan dan keberpihakan yang jelas kepada rakyat, serta masih terlihat dipengaruhi Jokowi."

Ia berharap Prabowo "berani membersihkan kabinet dari orang-orang Jokowi dan menjadi pemimpin yang independen." Saiful Huda juga menyarankan Prabowo untuk bergabung dengan kekuatan Megawati. "Saya menyarankan Prabowo untuk bergabung dengan kekuatan Megawati," tegasnya.

Ia bahkan pesimis dengan karakter Prabowo, "Saya menganggap Prabowo bukan orang revolusioner karena berasal dari keluarga mapan."

Dukungan Saiful Huda pada Pilpres 2024 beralih kepada Ganjar Pranowo. Ia menjadi relawan dan bahkan mengubah nama organisasinya menjadi Harimau Ganjar (Hajar).

"Dukungan saya kepada Ganjar bukan berarti anti-Anies, melainkan karena melihat kesamaan visi dengan PDIP dalam menghadapi Jokowi," jelasnya.

Mengenai Surya Paloh, Saiful Huda menganggapnya sebagai "pengkhianat" karena terlalu cepat mengucapkan selamat kepada pemenang pemilu.

Ia juga menganalisis bahwa masuknya Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies melalui Surya Paloh adalah "cara untuk menjegal Anies agar tidak terlalu kuat."

Dalam penutup perbincangan, Saiful Huda menyerukan persatuan. "Saya menekankan pentingnya persatuan anak bangsa dan menyadari bahwa selama ini diadu domba oleh Jokowi dan elit politik pendukungnya," ujarnya.

Ia juga memiliki harapan besar kepada Prabowo sebagai presiden terpilih. "Saya berharap Prabowo bisa tegas terhadap 'bandit-bandit negara' yang dikendalikan 'ketua geng Solo' (Jokowi)," pungkasnya.

Ia menegaskan, "Saya berharap Prabowo tidak menjadi 'presiden omon-omon' tetapi presiden yang setia pada konstitusi dan memihak rakyat."

Perubahan drastis dalam pandangan Saiful Huda MS memberikan perspektif baru tentang dinamika politik di Indonesia, menunjukkan bagaimana loyalitas dapat bergeser dan kritik tajam dapat muncul dari pihak yang sebelumnya berada di lingkaran terdalam kekuasaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Ngotot! Roy Suryo Ungkap Alasan Jokowi Palsukan Ijazah, Bikin Geleng-Geleng Kepala

Masih Ngotot! Roy Suryo Ungkap Alasan Jokowi Palsukan Ijazah, Bikin Geleng-Geleng Kepala

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 08:21 WIB

Luhut Jenguk Jokowi di Bali: Ungkap Pesan Mantan Presiden untuk Prabowo Subianto

Luhut Jenguk Jokowi di Bali: Ungkap Pesan Mantan Presiden untuk Prabowo Subianto

News | Rabu, 02 Juli 2025 | 14:53 WIB

Sri Mulyani Ungkap Data Anjloknya Rupiah dan IHSG di Akhir era Jokowi

Sri Mulyani Ungkap Data Anjloknya Rupiah dan IHSG di Akhir era Jokowi

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 15:51 WIB

Terkini

Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru

Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru

Riau | Senin, 27 Juli 2026 | 22:04 WIB

Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 22:00 WIB

Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya

Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya

Sport | Senin, 27 Juli 2026 | 21:46 WIB

Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate

Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate

News | Senin, 27 Juli 2026 | 21:46 WIB

Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!

Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 21:44 WIB

Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita

Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita

News | Senin, 27 Juli 2026 | 21:39 WIB

Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0

Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0

Bola | Senin, 27 Juli 2026 | 21:38 WIB

Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor

Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 21:38 WIB

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan

Video | Senin, 27 Juli 2026 | 21:25 WIB

Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron

Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron

Sumsel | Senin, 27 Juli 2026 | 21:16 WIB

×