Suara.com - Tim SAR telah kembali menemukan dua korban lagi dari tragedi Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Kedua korban tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Mayat pertama ditemukan dalam kondisi mengapung di dekat Pantai Cekik, Kabupaten Jembrana pada Minggu (7/7/2025) siang.
Lokasi penemuan mayat itu berada sekitar 6 mil laut atau 11,1 kilometer ke arah selatan dari lokasi tenggelamnya kapal.
Saat ditemukan, korban disebut mengenakan kaos oblong berwarna biru dan celana pendek berwarna cokelat.
Mayat pria tersebut memiliki tinggi sekitar 170 sentimeter.
Mayat tersebut kemudian dievakuasi ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur untuk diidentifikasi.
“Setelah dievakuasi ke darat melalui dermaga Pusri, selanjutnya jenazah yang ditemukan tersebut dibawa ke RSUD Blambangan guna dilakukan langkah-langkah identifikasi oleh tim Biddokkes Polda Jatim,” ujar Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno yang juga merupakan Koordinator Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya.
Setelah melalui proses identifikasi melalui Disaster Victim Identification (DVI) Polri, identitas korban tersebut akhirnya dapat diketahui.
Korban tewas tersebut adalah laki-laki berusia 51 tahun yang berasal dari Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung yang bernama I Kadek Oka.
Kesimpulan tersebut diambil setelah pencocokan ciri-ciri wajah dan perawakan serta kecocokan pemeriksaan sebelum kematian atau antemortem dengan pihak keluarga.
“Bisa kita simpulkan utk korban yg pertama itu terkonfirmasi atas nama I Kadek Oka umur 51 tahun,” ujar Katim Dokpol DVI Polda Jatim, AKBP Adam Bimantoro dalam keterangannya pada Senin (7/7/2025).
“Ada ditemukan ciri dari kepala botak rambut lurus, beruban, daun telinga melengkung ke depan, ada jenggot, kumis, beruban. Dari properti terkonfirmasi juga dgn celana pendek dengan banyak kantong, kita temukan dari hasil pemeriksaan dan antemortem dari keluarga,” tutur Adam.
Mayat Oka saat ini masih berada di RSUD Blambangan dan belum dikirim kembali ke pihak keluarga.
Sementara, korban kedua ditemukan pada Minggu (6/7/2025) pada sore hari kemarin.
Namun, Adam menyebutkan jika korban tewas kedua yang ditemukan kemarin masih dalam proses indentifikasi lebih lanjut.
“Untuk korban kedua kita masih lakukan pendalaman,” imbuhnya.
Penemuan dua korban tewas itu menambah deretan korban dari tragedi KMP Tunu Pratama Jaya.
Hingga pencarian hari keempat kemarin, Tim SAR Gabungan sudah mengevakuasi total 38 korban.
30 di antaranya ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 8 orang lainnya tewas akibat kejadian tersebut.
Dari data manifest kapal, ada 65 orang pada saat tenggelamnya kapal. Sehingga, ada 27 korban lain yang masih dalam pencarian oleh Tim SAR Gabungan.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan juga menurunkan tim penyelam untuk melakukan pencarian terhadap lokasi bangkai kapal. Kepala Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya menjelaskan jika proses tersebut dilaksanakan oleh Distrik Navigasi (Disnav).
“Masih dalam proses ya, proses deteksi oleh kapalnya dari Disnav ya. Mudah-mudahan dideteksi posisi kapal tersebut dan tim dari underwater atau penyelam bisa langsung melakukan atau aksi yang dilakukan oleh tim penyelam tersebut,” tutur Sidakarya pada Sabtu (5/7/2025).
Sebelumnya diberitakan, KMP Tunu Pratama Jaya terbalik saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada Kamis (3/7/2025) sekitar pukul 00.16 WITA.
Diduga insiden ini diakibatkan kebocoran di ruang mesin kapal yang menyebabkan kapal bermuatan truk tronton tersebut tenggelam di Selat Bali.
Peristiwa ini bermula ketika panggilan darurat diterima oleh channel 17 yang menerima panggilan darurat dari kapal tersebut yang melaporkan adanya kebocoran mesin dan permohonan bantuan.
Namun, hanya dalam 3 menit atau pukul 00.19 WITA, KMP Tunu Pratama Jaya mengalami blackout atau mati total.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda