Tusuk 3 Pesilat Saat Dikeroyok, Pengakuan Ojol Viral: Kalau Diam, Saya Mati

Tasmalinda

Senin, 07 Juli 2025 | 13:53 WIB
Tusuk 3 Pesilat Saat Dikeroyok, Pengakuan Ojol Viral: Kalau Diam, Saya Mati
ilustrasi pengeroyokan malam hari

Suara.com - Malam yang seharusnya tenang di Kota Malang, Jawa Timur (Jatim) berubah menjadi tragedi berdarah pada Jumat (4/7/2025).

Seorang pria muda bernama Faturrochim (25), warga asli Kota Malang, kini menjadi sorotan publik setelah menusuk tiga orang anggota rombongan pesilat, satu di antaranya meninggal dunia.

Pengakuan mengejutkan Faturrochim usai ditangkap langsung menyebar luas dan menjadi viral di media sosial, khususnya Instagram.

Akun @fakta.indo membagikan kisahnya: seorang pengemudi ojek online (ojol) yang mengaku menusuk karena terdesak dan dikeroyok, hingga akhirnya ramai menuai pro dan kontra di kolom komentar.

Kejadian ini memicu perdebatan sengit di tengah masyarakat, apakah Fatur pelaku kriminal, atau justru korban yang terpaksa bertahan hidup?

Menurut pengakuan Fatur, peristiwa itu berawal saat ia sedang makan bersama seorang temannya di dekat tempat tinggalnya, sekitar pukul 01.30 WIB, Sabtu dini hari.

Ia menyebut rombongan pesilat berjumlah sekitar 200 sepeda motor melintas dan berhenti di depan lokasi.

Sebenarnya, sejak pukul 22.30 WIB malam sebelumnya, rombongan tersebut sudah lewat dengan menutup jalan, namun Fatur mengaku masih memilih diam.

“Mereka bleyer-bleyer depan dagangan. Saya teriaki, terus saya maju ke jalan. Tiba-tiba ada yang turun dari motor langsung mukul saya. Setelah itu saya dikeroyok, dilempari batu, jatuh saya,” ujar Fatur, Sabtu (5/7/2025), dengan wajah lebam dan tangan dibebat perban.

Fatur mengakui bahwa ia saat itu dalam kondisi mabuk ringan.

baca juga

Namun, rasa sakit dan takut membuatnya panik. Ia mengeluarkan pisau lipat yang biasa dibawanya saat bekerja sebagai driver ojek online (ojol) malam hari.

“Saya niatnya nakut-nakutin. Tapi ternyata ada yang kena. Kalau saya diam, saya mati,” kata Fatur dengan suara bergetar.

Ia berdalih pisau itu selalu ia bawa sejak menjadi korban begal beberapa waktu lalu. Saat dikeroyok, naluri bertahan hidup yang mengambil alih.

Aksi spontan itu mengakibatkan tiga anggota konvoi mengalami luka tusuk. MAS (18), warga Blitar, dinyatakan tewas di tempat akibat luka tusuk di dada kiri yang menembus paru-paru.

Dua lainnya mengalami luka berat dan luka sabetan di lengan.

Polisi menyatakan korban tewas adalah peserta rombongan konvoi yang sempat turun dan mendekati Fatur saat terjadi cekcok.

Kini, Fatur dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 dan 2 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian dan luka berat, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Namun, kuasa hukum Fatur menyebut kliennya bertindak dalam kondisi panik, terdesak, dan diserang lebih dulu.

“Ini bukan pembunuhan berencana. Ini adalah bentuk spontanitas saat klien kami dikeroyok. Bukti luka di tubuh Fatur juga menunjukkan dia jadi korban kekerasan terlebih dahulu,” jelas pengacaranya.

Kasus Fatur menyulut diskusi luas di media sosial. Banyak yang menyayangkan kematian remaja dalam insiden tersebut, namun tak sedikit pula yang bersimpati pada Fatur.

Akun-akun netizen membandingkan kejadian ini dengan kasus-kasus persekusi dan main hakim sendiri yang marak di sejumlah daerah.

Apakah membela diri bisa menjadi alasan pemaaf dalam hukum pidana? Itu akan menjadi ranah pembuktian di pengadilan nanti.

Yang jelas, kisah ini membuka mata tentang kekacauan konvoi jalanan, potensi konflik sosial, dan sisi manusiawi dari mereka yang berada di tengah kekerasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

13 Anggota PSHT Pengeroyok Polisi di Jember Resmi Tersangka, Dua di Antaranya Masih Anak-anak

13 Anggota PSHT Pengeroyok Polisi di Jember Resmi Tersangka, Dua di Antaranya Masih Anak-anak

News | Kamis, 25 Juli 2024 | 15:23 WIB

Profil PSHT, Jadi Perbincangan Usai Anggotanya Diduga Keroyok Polisi di Jember

Profil PSHT, Jadi Perbincangan Usai Anggotanya Diduga Keroyok Polisi di Jember

News | Selasa, 23 Juli 2024 | 17:22 WIB

Keroyok 5 Polisi Hingga Satu Babak Belur, Komplotan Pesilat PSHT Diburu Polisi

Keroyok 5 Polisi Hingga Satu Babak Belur, Komplotan Pesilat PSHT Diburu Polisi

News | Selasa, 23 Juli 2024 | 05:05 WIB

Pendekar Tewas Dianiaya Sesama Pendekar Di Kediri, Dipicu Saling Tatap Mata

Pendekar Tewas Dianiaya Sesama Pendekar Di Kediri, Dipicu Saling Tatap Mata

News | Minggu, 08 Oktober 2023 | 01:35 WIB

Terlibat Bentrok dengan Brajamusti di Yogyakarta, Begini Sejarah PSHT dan Pendirinya

Terlibat Bentrok dengan Brajamusti di Yogyakarta, Begini Sejarah PSHT dan Pendirinya

News | Selasa, 06 Juni 2023 | 20:12 WIB

Profil PSHT: Organisasi Silat yang Terlibat Tawuran di Tamsis Jogja

Profil PSHT: Organisasi Silat yang Terlibat Tawuran di Tamsis Jogja

News | Senin, 05 Juni 2023 | 16:56 WIB

6 Fakta Tawuran Antarkelompok di Jogja, Warga Was-was

6 Fakta Tawuran Antarkelompok di Jogja, Warga Was-was

News | Senin, 05 Juni 2023 | 15:55 WIB

Terkini

111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur

111 Orang Tewas Usai Gempa Bumi Besar Kolombia, Rumah Sakit Hancur

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:13 WIB

Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia

Arkeologi Italia Geger! Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Lepas Pantai Sisilia

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

×