Kemarau Basah 2025: BMKG Ungkap Peluang Emas untuk Petani

Chandra Iswinarno | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 07 Juli 2025 | 13:59 WIB
Kemarau Basah 2025: BMKG Ungkap Peluang Emas untuk Petani
Petani sedang menanam padi memanfaatkan air di sawah tadah hujan. [Suara.com/Chandra]

Suara.com - Musim kemarau 2025 diprediksi akan tetap turun hujan di sejumlah wilayah. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa hujan diprediksi masih akan turun di sejumlah wilayah akibat anomali cuaca.

Lantaran itu, masyarakat disarankan memanfaatkan peluang hujan yang masih terjadi di musim kemarau ini untuk sektor pertanian.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyebut bahwa curah hujan di beberapa daerah terpantau lebih tinggi dari kondisi normalnya, bahkan di tengah periode kemarau seperti sekarang.

"Kita bisa lihat bahwa sebenarnya di selatan khatulistiwa itu kemarau tidak berarti tidak ada hujan. Tetapi di sekitar Jawa Barat, Banten itu nampak memang disitu terjadi anomali cuaca," kata Ardhasena dalam konferensi pers virtual Senin (7/7/2025).

Menurutnya, situasi ini menjadi peluang strategis, terutama bagi petani yang selama ini mengandalkan irigasi alami.

Pada Agustus ini dinilai sebagai momen krusial untuk melakukan penyesuaian jadwal tanam dan pengelolaan air secara bijak.

"Kalau dibandingkan dengan kondisi normalnya, kemarau tahun ini dari bulan ke bulan kita lihat keadaannya di atas normal dan kondisi ini yang barangkali perlu kita waspada. Tetapi sekarang Agustus barangkali menjadi kesempatan untuk kita memanfaatkan airnya untuk pertanian," tuturnya.

BMKG mencatat bahwa wilayah selatan khatulistiwa, termasuk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, memasuki periode kemarau dengan curah hujan rendah.

Namun, adanya hujan ringan hingga sedang yang masih turun membuat sifat musim kemarau tahun ini menjadi 'di atas normal' dibandingkan dengan rata-rata klimatologis.

Ardhasena menjelaskan, dari peta prakiraan curah hujan beberapa bulan ke depan, mulai Agustus hingga Januari 2026, tampak bahwa kondisi Indonesia sangat bervariasi.

Di beberapa daerah seperti area tengah Pulau Sumatera, hujan justru berada di bawah normal.

Namun menjelang akhir tahun, yakni Oktober hingga Desember, curah hujan diprediksi akan meningkat di sebagian besar wilayah Indonesia.

"Artinya kondisi yang terjadi di Indonesia ini sangat beragam. Menjelang akhir tahun, jadi mulai bulan Oktober, November, itu kondisi curah hujannya meningkat di sebagian besar wilayah Indonesia," jelas Ardhasena.

Agusmin, Prakirawan BMKG Makassar mengamati video angin puting beliung yang viral, Jumat 25 Juni 2021 [SuaraSulsel.id / Muhammad Aidil]
Ilustrasi Prakirawan BMKG mengamati cuaca. [SuaraSulsel.id]

Sementara itu, di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, meskipun secara neraca air mengalami defisit, masih terdapat hujan dengan frekuensi tertentu.

Fenomena inilah yang menyebabkan musim kemarau tahun ini tetap dikategorikan ‘basah’ secara statistik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! BMKG: Hujan Lebat Terjang Jawa dan Wilayah Lainnya Hingga 9 Juli 2025

Waspada! BMKG: Hujan Lebat Terjang Jawa dan Wilayah Lainnya Hingga 9 Juli 2025

News | Senin, 07 Juli 2025 | 12:13 WIB

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca Siang Ini, Fokus Antisipasi Banjir di Hulu Jabodetabek

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca Siang Ini, Fokus Antisipasi Banjir di Hulu Jabodetabek

News | Senin, 07 Juli 2025 | 11:41 WIB

109 RT di Jakarta Terendam Banjir, BMKG Prediksi Potensi Hujan Masih Akan Turun

109 RT di Jakarta Terendam Banjir, BMKG Prediksi Potensi Hujan Masih Akan Turun

News | Senin, 07 Juli 2025 | 10:53 WIB

Terkini

Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN

Kepala Daerah dan PPPK Tak Perlu Khawatir, Pelaksanaan Pasal 146 UU HKPD Akan Diatur Melalui UU APBN

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:00 WIB

Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak

Prabowo di KTT ASEAN: Dunia Sedang Genting, BIMP-EAGA Harus Lebih Adaptif dan Berdampak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:53 WIB

Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?

Dari Jombang hingga Pati: Mengapa Ponpes Terus Menjadi Titik Merah Predator Seks?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:35 WIB

Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz

Sesumbar Donald Trump Usai 3 Kapal Perang AS Dibombardir Iran di Selat Hormuz

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:34 WIB

Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza

Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:26 WIB

Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar

Viral Tampilan Sederhana Sultan Brunei Saat Wisuda Anak, Netizen: Tapi Jamnya Rp2,3 Miliar

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:21 WIB

Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha

Era Baru Dimulai, Robot Rp234 Juta Disumpah Jadi Biksu Buddha

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:19 WIB

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:07 WIB

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB