Palu Belum Diketuk, Revisi KUHAP Masih Bisa Diubah?

Bangun Santoso

Senin, 14 Juli 2025 | 12:32 WIB
Palu Belum Diketuk, Revisi KUHAP Masih Bisa Diubah?
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman (tengah) bersama anggota Komisi III DPR RI lainjya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (ANTARA/Melalusa Susthira K.)

Suara.com - Sebuah jaminan penting datang dari Senayan di tengah panasnya pembahasan salah satu produk hukum paling krusial di Indonesia. Komisi III DPR RI memastikan bahwa pintu masukan publik terkait revisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) akan terus dibuka hingga detik-detik akhir sebelum disahkan dalam Rapat Paripurna.

Jaminan ini menjadi angin segar bagi masyarakat sipil dan para pegiat hukum yang khawatir proses legislasi berjalan tertutup. Revisi KUHAP sendiri merupakan isu vital karena akan menentukan bagaimana proses hukum pidana—mulai dari penangkapan, penahanan, hingga persidangan—dijalankan di seluruh negeri. Aturan ini berdampak langsung pada hak-hak setiap warga negara di hadapan hukum.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menegaskan komitmen tersebut. Ia mengakui bahwa secara tradisi, pembahasan di tingkat panitia kerja (Panja) seringkali menjadi tahap final sebelum sebuah rancangan undang-undang dibawa ke paripurna. Namun, ia menjanjikan sebuah mekanisme yang berbeda untuk revisi KUHAP kali ini.

Menurutnya, Komisi III akan terus melakukan evaluasi berlapis terhadap pasal-pasal yang ada untuk mencegah lolosnya aturan yang berpotensi merugikan atau tidak sesuai dengan rasa keadilan masyarakat.

"Sangat mungkin kalau sudah disetujui di tingkat pertama, pada paripurna kalau ada usulan perubahan ya masih bisa (diubah) secara faktanya," kata Habiburokhman saat menggelar rapat dengar pendapat dengan sejumlah organisasi dan lembaga bantuan hukum di kompleks parlemen, Jakarta, dilansir Antara, Senin (14/7/2025).

Pernyataan ini secara efektif membuka ruang bagi publik, organisasi masyarakat, hingga lembaga bantuan hukum untuk terus memberikan masukan dan mengawal setiap pasal dalam draf RUU KUHAP.

Habiburokhman menekankan bahwa perubahan masih sangat mungkin terjadi selama ada argumentasi yang kuat dan mampu meyakinkan para legislator.

"Selama teman-teman bisa meyakinkan anggota DPR, pimpinan fraksi, masih bisa merubah apa yang sudah diputuskan," kata politisi Partai Gerindra tersebut.

Transparansi Jadi Kunci

baca juga

Untuk membuktikan komitmennya, Habiburokhman menantang publik untuk menunjukkan apakah Komisi III pernah menolak permintaan audiensi atau Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait isu ini. Ia mengklaim bahwa pihaknya tidak pernah menutup pintu bagi siapa pun yang ingin berkontribusi.

"Ada yang sudah pernah mengajukan RDPU (rapat dengar pendapat umum) lalu ditolak? Tidak ada. Tadi pagi saya cek lagi, ada lagi nggak yang mengajukan RDPU, tidak ada ya, belum ada. Silakan selama proses ini belum paripurna, kita akan terbuka menerima masukan masyarakat," tegasnya.

Sikap terbuka ini menjadi krusial mengingat proses revisi KUHAP telah berjalan cukup jauh. Diketahui, Komisi III DPR RI telah merampungkan pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang mencapai 1.676 poin pada Kamis (10/7) lalu.

Saat ini, proses legislasi telah memasuki tahap yang lebih teknis di tingkat Tim Perumus (Timus) dan Tim Sinkronisasi (Timsin). Tim ini bertugas untuk merapikan dan menyelaraskan seluruh perubahan yang telah disepakati dalam pembahasan DIM sebelumnya.

Dengan jaminan dari pimpinan Komisi III, artinya hasil dari Timus dan Timsin pun masih berpotensi untuk dievaluasi kembali berdasarkan masukan yang masuk sebelum dibawa ke forum tertinggi DPR, yakni Rapat Paripurna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

RJ untuk Penghinaan Presiden: Solusi Cerdas atau Bungkam Berkedok Damai?

RJ untuk Penghinaan Presiden: Solusi Cerdas atau Bungkam Berkedok Damai?

Your Say | Sabtu, 12 Juli 2025 | 17:40 WIB

Pembahasan 1.676 DIM Revisi KUHAP Selesai 2 Hari, Pakar Curiga DPR dan Pemerintah Sudah Punya Hasil

Pembahasan 1.676 DIM Revisi KUHAP Selesai 2 Hari, Pakar Curiga DPR dan Pemerintah Sudah Punya Hasil

News | Sabtu, 12 Juli 2025 | 10:04 WIB

Mustahil 1.676 DIM Revisi KUHAP Digeber Cuma 2 Hari, Pakar Curigai DPR: Abaikan Partisipasi Publik!

Mustahil 1.676 DIM Revisi KUHAP Digeber Cuma 2 Hari, Pakar Curigai DPR: Abaikan Partisipasi Publik!

News | Sabtu, 12 Juli 2025 | 09:05 WIB

Dua 'Senjata' Baru di RKUHAP: Polisi Wajib Proses Laporan 14 Hari, Hak Pilih Pengacara Dijamin Penuh

Dua 'Senjata' Baru di RKUHAP: Polisi Wajib Proses Laporan 14 Hari, Hak Pilih Pengacara Dijamin Penuh

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 22:55 WIB

RUU KUHAP Bikin Polri 'Super Power'? Ketua Komisi III DPR: Justru Kewenangannya Kami Pangkas!

RUU KUHAP Bikin Polri 'Super Power'? Ketua Komisi III DPR: Justru Kewenangannya Kami Pangkas!

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 22:05 WIB

Penyadapan Tak Diatur dalam RUU KUHAP, Dibahas dalam UU Khusus

Penyadapan Tak Diatur dalam RUU KUHAP, Dibahas dalam UU Khusus

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 20:05 WIB

Revisi KUHAP Dicurigai, Habiburokhman Ajak Warga Nginap di DPR: Kopi Gorengan Disiapkan!

Revisi KUHAP Dicurigai, Habiburokhman Ajak Warga Nginap di DPR: Kopi Gorengan Disiapkan!

News | Jum'at, 11 Juli 2025 | 18:27 WIB

Terkini

Bukan Fraksi, PDIP Usul Syarat Capres Didukung Minimal 2 Parpol dan Maksimal 4 Partai

Bukan Fraksi, PDIP Usul Syarat Capres Didukung Minimal 2 Parpol dan Maksimal 4 Partai

News | Senin, 21 September 2026 | 16:18 WIB

Telur Ayam Cuma Rp15 Ribuan di Indomaret, Bayarnya Pakai Promo BRImo

Telur Ayam Cuma Rp15 Ribuan di Indomaret, Bayarnya Pakai Promo BRImo

Bri | Senin, 21 September 2026 | 16:17 WIB

Teaser Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Dirilis, Kisah Ale Ingin Akhiri Hidup

Teaser Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Dirilis, Kisah Ale Ingin Akhiri Hidup

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Paling Anjlok se-Asia Hari Ini, Ditutup di Level Rp17.847

Rupiah Paling Anjlok se-Asia Hari Ini, Ditutup di Level Rp17.847

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 16:13 WIB

Cara Menurunkan Desil Online Pakai HP, Begini Langkah Mudahnya!

Cara Menurunkan Desil Online Pakai HP, Begini Langkah Mudahnya!

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 16:11 WIB

PDIP Soal Syarat Capres: Setuju Minimal 2 Parpol, tapi Harus Ada Batas Maksimal

PDIP Soal Syarat Capres: Setuju Minimal 2 Parpol, tapi Harus Ada Batas Maksimal

News | Senin, 21 September 2026 | 16:11 WIB

Nonton Ulang Your Name: Saat Gen Z Terhubung dengan Banyak Orang, tapi Merasa Kesepian

Nonton Ulang Your Name: Saat Gen Z Terhubung dengan Banyak Orang, tapi Merasa Kesepian

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 16:08 WIB

12 Cara Cepat Mendinginkan HP Panas Agar Tak Sampai Meledak

12 Cara Cepat Mendinginkan HP Panas Agar Tak Sampai Meledak

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 16:05 WIB

7 Makanan-Minuman yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur, Bisa Bikin Susah Terlelap

7 Makanan-Minuman yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur, Bisa Bikin Susah Terlelap

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 16:05 WIB

Sinyal Peluncuran Yamaha NMAX Turbo Facelift Menguat untuk Model 2027

Sinyal Peluncuran Yamaha NMAX Turbo Facelift Menguat untuk Model 2027

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 16:05 WIB

×