Polemik RSUD Welas Asih! Dosen UPI 'Kuliti' Kebijakan KDM, Sebut Urus Simbol Bukan Substansi

Andi Ahmad S

Kamis, 17 Juli 2025 | 21:46 WIB
Polemik RSUD Welas Asih! Dosen UPI 'Kuliti' Kebijakan KDM, Sebut Urus Simbol Bukan Substansi
Lambang RSUD Welas Asih yang dulunya adalah RSUD Al Ihsan. (ANTARA)

Suara.com - Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengubah nama RSUD Al Ihsan menjadi RSUD Welas Asih memantik polemik tajam dari kalangan akademisi. Dosen Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Suwatno.

Dia menilai langkah tersebut merupakan cerminan dari pengambilan keputusan yang minim partisipasi publik, terkesan gegabah, dan lebih mementingkan simbolisme ketimbang substansi perbaikan layanan.

Kritik ini membuka diskusi penting mengenai prioritas pemerintah daerah: apakah fokus pada branding baru atau memperbaiki kualitas pelayanan yang nyata dirasakan masyarakat?

Fokus Simbol, Abaikan Substansi?

Menurut Suwatno, energi dan anggaran yang dialokasikan untuk pergantian nama seharusnya bisa dimanfaatkan untuk hal yang jauh lebih mendesak dan bermanfaat. Ia mempertanyakan urgensi di balik kebijakan yang terkesan mengabaikan masalah inti dari sebuah rumah sakit.

"Jika layanan kesehatan masih lamban, antrean pasien masih panjang, keluhan masyarakat masih banyak, maka mengganti nama tidak akan membawa perubahan berarti. Malah justru bisa menimbulkan kesan bahwa pemerintah daerah lebih sibuk mengurus simbol ketimbang substansi," ucapnya dalam keterangan di Bandung, Kamis 17 Juli 2025 dilansir dari Antara.

Suwatno secara terbuka mempertanyakan landasan dari keputusan ini.

"Apakah pernah dilakukan survei atau minimal public hearing? Apakah ada aspirasi masyarakat yang benar-benar menuntut penggantian nama? Ataukah ini sekadar refleksi selera pribadi yang dibungkus dalam dalih kebudayaan?," katanya.

Biaya Mahal dan Kerugian 'Branding' yang Tak Ternilai

baca juga

Dari sisi manajemen merek, Suwatno menegaskan bahwa mengganti nama institusi publik seperti RSUD Al Ihsan bukanlah perkara sepele. Nama "Al Ihsan" bukan sekadar label, melainkan sebuah merek yang sudah dikenal luas dan melekat kuat di benak masyarakat Jawa Barat.

"Mengubahnya berarti mengulang proses panjang membangun awareness, citra, dan kepercayaan dari nol. Setiap brand membawa investasi yang tak ternilai dalam bentuk memori kolektif. Lalu, (jika) dengan mudahnya diganti seolah hanya memindahkan papan nama, justru menunjukkan betapa kebijakan ini tampak lebih politis daripada rasional," ujarnya.

Lebih jauh, ada konsekuensi biaya riil yang sangat besar di balik pergantian nama, meliputi:

  • Cetak ulang jutaan dokumen resmi.
  • Desain ulang seluruh atribut visual.
  • Penggantian logo di ambulans, seragam, dan gedung.
  • Modifikasi papan petunjuk arah di berbagai lokasi.
  • Pembaruan sistem informasi digital dan website.

    Mitos Nama 'Asing' dan Nilai Universal 'Ihsan'

Suwatno juga membantah argumen yang mungkin menganggap nama "Al Ihsan" bernuansa asing dan tidak selaras dengan budaya lokal. Menurutnya, kata "Ihsan" memiliki makna universal yang sangat positif: kebaikan, keikhlasan, dan pelayanan optimal. Nilai-nilai ini, katanya, justru sejalan dengan semangat kemanusiaan dan moral pelayanan kesehatan.

"Bukankah itu semua sesuai? Bahkan realitas sosial menunjukkan bahwa masyarakat Sunda memiliki hubungan historis dan kultural yang erat dengan Islam," katanya.

Ia membandingkan dengan RSUD di daerah lain seperti RSUD Syekh Yusuf di Gowa, yang menggunakan nama tokoh Islam tanpa kehilangan konteks lokalnya. Menurutnya, nama "Ihsan" justru jauh lebih netral. "Justru nama 'Ihsan' lebih netral dibanding nama tokoh penyebar agama Islam yang lebih 'ideologis'," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merasa Gagal Berumah Tangga, Ini Pesan Dedi Mulyadi Untuk Anak Sulungnya

Merasa Gagal Berumah Tangga, Ini Pesan Dedi Mulyadi Untuk Anak Sulungnya

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 21:35 WIB

Dedi Mulyadi Copot Kepala SMAN 6 Garut Buntut Kasus Siswa Bunuh Diri Karena Dibully

Dedi Mulyadi Copot Kepala SMAN 6 Garut Buntut Kasus Siswa Bunuh Diri Karena Dibully

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 20:53 WIB

RSUD Al Ihsan Jadi Welas Asih: Pakar Bongkar Motif Tersembunyi Dedi Mulyadi

RSUD Al Ihsan Jadi Welas Asih: Pakar Bongkar Motif Tersembunyi Dedi Mulyadi

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 20:44 WIB

Resmi Jadi Mantu Dedi Mulyadi, Kok Putri Karlina Minta Maaf ke Warga Garut?

Resmi Jadi Mantu Dedi Mulyadi, Kok Putri Karlina Minta Maaf ke Warga Garut?

Entertainment | Kamis, 17 Juli 2025 | 19:48 WIB

Wajah Baru TPA Sarimukti, Dedi Mulyadi Siapkan Rp150 Juta per KK untuk Bongkar Bangunan Liar

Wajah Baru TPA Sarimukti, Dedi Mulyadi Siapkan Rp150 Juta per KK untuk Bongkar Bangunan Liar

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 19:01 WIB

Terkini

Gen Z dan Hubungan 'Just Friend': Saat Batas Pertemanan Semakin Kabur

Gen Z dan Hubungan 'Just Friend': Saat Batas Pertemanan Semakin Kabur

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:30 WIB

Kena OTT KPK, Bupati Lombok Barat Simpan Harta Rp25,5 Miliar

Kena OTT KPK, Bupati Lombok Barat Simpan Harta Rp25,5 Miliar

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:29 WIB

Mobil Terlaris 2026 Segmen SUV Kompak: Raize vs Fronx Lebih Moncer yang Mana? Nissan Ngenes

Mobil Terlaris 2026 Segmen SUV Kompak: Raize vs Fronx Lebih Moncer yang Mana? Nissan Ngenes

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:28 WIB

Taktik Gertak Sambal Donald Trump Jadi Senjata Makan Tuan, Bikin Iran Main Gahar

Taktik Gertak Sambal Donald Trump Jadi Senjata Makan Tuan, Bikin Iran Main Gahar

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:28 WIB

Kronologi Korupsi Mulyono Terungkap, Kepala Kantor Pajak Terima Suap Miliaran

Kronologi Korupsi Mulyono Terungkap, Kepala Kantor Pajak Terima Suap Miliaran

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:28 WIB

Kisah Marc Cucurella: Cobaan Keluarga, Putra Autisme hingga Juara Dunia

Kisah Marc Cucurella: Cobaan Keluarga, Putra Autisme hingga Juara Dunia

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:25 WIB

Belgia Mengecewakan di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Ogah Perpanjang Kontrak

Belgia Mengecewakan di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Ogah Perpanjang Kontrak

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:24 WIB

5 Parfum Lokal Aroma Clean yang Segar Tahan Lama untuk Pria dan Wanita

5 Parfum Lokal Aroma Clean yang Segar Tahan Lama untuk Pria dan Wanita

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:22 WIB

Mensos dan Menteri PKP Sepakat Akselerasi Renovasi Rumah Siswa Sekolah Rakyat

Mensos dan Menteri PKP Sepakat Akselerasi Renovasi Rumah Siswa Sekolah Rakyat

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:22 WIB

Moody's Soroti Risiko Kebijakan RI, Subsidi Energi Hingga DSI Jadi Catatan Merah Prabowo

Moody's Soroti Risiko Kebijakan RI, Subsidi Energi Hingga DSI Jadi Catatan Merah Prabowo

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 11:21 WIB

×