Dengan demikian, bentrokan di Pemalang bukanlah sekadar gesekan antarormas biasa. Peristiwa itu adalah manifestasi dari sebuah perjuangan ideologis yang dipimpin oleh seorang kiai keturunan Walisongo, yang menggunakan organisasi bentukannya sebagai alat untuk secara frontal menantang narasi dan eksistensi kelompok yang ia yakini mengancam keutuhan ajaran leluhur dan bangsa.