Viral 'Edi Sound Horeg' Dibongkar Netizen: Bukan Penemu Lampu tapi Pemecahnya

Tasmalinda

Minggu, 27 Juli 2025 | 21:35 WIB
Viral 'Edi Sound Horeg' Dibongkar Netizen: Bukan Penemu Lampu tapi Pemecahnya
Kumpulan meme Edi Sound Horeg. (Kolase Media Sosial)

Suara.com - Di jagat maya Indonesia, sebuah fenomena budaya telah melahirkan pahlawan sekaligus anti-pahlawannya sendiri.

Dikenal dengan nama Memed 'Ngawi', operator sound system yang dijuluki “Thomas Alva Edi Sound Horeg.”

Sosoknya yang viral karena ekspresi datar dan dedikasinya yang ekstrem dalam meracik dentuman bass kini menjadi kanvas bagi ribuan komentar netizen yang jenaka, kritis, hingga menaruh curiga.

Klaim bahwa Memed rela tidak tidur selama seminggu demi mengejar beat sempurna telah memicu badai reaksi di media sosial.

Jauh dari sekadar pujian, kolom komentar justru menjadi panggung utama di mana publik membedah fenomena ini dari segala sisi.

Analisis komentar warganet ini mengungkap potret yang jauh lebih kompleks tentang bagaimana sound horeg dipandang oleh masyarakat.

Alih-alih mengagumi inovasinya, banyak netizen justru menyoroti sisi destruktif dari "penemuan" Memed. Komentar-komentar ini, meski bernada humor, menyiratkan keresahan yang nyata.

Seorang pengguna dengan jenaka membandingkan dua 'Thomas Alva'. "Yang asli penemu lampu, yang ini pemecah lampu," tulis seorang warganet, sebuah komentar yang disukai lebih dari 6.000 kali dan menjadi rangkuman sempurna dari dualisme sound horeg.

Komentar lain yang tak kalah pedas namun menggelitik datang dari pengguna yang menulis, "Penemuan yg seharusnya tidak ditemukan". Emoji batu moai di akhir kalimat seolah mewakili ekspresi pasrah sekaligus geli terhadap kreativitas yang dianggap kebablasan ini.

baca juga

Komentar seperti "Jasamu akan selalu dikenang. Kenangning ningnang ninggung." menunjukkan bahwa meski kontroversial, dentuman khas horeg telah meresap ke dalam budaya populer sebagai sesuatu yang ikonik.

Klaim tidak tidur seminggu penuh menjadi titik picu terbesar bagi spekulasi liar warganet.

Logika sederhana membuat banyak orang meragukan kemampuan manusia normal untuk bertahan tanpa tidur selama itu hanya demi menyetel audio. Akibatnya, tuduhan penggunaan narkotika, khususnya sabu, membanjiri kolom komentar.

"ga tidur seminggu? lu pakai apa bang?" tanya seorang netizen dalam komentar yang disukai ribuan orang.

Kecurigaan ini semakin diperkuat oleh komentar lain yang lebih blak-blakan.

"BNN Plis cek urin orang ini.. kemungkinan besar pasti pakai sabu ni orang..," tulis pengguna lain. Bahkan ada yang berspekulasi dengan lebih detail, "sabu nya di kunyah ini pasti."

Komentar seperti "Aura sabu dan tramadol nya sangat kuat" menunjukkan bagaimana persepsi publik dengan cepat mengaitkan daya tahan ekstrem dengan penggunaan zat terlarang, meskipun tudingan ini sama sekali tidak memiliki bukti.

Di luar humor dan tudingan, muncul gelombang kritik yang lebih substansial. Netizen mulai membandingkan "inovasi" sound horeg dengan kemajuan teknologi di negara lain, mempertanyakan prioritas budaya anak bangsa.

"Luar negeri tidak tidur karena inovasi bikin robot dan riset. Ini horeg... Kapan majunya indonesia," tulis seorang warganet dengan nada prihatin.

Kritik ini sejalan dengan komentar lain yang menyoroti dampak sosial langsung dari fenomena ini. "CATAT :

Sound Horeg adalah BENCANA karena, demi sound horeg; lansia, anak bayi, orang sakit, harus mengungsi.. " tegas seorang pengguna, memberikan suara bagi mereka yang merasa terganggu dan dirugikan.

Pertanyaan retoris, "emang di negara maju ada sound horeg ya?" semakin menggarisbawahi persepsi bahwa sound horeg adalah anomali yang menghambat kemajuan.

Pada akhirnya, reaksi netizen terhadap "Thomas Alva Edi Sound Horeg" menunjukkan bahwa Memed bukan lagi sekadar individu. Ia telah menjadi simbol perdebatan sengit tentang batas antara kreativitas budaya, gangguan publik, dan arah kemajuan sebuah bangsa.

Sementara musiknya terus menggelegar, perbincangan tentangnya di dunia maya tak kalah bisingnya.

Bagaimana pendapat Anda?

Apakah komentar netizen ini berlebihan, atau justru mewakili suara keresahan masyarakat yang sebenarnya?

Bergabunglah dalam diskusi dan bagikan pandangan Anda di kolom komentar!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Sebenarnya 'Thomas Alva Edi Sound Horeg', Begadang Seminggu Demi Bass Menggelegar

Siapa Sebenarnya 'Thomas Alva Edi Sound Horeg', Begadang Seminggu Demi Bass Menggelegar

News | Minggu, 27 Juli 2025 | 18:32 WIB

Kehadiran Mitsubishi Destinator Bikin Thomas Alva Edisound Harus Belajar Lagi, Ini Sebabnya

Kehadiran Mitsubishi Destinator Bikin Thomas Alva Edisound Harus Belajar Lagi, Ini Sebabnya

Otomotif | Minggu, 27 Juli 2025 | 11:19 WIB

Dulu Hiburan, Kini Gengsi: Sound Horeg Karya Edi Sound Jadi Simbol Status Sosial

Dulu Hiburan, Kini Gengsi: Sound Horeg Karya Edi Sound Jadi Simbol Status Sosial

News | Sabtu, 26 Juli 2025 | 23:37 WIB

Benarkah Rakit Satu Truk Sound Horeg Butuh Biaya Setara Sebuah Rumah Mewah?

Benarkah Rakit Satu Truk Sound Horeg Butuh Biaya Setara Sebuah Rumah Mewah?

News | Sabtu, 26 Juli 2025 | 22:43 WIB

Lebih dari Sekadar Musik: Inilah Aturan dan Etika di Arena Battle Sound Horeg

Lebih dari Sekadar Musik: Inilah Aturan dan Etika di Arena Battle Sound Horeg

News | Sabtu, 26 Juli 2025 | 22:01 WIB

Bukan Cuma Edi Sound: Ini 5 Sultan Horeg yang Getarkan Panggung Audio Lokal

Bukan Cuma Edi Sound: Ini 5 Sultan Horeg yang Getarkan Panggung Audio Lokal

News | Sabtu, 26 Juli 2025 | 21:12 WIB

Menguak Asal Sound Horeg: Benarkah Ciptaan Sosok Thomas Alva Edisound Horeg?

Menguak Asal Sound Horeg: Benarkah Ciptaan Sosok Thomas Alva Edisound Horeg?

Lifestyle | Sabtu, 26 Juli 2025 | 17:33 WIB

Bass Perontok Genteng, Sound Horeg Berasal dari Mana dan Siapa Penemu Pertamanya?

Bass Perontok Genteng, Sound Horeg Berasal dari Mana dan Siapa Penemu Pertamanya?

Lifestyle | Sabtu, 26 Juli 2025 | 14:55 WIB

Terkini

Evakuasi Berjam-jam Pakai Alat Berat, Balita di Tebet Tewas Terperosok Lubang Proyek 4 Meter

Evakuasi Berjam-jam Pakai Alat Berat, Balita di Tebet Tewas Terperosok Lubang Proyek 4 Meter

News | Senin, 29 Juni 2026 | 08:09 WIB

Amerika: Perdamaian AS - Iran Tidak Batal, Meski Ada Baku Tembak

Amerika: Perdamaian AS - Iran Tidak Batal, Meski Ada Baku Tembak

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:45 WIB

Hari Ini! MK Putuskan Nasib UU Polri hingga Gugatan Peradilan Militer

Hari Ini! MK Putuskan Nasib UU Polri hingga Gugatan Peradilan Militer

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:39 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total

Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:30 WIB

Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu

Anak Buah Donald Trump: Iran dan AS Akan Hentikan Serangan Sementara Waktu

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:20 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Tewaskan 1000 Orang di Prancis Mayoritas Lansia

News | Senin, 29 Juni 2026 | 07:00 WIB

Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud

Internal Politik Israel Panas! Benjamin Netanyahu Ancam Keluar dari Partai Likud

News | Senin, 29 Juni 2026 | 05:10 WIB

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:23 WIB

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:19 WIB

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:07 WIB

×