Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan

Arief Apriadi | Suara.com

Senin, 04 Mei 2026 | 10:12 WIB
Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan
Iran menyatakan AS telah merespons proposal perdamaian 14 poin melalui Pakistan. Teheran kini mengkaji balasan tersebut tanpa membahas isu nuklir. (GEMINI AI)
  • Amerika Serikat memberikan respons melalui Pakistan terkait proposal perdamaian 14 poin yang diajukan oleh pemerintah Iran.
  • Pemerintah Iran saat ini sedang meninjau balasan Amerika Serikat tersebut untuk menentukan langkah diplomatik selanjutnya di Timur Tengah.
  • Negosiasi ini fokus pada penghentian konflik militer, kompensasi, dan aturan pelayaran, tanpa membahas isu program nuklir Iran.

Suara.com - Iran mengklaim Amerika Serikat telah merespons proposal perdamaian 14 poin yang diajukan Teheran untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Respons tersebut disampaikan Washington melalui Pakistan sebagai mediator pihak ketiga.

Pemerintah Iran kini tengah mempelajari isi balasan tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Negosiasi Tak Sentuh Isu Nuklir

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, mengonfirmasi perkembangan itu pada Minggu (3/5).

"AS telah memberikan tanggapan kepada Pakistan atas proposal 14 poin Iran, dan pihak berwenang Iran saat ini sedang meninjau tanggapan tersebut," kata Baghaei.

Ia menegaskan, pembahasan kali ini tidak mencakup program nuklir Iran.

Menurut Teheran, isu pengayaan uranium sengaja dikesampingkan agar negosiasi lebih fokus pada upaya menghentikan konflik militer.

Pakistan Jadi Mediator

Keterlibatan Pakistan sebelumnya diungkap Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi.

Islamabad dipercaya menjadi perantara karena hubungan diplomatik langsung antara Iran dan Amerika Serikat masih terputus.

Proposal 14 poin tersebut tidak hanya berisi rencana gencatan senjata.

Iran juga memasukkan tuntutan kompensasi kepada Amerika Serikat atas konflik yang terjadi.

Selain itu, Teheran mengusulkan pembentukan mekanisme baru untuk mengatur lalu lintas pelayaran internasional di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia.

Langkah ini dinilai dapat menjadi awal baru bagi upaya meredakan ketegangan antara kedua negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS

Harga Minyak Dunia Sulit Turun di Tengah Upaya Damai Iran dan AS

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:43 WIB

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:48 WIB

Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab

Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:28 WIB

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:45 WIB

Terkini

Abaikan Korban 72 Ribu Jiwa, Militer Israel Berencana Kembali Invasi Jalur Gaza

Abaikan Korban 72 Ribu Jiwa, Militer Israel Berencana Kembali Invasi Jalur Gaza

News | Senin, 04 Mei 2026 | 10:28 WIB

Mukjizat di Perkebunan Rambunan: 5 Hari Hilang di Hutan, Nenek 79 Tahun Ditemukan Selamat!

Mukjizat di Perkebunan Rambunan: 5 Hari Hilang di Hutan, Nenek 79 Tahun Ditemukan Selamat!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 10:16 WIB

Gunung Mayon Meletus, Ribuan Warga Filipina Dievakuasi dan 52 Desa Terdampak Abu

Gunung Mayon Meletus, Ribuan Warga Filipina Dievakuasi dan 52 Desa Terdampak Abu

News | Senin, 04 Mei 2026 | 09:56 WIB

Banjir Rob Intai Pesisir Jakarta hingga 8 Mei, BPBD Minta Warga Siaga Tengah Malam

Banjir Rob Intai Pesisir Jakarta hingga 8 Mei, BPBD Minta Warga Siaga Tengah Malam

News | Senin, 04 Mei 2026 | 09:55 WIB

Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Bos Taksi Green SM hingga Ditjen Perkeretaapian Hari Ini

Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Bos Taksi Green SM hingga Ditjen Perkeretaapian Hari Ini

News | Senin, 04 Mei 2026 | 09:17 WIB

Mahasiswa Kepung Jakarta Hari Ini: 3.225 Polisi Siaga di Titik Demo DPR, Kemendikti, hingga Gambir

Mahasiswa Kepung Jakarta Hari Ini: 3.225 Polisi Siaga di Titik Demo DPR, Kemendikti, hingga Gambir

News | Senin, 04 Mei 2026 | 08:54 WIB

Anggaran Pendidikan Tembus Rp19,75 Triliun, DPRD: Tak Boleh Ada Lagi Anak Putus Sekolah di Jakarta!

Anggaran Pendidikan Tembus Rp19,75 Triliun, DPRD: Tak Boleh Ada Lagi Anak Putus Sekolah di Jakarta!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 08:32 WIB

Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!

Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 08:14 WIB

Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru

Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru

News | Senin, 04 Mei 2026 | 07:40 WIB

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 22:29 WIB