SBY Sentil Pemimpin: Jangan Main-Main dengan Kekuasaan, Negara Bisa Hancur

Chandra Iswinarno, Rina Anggraeni

Rabu, 30 Juli 2025 | 15:41 WIB
SBY Sentil Pemimpin: Jangan Main-Main dengan Kekuasaan, Negara Bisa Hancur
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan refleksi kepada pemimpin agar tidak mabuk kekuasaan. [Dok. Antara]

Suara.com - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyarankan agar pemimpin tidak bermain-main dengan kekuasaan, sebuah praktik yang menurutnya bisa meruntuhkan suatu negara.

Refleksi ini ia sampaikan setelah mendalami pemikiran sejarawan Inggris, Lord Acton, yang postulatnya tentang kekuasaan masih sangat relevan hingga kini.

SBY kemudian mengaitkan peringatan klasik itu dengan tantangan peradaban modern, mengutip karya Yuval Noah Harari.

"Yuval Harari dalam Homo Deus dan 21st Lesson for the 21st Century mengatakan bahwa peradaban modern menghadapi risiko baru yang belum pernah dihadapi sebelumnya," katanya di Menara Bank Mega, Rabu (30/7/2025).

Ia menekankan bahwa isu-isu fundamental terkait peradaban dunia kini telah menjadi kenyataan, sehingga urgensi untuk membicarakannya semakin mendesak.

"Sangat fundamental, terjadi di seluruh belahan dunia. Ini tentu mengingatkan para pemimpin dunia, baik pemimpin politik, pemimpin bisnis maupun pemimpin apapun. Jangan bermain-main dengan kekuasaan. Jangan menyalahgunakan kekuasaan, ingat, power tends to corrupt. Absolute power tends to corrupt absolutely," tegas SBY.

Mengelaborasi risiko modern yang disinggung Harari, SBY menyebut kemunculan kecerdasan buatan hingga senjata biologis sebagai ancaman nyata yang dapat mengontrol dan bahkan menghancurkan peradaban.

"Apa itu? Hadirnya kecerdasan buatan, disinformasi digital, dan ancaman seperti krisis iklim dan senjata biologis. Harari mengatakan, saya kutip, 'We are now powerful enough to destroy our entire civilization, but not wise enough to control our own powers.' It is about power, how to use of power, and how to control the powers," jelasnya.

Tak hanya menyorot masa depan, SBY juga menarik pelajaran dari masa lalu melalui karya Sastrawan Inggris, George Orwell, yang kerap menulis tentang pengawasan negara dan penyalahgunaan kuasa.

baca juga

"Kita menyaksikan langsung bagaimana kegagalan tersebut menghadirkan kehancuran nyata atas sebuah peradaban. Georges Orwell, seorang Sastrawan inggris, mengingatkan kita, 'To walk through the ruined cities of Germany is to feel an actual doubt about the continuity of civilization'," bebernya.

Menurut SBY, ungkapan Orwell tersebut lahir dari pengalaman nyata saat menyaksikan kehancuran masif di Jerman pada akhir Perang Dunia II.

"Ungkapan itu tentu berangkat dari memori buruk ketika yang bersangkutan menyaksikan puing-puing kehancuran di akhir Perang Dunia Kedua di Jerman. Begitu kesimpulannya, kalau kita menyaksikan dan menjelajahi kehancuran dan penderitaan manusia yang sangat ekstrim," jelasnya.

Lebih jauh, SBY bercerita soal kisah para pemimpin Perancis sebelum Revolusi 1789, seperti Louis XIV dan Louis XVI, yang menerapkan kekuasaan secara absolut.

Para pemimpin itu, katanya, meletakkan diri mereka di atas hukum dan konstitusi.

"Bahkan dikatakan 'L'état c'est moi', negara adalah saya, hukum adalah saya, konstitusi adalah saya, keadilan adalah saya, suara rakyat adalah saya, jangan-jangan mengatakan Tuhan adalah saya. Ini yang sejarah melakukan koreksi terus-menerus dan terjadi di banyak belahan bumi,” bebernya.

SBY menambahkan, kekuatan sejati sebuah peradaban tidak diukur dari kemampuannya untuk berperang, melainkan dari kemampuannya mencegah perang itu sendiri. Ia mengutip ucapan produser film Star Trek, Gene Roddenberry.

"The strength of a civilization is not measured by its ability to fight wars, but rather by its ability to prevent them," kutipnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar para pemimpin berpikir lebih dalam dan bijak sebelum bertindak, agar setiap keputusan tidak merugikan rakyat dan peradaban.

"Deep thinking, melihat lebih jauh, dan bertindak lebih bijak. Kita memerlukan cara berpikir yang lebih beradab, more civilized, lebih berakar dalam sejarah. Tetapi juga berani memproyeksikan masa depan," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Jurus Damai Kaesang Sikapi Serangan ke Jokowi

4 Jurus Damai Kaesang Sikapi Serangan ke Jokowi

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 23:40 WIB

Sebut Dua Nama Tokoh Ini, Kaesang Tepis Isu 'Perang Dingin' di Balik Serangan Ijazah Palsu Jokowi

Sebut Dua Nama Tokoh Ini, Kaesang Tepis Isu 'Perang Dingin' di Balik Serangan Ijazah Palsu Jokowi

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 23:29 WIB

Balai Kota Jakarta Jadi Studio Dadakan: SBY Dampingi Pelukis Jerman Ciptakan Karya Seni Ikonik

Balai Kota Jakarta Jadi Studio Dadakan: SBY Dampingi Pelukis Jerman Ciptakan Karya Seni Ikonik

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 16:22 WIB

Terkini

Saham RANS Milik Raffi Ahmad Terpuruk! Ribuan Investor Angkat Kaki

Saham RANS Milik Raffi Ahmad Terpuruk! Ribuan Investor Angkat Kaki

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Saya Kira Saya Malas, Ternyata Otak Saya Disetel Ulang untuk Gagal Fokus

Saya Kira Saya Malas, Ternyata Otak Saya Disetel Ulang untuk Gagal Fokus

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival

Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians

Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Pembalut Dikenakan PPN, Negara Tak Etis Pajaki Kebutuhan Dasar Perempuan

Pembalut Dikenakan PPN, Negara Tak Etis Pajaki Kebutuhan Dasar Perempuan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Coach Justin Soroti Peran AXIS Nation Cup dalam Lahirkan Talenta Futsal Muda

Coach Justin Soroti Peran AXIS Nation Cup dalam Lahirkan Talenta Futsal Muda

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Raffi Ahmad Cuci Tangan, Siapa Donatur Massa Bayaran Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI?

Raffi Ahmad Cuci Tangan, Siapa Donatur Massa Bayaran Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI?

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:00 WIB

×